Loading...
 
Blog user

Aplikasi Kalender Bali
oleh kdsurya. Selasa, 10 Juli 2012.


Hidup di jaman digital sekarang ini banyak dari benda-benda yang ada saat ini mengalami digitalisasi, seperti surat, mesin-mesin simulator dalam pembelajaran, dan sebagainya. Ini pun membawa pengaruh pada keberadaan kalender Bali yang selama ini dibuat secara manual sekarang sudah mengalami digitalisasi dalam bentuk aplikasi baik di komputer maupun perangkat mobile. Berikut ini ada beberapa aplikasi Kalender Bali dari hasil pencarian di internet.

BalaBali Kalender
Aplikasi yang beralamat di http://www.balabali.com/id/balabali-kalender-id ini mampu berjalan di banyak platform diantaranya Apple Mac, Windows dan Linux. Fitur-fitur yang diberikan cukup banyak, diantaranya perhitungan wewaran, pawukon (wuku), ingkel, jejepan, pewatekan madya dan alit, eka jala rsi, lintang, pancasuda, pengarasan, rakam, dan zodiak; perhitungan penanggal/panglong, dan sasih; perhitungan ala ayuning dewasa (baik buruknya hari); perhitungan baya oton atau yang lazim dikenal dengan ruwatan; dan event maintenance : mencari, menambah, mengubah, dan menghapus event sesuai parameter (tanggal masehi, tanggal sasih, wewaran, wuku, dsb). I Putu Adhi Kerta Mahendra, sebagai salah satu pengembang dari aplikasi ini merilisnya secara gratis sehingga dapat didownload langsung dari situsnya.

Kalender Bali (BlackBerry)
Kalau sebelumnya adalah aplikasi untuk komputer desktop, yang ini merupakan versi yang berjalan di perangkat BlackBerry. Aplikasi ini dapat menampilkan informasi Purnama, Tilem, Galungan, Kuningan, Nyepi dan sebagainya. Selain itu, aplikasi yang dikembangkan oleh user alitmd (I Made Alit Antartika) ini dapat juga menentukan hari Otonan serta mengaturnya sebagai System Reminder. Silahkan download aplikasi menggunakan BlackBerry App World dengan mengetikan kata kunci Kalender Bali di kolom pencariannya atau dapat ke alamat http://appworld.blackberry.com/webstore/content/58313/?lang=EN.

Kalender Bali (HP Java)
Sebenarnya selain aplikasi Kalender Bali versi Blackberry terdapat juga aplikasi untuk HP dengan Java MIDP yang non-smartphone, namun setelah mengunjungi situsnya tidak dapat diakses. Jadi belum bisa dipastikan apakah aplikasi ini masih aktif atau sedang ada kendala dalam web publikasi aplikasi tersebut. Sampai saat tulisan ini dibuat alamat http://buzdomain.com/kl/ belum dapat diakses, sehingga hanya bisa melihat review aplikasinya di http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=7099269.

Bagi yang tertarik dapat segera mendownload melalui alamat yang diberikan ;-).

Gambar diambil dari www.kendra.de.


Peta Sejarah KMHDI
oleh kdsurya. Sabtu, 19 Mei 2012.


Hari ini baru selesai PC KMHDI Malang mengadakan MPAB, salah satu materi yang dibawakan pada waktu itu adalah Sejarah KMHDI. Penyampaiannya singkat karena hanya difokuskan pada semangat dari KMHDI dan yang ditunjukkan hanya pada tahun-tahun awal lahirnya KMHDI. Berikut ini penulis berikan peta sejarah versi penulis, jikalau ada yang mau menggunakan silahken.

Penerapan layanan cloud di web KMHDI.org
oleh kdsurya. Kamis, 17 Mei 2012.


Layanan cloud yang banyak dikenal orang dengan istilah hardisk online sekarang ini mulai menjamur di jagat maya, diantaranya adalah DropBox, SugarSync, SkyDrive dari Microsoft, Google dengan Google Drive-nya, Wordpress Media dan masih banyak lagi.

Media penyimpanan online ini mulai banyak dipilih karena selain aman dari virus juga meringankan beban kita terutama bagi yang memiliki mobilitas tinggi dan harus online setiap saat.

