Hand Sanitizer Langka, PD KMHDI Sulawesi Utara Membuatnya Sendiri!

Dunia digemparkan oleh munculnya virus yang bernama Novel Coronavirus, yang selanjutnya disebut COVID-19. Virus yang hadir di awal tahun 2020 ini membawa dampak buruk dari segala sisi, misalnya saja; kesehatan, perekonomian, dan pendidikan. Berdasarkan peta Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE, total angka kasus positif COVID-19 per 18 Maret 2020 telah mencapai angka 197.496 di dunia. Pasien yang sembuh sebanyak 81.911 orang dan dari data gisanddata.maps.arcgis.com, sebanyak 7.940 jiwa yang meninggal dunia. Sangat memilukan bahwa 208 negara terpapar pandemi ini. Di Indonesia sendiri per tanggal 18 Maret 2020, total jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 172 orang. Jumlah pasien yang sembuh sebanyak 9 orang dan yang meninggal 5 orang.
Angka yang terus bertambah setiap harinya membuat pemerintah Indonesia mengeluarkan himbauan untuk #dirumahaja, menjaga kebersihan dan kesehatan, dan melakukan social distancing jika terpaksa untuk keluar rumah. Tetapi dari himbauan tersebut muncul permasalahan lain, sebagian besar masyarakat resah dan hilang rasa kemanusiaan. Hal ini terbukti dari terjadinya panic buying dimana-mana oleh sejumlah kalangan. Panic buying menyebabkan kelangkaan pada beberapa bahan pokok, masker, dan hal-hal menyangkut sanitasi seperti hand sanitizer.
PD KMHDI Sulawesi Utara tanggap dan cepat dalam melihat permasalahan tersebut. Mereka sepakat untuk membuat hand sanitizer dan mendapat bantuan dari beberapa kader KMHDI yang berlatarbelakang kesehatan. Ide membuat hand sanitizer didukung oleh para alumni dengan ikut membantu membuat dan menyumbangkan dana untuk membeli bahan-bahan membuat hand sanitizer ini.
Pada tanggal 20 Maret 2020, bertempat di salah satu rumah kader, PD KMHDI Sulawesi Utara membuat hand sanitizer dan langsung diserahkan kepada Parisadha Hindu Kota Manado untuk selanjutnya disebarkan ke umat Hindu melalui perantara Ketua-Ketua Banjar. Sebagian hand sanitizer juga diserahkan untuk umat yang sering ngayah di Pura. Adapula hand sanitizer yang ditempatkan di Pura Jagaditha Taas Manado diperuntukan untuk umat yang datang bersembahyang.
“Penyebaran COVID-19 sangatlah cepat dan perlahan makin meluas maka dari itu kita perlu melakukan pencegahan sederhana sejak dini.” Ucap Ketua PD KMHDI Sulawesi Utara, I Gusti Agung Sri Wirananda. Ia juga berkata bahwa melalui gerakan ini PD KMHDI Sulawesi Utara dengan berbagai sumber daya yang ada mulai dari bahan baku dan mahasiswa kesehatan sebagai pembuatnya mencoba untuk mengkampanyekan pencegahan COVID-19 serta memberi alat perlindungan diri berupa hand sanitizer di tengah langkanya alat-alat perlindungan diri seperti masker, hand sanitizer dan sebagainya. Gerakan ini pun sangat diapresiasi oleh PHDI selaku Majelis Tertinggi Umat dan sebagai partner dalam pendistribusian hand sanitizer ini ke umat. Ketua Parisadha Kota Manado pribadi sangat salut dan mengapresiasi gerakan mahasiswa yang sangat cepat dan tanggap di tengah situasi ini.

Komentar Anda
WhatsApp chat