Penerapan PSSB Akibat Covid-19, PC KMHDI Gorontalo Melaksanakan Gerakan Anti Stunting

Gorontalo, ditengah badai pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia saat ini, tentu secara langsung berdampak pada sisi ekonomi masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah, terlebih lagi mereka mengandalkan pendapatan dari harian.

Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Gorontalo dibawah intruksi PP KMHDI menginisiasi untuk melaksakan kegiatan sosial “Anti Stunting’’ dengan membagikan 100 dos susu kepada masyarakat di empat desa. Yakni di desa Raharja, desa Tri Rukun desa Bongo 3 dan desa bongo 4, ( 16/5/2020).

Menurut ketua PC KMHDI Gorontalo, Dewa Gede Ginada, ditengah ketidakpastian kapan pandemi covid-19 ini akan berakhir dan gorontalo salah satu daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ), di khawatirkan gizi balita tidak terpenuhi karena faktor ekonomi keluarga yang melemah ini.

“kami hanya membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, kami datang langsung mengantarkan bantuan ini, kegiatan anti stunting ini tidak hanya dilaksanakan di Gorontalo saja tapi tersebar dibeberapa daerah di Indonesia. Kami juga sempat melaksanakan diskusi virtual bersama Kementrian PPPA kami langsung melaporkan situasi Gorontalo mengenai dampak covid-19, “ujar dewa.

Sasaran kegiatan ini adalah balita yang berusia 1-5 tahun. Dalam proses distribusi, relawan KMHDI mendapatkan pertanyaan dan berbagai masukan.

“Mohon supaya kegiatan bagi-bagi susu ini lebih banyak lagi, karena kami sangat kesusuahan untuk memenuhi kebutuhan kami,“ujar salah satu penduduk yang tak mau disebutkan namanya.

“Harapannya kami ingin Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota, tidak menyampingkan kebutuhan gizi balita. Karena balita merupakan penerus bangsa yang harus dijaga kebutuhan gizinya di masa wabah pandemi covid-19 ini,“pungkas dewa.

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai

WhatsApp chat