Oleh karena KMHDI.org merupakan salah satu aplikasi yang setiap saat akan selalu memiliki konten baru baik tulisan, gambar, audio maupun video maka baiknya agar semua data ini ditempatkan dalam penyimpanan khusus diantaranya adalah dengan menggunakan layanan cloud ini. Wordpress Media merupakan salah satu dari sekian banyak layanan cloud yang digunakan KMHDI, karena kemampuannya untuk menyimpan foto dengan baik dan ruang yang cukup besar sekitar 3 GB.

Semoga dengan adanya penerapan layanan cloud ini semakin banyak karya yang dapat dihasilkan dari web KMHDI.org ini.

Gambar diambil dari cloudleverage.com.

The Social Wars
oleh kdsurya. Kamis, 25 Agustus 2011.


Saat ini di internet telah kedatangan satu lagi pemain baru dalam social war, Google+ dengan segala fiturnya yang akan bersiap mengungguli Facebook yang notabene sudah jauh lebih dahulu bermain dalam jejaring sosial ini. Walaupun belum mampu mengatasi jumlah user yang dimiliki oleh Facebook, Twitter dan Google mengeluarkan banyak fitur yang dapat dilihat sebagai peluang untuk mampu mengalihkan perhatian para user di Facebook. Walaupun pengayaan fitur oleh Twitter dan Google ini belum dilihat sebagai suatu tantangan berarti Facebook pun melakukan hal yang sama. Berikut ini merupakan daftar update fitur yang dilakukan oleh ketiga punggawa jejaring sosial ini:
Twitter
- Pemendek Link Otomatis menggunakan basis alamat t.co
- Image Sharing dengan alamat pic.twitter.com
- Setiap halaman profil memiliki kotak Tweet
- Pembuatan tab @username sebagai penggabungan @mentions dan tab retweet
- Pembuatan tab activity

Google+
- Menampilkan hasil pencarian pada google+ di Google Search Engine
- integrasi Game
- integrasi dengan Google Books.

Facebook
- Places
- Pengelompokkan status yang sejenis dengan rangkuman
- Chat sidebar
- Privacy everywhere
- Menampilkan status lama sewaktu menelusuri foto-foto
- Melaporkan konten kekerasan pada aplikasi facebook mobile
- Messenger untuk Android dan iPhone
- Pengenalan wajah pada foto

Sampai saat ini mereka tetap melakukan update untuk semua kemungkinan fitur yang mungkin dapat ditambahkan kedalamnya.

Dari semua ini terlihat bahwa persaingan dalam pengembangan media jejaring sosial kian ketat, apalagi dengan Google yang begitu beramibisi untuk dapat menyaingi Facebook mengingat sudah tiga kali Google mengembangan aplikasi sejenis ini seperti Google Orkut, Google Buzz dan terakhir Google Wave namun semuanya masih belum mampu mengatasi Facebook. Bahkan dengan terintegrasinya layanan Email ke dalam Facebook akan semakin mempengaruhi pengaruh Google di jagat maya ini. Bahkan sempat ada tulisan yang mengatakan bahwa Facebook is the new Google.

KMHDI.org sebagai salah satu media jejaring sosial tentunya juga akan tetap mengembangkan fitur-fiturnya, dengan orientasi pengembangan pada user, dalam hal ini adalah komunitas KMHDI baik yang telah bergabung ataupun yang baru bergabung. Dengan semakin banyaknya variasi dalam model media jejaring sosial ini diharapkan akan membuka kesempatan lebih banyak lagi bagi web KMHDI.org melihat berbagai kemungkinan fitur yang berdaya guna untuk ditambahkan pada web ini.

referensi:
socialmediatoday.com

msnbc.msn.com
gambar dari zagg.com.

KMHDI se-Nusantara
oleh kdsurya. Selasa, 22 Maret 2011.
Pengen tahu dimana aja sih temen-temen pengurus kita berada, ini nih dia petanya. Dibuat dengan menggunakan layanan Maps dari Google. Beberapa daerah yang sudah bisa dipastikan daerahnya antara lain, PP KMHDI Jakarta, PC KMHDI Malang, dan PC KMHDI Buleleng.


