Loading...
 
Oleh I PUTU YOGA BUMI PRADANA. Selasa, 26 April 2011. Kategori renungan

3 (TIGA) PINTU MENUJU NERAKA

 

            Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita semua “Om Swastyastu”. Dharma wacana kali ini yang akan saya bawakan berjudul 3 (tiga) pintu menuju Neraka. Saya sangat tertarik untuk mengulas judul yang unik dan layaknya mengingatkan kita untuk selalu menjadi orang yang baik, bukan saja untuk mendapatkan surga kelak nanti tetapi juga untuk menjadi pembahagia bagi sesama kita. Menjadi matahari bagi sesama kita dizaman yang penuh akan ketidakadilan seperti ini.

Umat sedharma yang berjiwa luhur dan mulia

Alangkah baiknya mari kita simak Bhagavad XVI-21 Gita berikut ini

            Tri-vidham narakasyedam

            Dvaram nasanam atmanah,

            Kamah krodhas tatha lobhas

            Tasmad etat trayam tyajet.

Artinya

Tiga pintu ke neraka, menuju jurang kehancuran diri, yaitu Kama, Krodha dan Lobha, oleh karena itu ketiganya harus ditinggalkan.

            Saya sangat yakin seyakin bahwa matahari terbit di ufuk timur dan tenggelam di belahan bumi bagian barat, bahwa bapak ibu umat sedharma sekalian sudah mengetahui dan bahkan mungkin saja telah mendengar sloka ini berulang-ulang kali. Namun belum banyak dari kita memahami sesungguhnya apa makna yang tersembunyi dari sloka diatas.

            Dikatakan bahwa tiga pintu menuju neraka yaitu kama (keinginan), krodha (kemarahan) dan lobha (nafsu), merupakan tiga kendaraan bagi seorang manusia yang akan mengantarnya menuju neraka. Tapi yuk mari kita mengubah 3 (pintu) neraka ini menjadi 3 (pintu) menuju sorga yaitu dengan bersikap bijaksana dalam menghadapi 3 musuh ini.

            Kama yang berarti keinginan merupakan satu-satunya hal yang paling tidak dapat ditaklukan oleh seorang manusia. Setiap orang pasti memiliki keinginan-keinginan nya sendiri yang merupakan sumber kebahagiaan bagi dirinya atau sumber kebahagiaan bagi orang lain. Keinginan dikatakan bagaikan tali yang mengikat kebebasan kita untuk mencapai Yang Maha Kuasa, Moksa itu sendiri. Keinginan seseorang sesungguhnya mencerminkan keadaan hati seseorang. Jika keinginan muncul dari hati yang dipenuhi oleh hati yang penuh kecemburuan, iri hati, dengki, kesombongan maka pastilah keinginan tersebut merupakan sumber bencana bagi kehidupan sesama kita begitu juga sebaliknya keinginan yang muncul dari hati yang penuh keikhlasan, ketulusan dan kerendahan hati untuk membahagiakan orang lain bagaikan sumber amertha bagi kehidupan ini.

            Manusia selalu dikelilingi oleh keinginan yang beranekaragam tujuannya maupun cara memperolehnya. Manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang dia miliki, tetapi manusia selalu ingin puas dengan apa yang ia inginkan. Hal ini mengapa keinginan manusia selalu ada dan bahkan cenderung bertambah dan akhirnya menjadi tidak terkendali. Bersyukurlah jika diberikan berkah dan anugrah dari Brahman atas apa yang kita miliki yang melebihi orang-orang disekitar kita.

            Keinginan yang tidak terpenuhi akan melahirkan kemarahan. Kemarahan adalah api yang membakar semua kebaikan orang lain dihadapan kita. Seseorang suami yang sedang marah kepada istrinya akan melupakan semua jasa istrinya selama ini, merawat ia dikala ia sakit, memberikan keturunan yang sehat dan cerdas, merawat rumah dan dirinya. Semua itu tidak berarti dihadapan api kemarahan. Banyak dari kita yang ketika marah terlihat bagaikan dewa kematian bagi orang lain. Orang bijaksana berkata ”Kemarahan seseorang hendaknya jangan diteruskan setelah matahari tenggelam, Setelah matahari terbit haruslah kemarahan sudah reda layaknya matahari yang memberikan sinar hangatnya bagi setiap insani jiwa manusia di dunia ini”. Orang yang sering marah dan sering melampiaskan kemarahannya pada benda-benda sekitarnya akan mengurangi rejekinya yang disediakan oleh Tuhan bagi dirinya didunia ini.

