Masuk Zona Merah, PC KMHDI OKU Salurkan Bantuan Susu Formula

Bturaja (5/5), Krisis ekonomi dampak dari pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh masyarakat khususnya para buruh dan petani. Kondisi Kabupaten Ogan Komering Ulu yang mayoritas penduduk menggantungkan hidupnya dari hasil getah karet beberapa bulan ini penghasilannya menurun derastis jauh dari kata cukup bahkan kesulitan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari.

Dampak yang tidak kalah menghawatirkan dari kondisi ini juga dirasakan oleh anak-anak yang sedang pada masa pertumbuhan. Di usia balita tentu sangat rentan dan bahaya gizi buruk mengancam jika kondisi ini tidak segera berlalu sehingga antisipasi harus segera di lakukan.

PC KMHDI OKU melalui program pembagian bantuan susu formula bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya gizi buruk pada balita atau yang disebut Stunting. Di dampingi oleh PD KMHDI Sumsel, Pembagian susu ini difokuskan pada masyarakat menengah kebawah yang kesehariannya bekerja sebagai buruh di kebun.

PLT Ketua PC KMHDI OKU Ni Putu Ayu Aprilia mengatakan program ini merupakan program lanjutan dari Pimpinan Pusat. Pembagian susu gratis di lakukan di desa Batumarta dengan jarak tempuh sekitar 2 jam dari kota Baturaja yang dimana mayoritas warga disana adalah petani karet.

“Kita tentu berharap krisis ini segera berlalu dan pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis sehingga harga komoditas pertanian kususnya karet segera membaik, karena sangat banyak sekali masyarakat OKU yang bergantung pada hasil kebun karet” tambah Ni Putu Ayu Aprilia.

Kondisi OKU yang sudah masuk Zona Merah di Sumatera Selatan memerlukan perhatian lebih dari semua kalangan. Selain memperhatikan kesehatan, perekonomian kalangan menengah bawah juga perlu di perhatikan mengingat banyak pabrik karet yang mulai tutup sehingga mereka harus menjual karet dengan harga murah ke pengepul.

“PC KMHDI OKU juga mengajak seluruh masyarakat untuk saling membatu, dalam kondisi seperti ini kita sebagai makhluk sosial harus mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar kita. Semangat gotong royong yang diajarkan oleh para pahlawan kita harusnya saat ini kita gerakan dan bumikan kembali. Dengan gotong royong kita yakin Indonesia khususnya OKU dapat melewati krisis ini” tutup Ni Putu Ayu Aprilia. [Ma01]

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai

WhatsApp chat