PC KMHDI Mataram

Nama PD/PC/Komisariat : PC KMHDI MATARAM
Kode PD/PC/Komisariat : 308
Nama Ketua : I Ketut Eka Sastra Wijaya
Alamat : Sekretariat Bersama PHDI provinsi NTBJalan Bung Hatta No. 5A kr. Jangkong Mataram Lombok NTB (Samping Pemadam Kebakaran). Kode Pos : 83121

Telp. 087866732221

Provinsi : Nusa Tenggara Barat
Email : pc.mataram@kmhdi.org
Sejarah Terbentuk : SEJARAH TERBENTUKNYA PD KMHDI NTB & PC KMHDI MATARAM

Sejarah PC KMHDI MATARAM sangat erat hubungannya dengan sejarah terbentuknya KMHDI dan PD KMHDI NTB. Sehingga kami menuliskan sejarah terbentuknya KMHDI, PD KMHDI NTB dan PC KMHDI MATARAM sekaligus.

KMHDI lahir pada tanggal 3 september 1993, di kampus Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Tembau, Denpasar, secara tidak langsung membawa angin segar bagi bersatunya Mahasiswa Hindu se-Indonesia. NTB tercatat memiliki andil besar dalam proses terbentuknya KMHDI karena pada saat kongres Nasional I Mahasiswa Hindu Indonesia pada tanggal 1 – 4 September 1993 di Denpasar, NTB yang diwakili oleh Universitas Mataram dan Universitas Mahasaraswati Mataram bersama Bali mendapat kepercayaan untuk merumuskan rancangan program kerja KMHDI. Setelah resmi terbentuknya KMHDI pada tanggal 3 Sepetember 1993 dan ditetapkannya Pimpinan Pusat KMHDI maka kongres mengamanatkan kepada seluruh perguruan tinggi di masing-masing daerah di Indonesia yang tergabung dalam KORWIL (Koordinator Wilayah) untuk segera mengadakan Loka Sabha untuk membentuk pimpinman daerah. Beberapa waktu kemudian terbentuklah pimpinan daerah di masing-masing daerah antara lain: PD Jawa Timur, PD Jakarta, PD Bali, PD NTT, PD Jawa Barat, PD Sulawesi Selatan, PD Kalimantan Tengah, serta tujuh pimpinan cabang (PC) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bagaimana dengan NTB? Keinginan mahasiswa Hindu NTB untuk membentuk PD KMHDI NTB sebenarnya sudah muncul sejalan dengan kongres Nasional Mahasiswa Hindu I tahun 1993, berbagai upaya untuk merintis pembentukan KMHDI di NTB terus dilakukan, mulai dari pendekatan personal hingga kerjasama tingkat perguruan tinggi, tampaknya tidak membuahkan hasil. Kendala utama yang dihadapi antara lain:

1.  Rekan-rekan peserta kongres banyak yang telah menamatkan pendidikannya.

2.  Kurangnya regenerasi dan kaderisasi.

3.  Minimnya minat mahasiswa Hindu untuk berorganisasi modern.

4.  sulitnya mengadakan komunikasi, sosialisasi dan konsolidasi organisasi terutama ke intern mahasiswa Hindu sendiri.

Keempat masalah di atas muncul disebabkan terutama oleh syndrome minoritas, historis disintegrasi OKP Hindu serta belum dirasakannya manfaat organisasi, di samping pengaruh kultur “Koh Ngomong dan De Awak Ngaden Awak Bisa Ndepang Anake Ngadanin” di kalangan umat Hindu dan etnis Bali umumnya. Hal ini mengakibatkan daerah NTB sempat tertinggal dengan daerah lainnya untuk membentuk pimpinan daerah KMHDI.

Untuk menyelamatkan KMHDI pada kondisi yang kurang menguntungkan itu, serta menyadari akan besarnya tantangan di masa depan khususnya gerakan reformasi pada saat itu, kemudian pada awal tahun 1998 dimotori oleh alm. Ketut Agus Ariadi dan beberapa aktivis mahasiswa Hindu lainnya mencoba merintis usaha untuk membentuk PD KMHDI NTB yang pernah dilakukan pendahulunya. Upaya strategis yang dilakukan adalah mengadakan komunikasi dan konsolidasi antar tokoh mahasiswa Hindu dan para alumni yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di NTB, komunikasi dan konsolidasi tersebut mendapat respon yang cukup positif dari kawan-kawan mahasiswa Hindu dan perguruan tinggi lainnya. Pada saat tersebut perguruan tinggi yang merespon adalah: STMIK Bumi Gora, AKPAR, STIE AMM, AGZI, Universitas Muhammadiyah dan Universitas Mahasaraswati Mataram. Kemudian muncul pertanyaan,  kenapa Universitas Mataram yang secara kuantitas mahasiswa Hindunya cukup besar belum merespon? Ketua KMHD Unram pada waktu itu yakni I Gusti Ngurah Suaryasa menanggapi dingin terbentukntya KMHDI di NTB, karena menurutnya apabila KMHDI terbentuk justru akan memecah belah mahasiswa Hindu di NTB dan akan menggerogoti KMHD di masing-masing perguruan tingi, atas tanggapan dingin ketua KMHD Unram tersebut, diadakan lobi-lobi dengan Suaryasa ditambah penjelasan dari saudara Murdayasa (ketua Departemen Litbang Pimpinan Pusat KMHDI pada saat itu)  yang juga sedang mengadakan kunjungan kerja ke Mataram, maka barulah Suaryasa menerima dan mengerti.

