Laksanakan Misi Kemanusiaan, KMHDI Sumsel Tuntut Keseriusan Pemerintah Atasi Stunting

Palembang, Pandemi Covid-19 menjadikan Stunting semakin menghawatirkan, dengan menurunnya pendapatan masyarakat tentu banyak keluarga akan semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan pokok apalagi untuk gizi anak mereka.

Berdasarkan data dari Dinkes Provinsi Sumatera Selatan, jumlah balita yang mengalami gizi buruk bahkan rata rata diatas 30%. Keseriusan pemerintah dalam menangani kasus ini tentu patut kita pertanyakan, pasalnya di Kota Palembang saja anak yang kekurangan gizi mencapai 4.641 atau 27,76% dari jumlah balita yang ada di Kota Palembang.

KMHDI Sumsel melaui program Misi Kemanusiaan Nasional (MKN) bersama seluruh organisasi Hindu di Indonesia bersinergi untuk menyalurkan bantuan susu formula bagi balita Hindu di Sumsel. Pendistribusian dilakukan ke 10 kabupaten/kota dengan total 80 Karton (2000 dos/kotak).

Ketua PD KMHDI Sumatera Selatan, I Wayan Darmawan mengatakan, KMHDI Sumsel menjadi ujung tombak dalam penyaluran bantuan. Apalagi melihat kondisi kader yang banyak pulang kampung membuat semua kader ikut terlibat dalam penyaluran bantuan.

“Dengan melibatkan anggota KMHDI yang saat ini sedang berada di kampung, serta sinergi antar organisasi Hindu lainnya membuat pembagian di 10 Kabupaten menjadi semakin mudah. Mereka bersama-sama berkontribusi kepada lingkungan sekitar mereka sebagai bentuk pengabdian masyarakat”, tutur I Wayan Darmawan.

Di sisi lain, kondisi jarak antar Kabupaten membuat pembagian bantuan tidak bisa dilakukan secara serentak, tergantung jarak Kabupaten tersebut dari Kota Palembang. Serta akses jalan desa yang rusak karena musim penghujan turut menghambat penyaluran bantuan sampai di tangan umat.

“Kita menyadari bantuan yang kita salurkan tentu tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi dengan begitu banyaknya balita yang kekurangan gizi di Sumsel. kita berharap pemerintah dapat lebih serius dalam menangani kasus stunting ini. Dengan memaksimalkan Posyandu, bidan desa dan Puskesmas yang ada kita yakin Stunting di Sumsel akan dapat teratasi”, tutup I Wayan Darmawan. [MA]

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai