Gubernur Lamban Dalam Penanganan Covid-19, Cipayung Plus Sumsel Lakukan Evaluasi

Palembang (14/5), Cipayung Plus Sumatera Selatan menggagas diskusi virtual untuk mengevaluasi dan memberikan masukan terkait dengan penanganan Covid 19 di Sumatera Selatan.

Diskusi online yang bertemakan “Evaluasi Kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Terkait Penanganan Pandemi Covid-19” di ikuti oleh Ketua DPRD Sumatera Selatan Ibu Anita Nuringhati, Polda Sumsel yang diwakilkan Oleh Diritelkam Polda Sumsel, Bapak Kombespol Budi Sajidin, Danrem 044/Gapo Palembang, serta Bagindo Togar sebagai pengamat kebijakan publik dan politik.

Ketidak hadiran Gubernur Sumsel H. Herman Deru pada undangan diskusi virtual ini sangat disayangkan, mengingat kesiapan pemerintah dalam menghadapi pendami ini dirasa sangat lamban jauh dari kata baik, Tranparansi pengalokasian anggaran sebesar 120 M oleh Pemprov juga menjadi pertanyan bagi banyak pihak, Apalagi jumlah kasus positif terus bertambah, hingga jumat (15/5) ada 441 kasus di Sumsel.

Ketua PD KMHDI Sumsel, I Wayan Darmawan mengatakan lamban nya penanganan Covid 19 memberikan dampak yang sangat dirasakan oleh masyarakat Sumsel, selama sebulan terakhir sudah ada 1200 buruh yang di PHK dan lebih dari 10 ribu yang dirumahkan. Melihat kondisi seperti ini maka sangat dibutuhkan kebijakan yang strategis.

“Saya sangat menyayangkan penyaluran bansos yang sampai saat ini belum jelas, bahkan dibeberapa daerah masih banyak yang belum selesai dalam proses pendataan. kita patut pertanyakan, apakah serumit ini prosesnya dan berbanding terbalik dengan pendataan di saat menjelang pemilu?” tuturnya.

I Wayan Darmawan menambahkan bahwa rendahnya harga hasil pertanian dan perkebunan membuat krisis ekonomi yang sangat dirasakan oleh masyarakat menengah kebawah. Tingkat kejahatan serta tingginya jumlah Stunting pada anak juga terus menghantui masyarakat Sumsel.

“Dalam diskusi virtual ini saya sampaikan kepada ketua DPRD dan pemerintah semoga sampai kepada pak Gubernur, bahwa harus segera lakukan penganggaran ulang dan awasi dana percepatan penanganan Covid, lakukan transparansi anggaran serta percepat pemberian bantuan sosial kepada masyarakat, terlebih kota yang akan melaksanakan PSBB tentu kebutuhan pokok dan keamanan harus benar disiapkan” imbuh I Wayan Darmawan.

“Terakhir tingkatkan jumlah tes baik Rapid maupun Swab tes setiap harinya, dan petakan penyebaran virus serta kontak pasien positif untuk dapat segera dilakukan tes. Cipayung Plus menuntut keseriusan gubernur dalam penanganan covid 19 yang semakin menghawatirkan,”tutup I Wayan Darmawan. [MA]

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai

WhatsApp chat