            Akan tetapi manusia yang sadar akan dirinya bersemayam Tuhan tidak akan pernah membiarkan kemarahan menguasai dirinya. Ia akan tersenyum dan menikmati perasaan kemarahan yang datang padanya akibat ketidakadilan yang terjadi pada dirinya. Ia akan berpikir bahwa rasa marah yang diberikan kepadanya yang ia terima sebagai sebuah berkah kesabaran merupakan api yang akan membakar dosa-dosa kelahirannya dan karma-karma buruk yang telah ia perbuat dahulu. Maka mulailah tuk berusaha tersenyum dikala kemarahan menghampiri anda. Kemarahan merupakan tanda bagi seseorang untuk bertindak tegas dan menyadari bahwa ia belum sepenuhnya menjadi pribadi yang baik dan menyenangkan sehingga orang lain seringkali tidak mendengarkan apa yang ia katakan atau memperlakukannya secara tidak adil, yang menjadi penyebab kemarahannya. Kemarahan yang timbul dari keinginan yang tak terpenuhi seharusnya kita harus menyadari bahwa kita tidak akan mungkin berbahagia jika keinginan kita untuk memiliki yang banyak dan mewah, namun yang memantaskan diri kita bagi penghargaan dan pembayaran yang kecil.

            Alkisah terdapat Seorang anak muda bertanya kepada seorang Rsi “wahai Rsi yang bijaksana , dapatkah engkau memberitahukan aku tentang apakah yang membedakan antara orang yang baik dan orang yang buruk ?”. Rsi itu pun menjawab :”wahai anak muda yang cerdas, orang yang baik , walaupun rejeki belum datang, namun bencana telah menjauh, sedangkan orang yang jahat walaupun rejeki sudah datang, namun bencana jelas mendekat “.

            Dari sini sudah dapat kita ketahui bahwa bagi orang yang telah melakukan perbuatan yang baik dengan sendirinya ia telah menjauhkan bencana atas dirinya, jika ada orang yang baik ditimpa musibah, percayalah ia sedang menebus karma-karmanya yang buruk di kehidupan yang terdahulu. Jadi semua yang ada didunia ini belum tentu pasti, namun yang pasti adalah perbuatan yang baik pasti menghasilkan yang baik pula, cepat atau lambat.

            Kemarahan merupakan bagian dari sebuah nafsu yang tidak terpuaskan. Nafsu tidak pernah netral ia akan selalu menyebabkan seseorang dimuliakan atau direndahkan. Nafsu menurut kebanyakan orang merupakan sesuatu yang bernilai negatif yang harus ditinggalkan. Tidakkah kita sadari bahwa dunia ini digerakkan oleh nafsu yang memberikan tenaga dan energi untuk melakukan sesuatu, untuk mencapai segala keinginan kita. Tanpa nafsu untuk mencapai sesuatu yang lebih baik maka kita hanya akan menjadi manusia yang tidak bermakna. Nafsu seseorang sangat dipengaruhi oleh kemurnian hati yang dimilikinya. Dan kemurnian hati sangat ditentukan oleh pikiran kita.

Dalam kitab suci Sarasamuccaya 80 dikatakan sebagai berikut:

Apan ikang manah ngaranya, ya ika witning indriya, maprewertti ta ya ring çubha açubha karma, matangnyan ikang manah juge prihen kahrtanya sekareng.

Artinya

Sebab yang disebut pikiran itu, adalah sumbernya nafsu, ialah yang menggerakkan perbuatan yang baik ataupun yang buruk; oleh karena itu pikiranlah yang segera patut diusahakan pengekangannya.

 

            Maksud sloka disini aadalah nafsu seharusnya dikekang melalui pengendalian yaitu nafsu yang menggebu-gebu hendaknyalah diarahkan kepada sesuatu yang bernilai positif, misalnya lagi marah kepada seseorang ditempat kerja, jangan kalau pulang duduk diam temenung meratapi nasib tapi coba pulang marah kita lampiaskan dengan membersihkan rumah, bersembahyang, mencuci pakaian dan sebagainya. Kan hal ini bisa menjadi sesuatu yang memberkati kita. Itulah caranya mengubah 3 pintu neraka ini menjadi 3 pintu menuju surga.

            Semoga Dharma wacana yang saya sampaikan hari ini dapat menyejukkan rohani umat sedharma sekalian yang baik hatinya, yang menunggu untuk dipantaskan menerima berkat yang besar dari Tuhan sebagai pembahagia bagi sesama dan alam semesta ini.

            Sekian dan terima kasih ” Om Santi Santi Santi Om”



Rating : * * * * *

Nama (wajib)
Email (wajib, tidak ditampilkan)
Website (jika ada)
Rating:


Ada 0 komentar yang diberikan.

 
Bagi informasi ini dengan:

Komentar-komentar
 I Nengah Putra Kariana menanggapi berita Pengalaman Spiritual Tak Terlupakan. 24 Mei 2014 12:27.
 Gede Ardi menanggapi artikel Makna Yadnya dan Brata Penyepian bagi Manusia Modern. 30 Maret 2014 18:20.
 kang muabb menanggapi berita UNTUKKU.....SEBUAH RENUNGAN. 23 Maret 2014 17:17.
 komnimasa menanggapi polling . 5 Maret 2014 9:28.
 komnimasa menanggapi polling . 5 Maret 2014 9:27.