Kam. Jan 23rd, 2020

KMHDI

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia

PC KMHDI Palembang Adakan DISKUY (Diskusi Santuy) Dengan Bahasan Salah Kaprah Cinta Beda Kasta

Palembang, Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia kota Palembang (PC KMHDI Palembang) mengadakan kegiatan DISKUY (Diskusi Santuy), bertempat di Wantilan Pura Agung Sriwijaya. Mengambil Tema “Salah Kaprah Cinta Beda Kasta” (11/01/20).

 

Kegiatan dari bidang Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) bertujuan untuk mencari tau bagaimana tanggapan dari para kader mengenai Cinta Beda Kasta tersebut. Serta membuka wawasan bagi teman-teman mengenai kasta itu sendiri.

 

Kegitan DISKUY kali ini mengambil konsep dengan menonton salah satu video yang diunggah pada chanel youtube PP KMHDI Pusat, kemudian dari setiap kader diminta untuk memberikan tanggapan mengenai video tersebut.

 

Dalam video tersebut Bapak Dewa Ketut Suratnaya, S.Ag., M.M.Pd mengatakan “Dalam agama Hindu tidak mengenal adanya kasta, tetapi dalam agama Hindu mengenal adanya warna. Hanya dari sejarahlah yang menyebabkan kasta itu ada.”

 

I Gusti Ngurah Sute menyatakan bahwa ia tidak setuju dengan pernyataan dari Bapak Dewa Ketut Suratnaya dalam video tersebut mengenai kasta yang harus dihapuskan. Karena jika kasta tersebut dihapuskan maka akan menghapus dari sejarah itu sendiri. Dan jika sejarah itu dihapuskan maka kita seolah-olah menghianati leluhur kita sendiri.

 

Made Darme menyatakan “Agama Hindu datang ke Indonesia itu diawali dengan dibawa oleh tiga hipotesa, yaitu Bharmana, Ksatria, Waisya pada masa jaman kerajaan. Pada masa tersebutlah dilakukan sebuah politik untuk menentukan status paling tertinggi pada masa kerajaan. Tetapi, hal tersebut berdampak sampai sekarang tekhusus Hindu untuk menentukan status mereka”.

 

Harapan dari Ketua PC KMHDI Palembang “setelah menonton video ini dan mengupasnya secara langsung semua kader bisa lebih memahami lagi dan memberi pemahaman dalam membuka pandangan kepada masyarakat luas terkhusus Hindu bahwa kasta itu sebenernya tidak ada dalam ajaran kita yang mana membuat masyarakat terpecah belah oleh sebab itu mari bersama-masa meluruskan pemahaman yang selama ini salah” Tutup I Wayan Sugita.

Komentar Anda