Selanjutnya dibentuklah Panitia Pelaksana Loka Sabha I Mahasiswa Hindu NTB yang diketuai oleh alm. Ketut Agus Ariadi, personil dari panitia tersebut terdiri dari mahasiswa Hindu se-NTB. Akhirnya setelah melalui proses yang cukup panjang, atas asung kertha wara nugraha Ida sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), maka pada tanggal 6-7 Juni 1998 bertempat di Gedung Sarwa Guna STAH Mataram, mahasiswa Hindu NTB berhasil melaksanakan Loka Sabha I. Sebanyak 9 (sembilan) perguruan tinggi negeri dan swasta ambil bagian dalam perhelatan akbar tersebut yang menandai terbentuknya PD KMHDI NTB, secara de facto PD KMHDI NTB lahir pada tanggal 7 Juni 1998.

Karena pada tanggal tersebutlah berhasil ditetapkan program kerja dan kepengurusan PD KMHDI NTB masa bakti 1998-2000.

Setahun kemudian tepatnya pada tanggal13 Juni 1999 terbentuklah PC KMHDI Mataram bertempat di Bale Kambang Taman Mayura Cakranegara melalui Sabha I PC KMHDI Mataram yang dihadiri utusan dari 6 (enam) perguruan tinggi negeri dan swasta di Mataram. Dalam Sabha I tersebut berhasil menetapkan program kerja dan kepengurusan PC KMHDI Kota Mataram masa bhakti 1999-2001.

Perjalanan PD KMHDI NTB dan PC KMHDI Mataram sejak berdirinya hingga sekarang, telah ikut berperan memberikan perubahan dan kontribusinya baik kepada daerah NTB dan mataram maupun kepada umat. Beberapa kegiatan  telah dilakukan oleh PD KMHDI NTB dan PC KMHDI  Mataram baik ekstern dan intern diantaranya bersama-sama 7 (tujuh) OKP (GMNI, GMKI, PMKRI, PMII, IPNU, IPPNU dan Pemuda Demokrat) membentuk Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia (FKPI) NTB. Kegiatan yang dilakukan FKPI NTB antara lain menyikapi kasus AM Saefuddin dengan menggelar doa bersama di Pura Jagadnatha Mayura, menggelar diskusi panel tentang otonomi daerah di Hotel Lombok Raya, bersama organisasi lainnya ikut berperan dalam upaya pemecahan permasalahan perhelatan UU APP tahun 2006.

KMHDI juga membantu penyelesaian kasus pura Miru, mengumpulkan dan menyalurkan bantuan untuk korban kerusuhan Song Gajah dan di Poso, Menghimpun bantuan untuk korban tsunami Aceh, menggelar Mahasabha IV di Bapelkes mataram, menjadi pelaksana kegiatan TOT Regional Bali, NTB, NTT dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan PD KMHDI NTB dan PC KMHDI mataramdisamping kegiatan yang bersifat mengikuti dan juga mendukung kegiatan-kegiatan  yang diselenggarakan oleh Pemda, PHDI, Ormas Hindu maupun Ormas lainnya.

Susunan Pengurus :

KOMPOSISI & PERSONALIA PENGURUS

PC KMHDI MATARAM

PERIODE 2015 – 2018

 

Ketua           : I Ketut Eka Sastra Wijaya

Sekretaris     : Made Raras Widiantari Danaika

Bendahara    : I Gusti Ayu Arisanthi

 

Bidang Kaderisasi

Koordinator    : I Gede Karunia Soenarko

Anggota          :

I Dewa Gde Denny Manda Satria

Dian Lestari Dewi

I Nyoman Pasek Darmawan

I Made Aditha Dharma Putra Wiratma

Komang Reza Kartika

 

Bidang Organisasi

Koordinator    : Ni Made Intan Permata Sari

Anggota          :

Babad Bagus

Made Bagus Cahya Maha Putra

Ni Putu Devi Sustiani

Fina Para mesti Cahayani

I Nengah Wanta

Ni Luh Putu Wahyu Widyastiti Sudarsana

Bidang Penelitiaan dan Pengembangan

Koordinator    : I Wayan Getas

Anggota           :

Ni Wayan Wida Sasmining Prastiwi

Ni Made Sri Wulandari

Ni Nyoman Suliati

Desak Made Meitry Widyapharwati

 

Bidang hubungan masyarakat

Koordinator    : I Gede Arya Suardana

Anggota          :

I Made Brate

I Gusti Ayu Made Yuliandari

Widiariadi

Non Bidang Jurnalistik

Koordinator    : Ida Wayan Widyadnyana Eka Putra

Anggota          :

I Nyoman Ari Suputra

I Nyoman Widya Loka Natha

Ni Wayan Riyani Martyasari

 

Non Bidang Kewirausahaan

Koordinator    : I Gusti Ayu Ratna Ardhita Suantari

Anggota          :

Vira Diva Nadya Augustarini

I Gusti Ayu Neni Yuliami

Anak Agung Putri Adi Satriani Dalem