View KMHD indonesia in a larger map

dari peta ini baru beberapa saja lokasi pengurus yang bisa didata, untuk pengurus yang belum tampil disini bisa berikan komentar ditulisan ini, nanti akan segera ditambahkan di peta ini. semakin lengkap semakin baik ;-).

Saat ini sudah ada 13 PD dan 15 PC di Indonesia, semuanya akan kita lengkapi. Tambahan juga untuk setiap informasi PC/PD diatas yang ada tambahan kata "RFC" maksudnya adalah lokasi tersebut masih perlu dikonfirmasi kembali apakah sudah sesuai atau belum (Request For Confirmation).


Kekuatan Naturalisme dan Bencana Jepang
oleh kdsurya. Senin, 21 Maret 2011.


Jepang yang sebelum kejadian 11 Maret '11 adalah negara maju dengan berbagai perkembangan teknologi dan sumber daya manusianya di segala bidang. Apa yang terjadi setelah hari itu adalah Jepang menjadi negara 'Super' dengan kekuatan dari keyakinan yang dimilikinya mampu menghadapi besarnya bencana yang diterima oleh mereka. Mulai dari gempa, tsunami dan kini radiasi nuklir.


Ada pertanyaan yang terbersit disini, apa yang membuat orang jepang bisa menjadi setegar itu dalam menerima kejadian ini. Karena dalam sejarah negara yang sering dilanda gempa ini adalah kali pertama mereka mengalami bencana yang jauh lebih parah bahkan bila dibandingkan dengan kejadian bom hiroshima dan nagasaki sewaktu perang dunia II kemaren.

Berdasarkan makalah yang dibuat oleh Siti dahsiar Anwar mengenai "Cara Berpikir Orang Jepang: Sebuah Perspektif Budhisme", diungkapkan bahwa salah satu cara berpikir orang jepang yang dianut adalah paham keduniawian (genseshugi) yang menunjukkan bahwa orang Jepang pecinta kehidupan naturalis. Paham ini pun mereka tunjukkan dengan banyaknya karya-karya mereka yang bertemakan tentang alam diantaranya adalah bonsai (pohon yang dikerdilkan), ikebana (seni merangkai bunga ala jepang), dan fusuma (seni lukis pada dinding ataupun pintu rumah).


Paham naturalis jepang ini banyak diambil dari ajaran Shinto selain Budha sendiri, yang menilai bahwa "yang mutlak" adalah sama dengan "dunia gejala (Karma)" atau dunia fenomena adalah merupakan suatu yang mutlak. Orang jepang melihat segala yang terjadi didunia ini sebagai suatu yang mutlak akan terjadi, dan menerima kenyataan apa adanya. Mereka melihat bahwa sesuatu yang mutlak ini bukanlah dalam definisi dunia yang berbeda dengan dunia gejala ini, melainkan merupakan satu kesatuan yang utuh. Paham ini juga didukung dengan kondisi alam di jepang yang berada di wilayah angin musim dengan iklimnya yang sedang mampu memberikan kenyamanan dan kehangatan tersendiri bagi orang jepang. Ini juga terungkap dalam salah satu puisi oleh Otomo Tabito (665 - 751) berikut ini :

Kono yo ni shi
tanoshiku araba
komu yo ni wa
mushi ni tori nimo

ware wa nari namu
Ikeru mono tsuhi ni mo
shimuru mono ni araba
ima aru hodo wa
tanoshiku arana

yang artinya kurang lebih seperti berikut ini :

Bila di dunia ini
telah ku reguk segala bahagia,
ku rela terlahir kembali sebagai unggas atau pun serangga

Bila dikatakan yang hidup ini
akhirnya kan mati jua
kini selagi ku hidup
kan kuraih segala bahagia


Dari sini dapat diketahui bahwa orang jepang benar-benar adalah orang-orang yang sangat menghargai alam semesta dengan segala isinya. Paham naturalis ini pun ternyata telah mereka jalanin sejak dahulu kala, bahkan sebelum masuknya berbagai paham atau agama lain ke negeri mereka.

Seperti layaknya setelah pemboman hiroshima dan nagasaki, semoga jepang bisa bangkit kembali dari tantangan baru nya ini.


Referensi:
Anwar, Siti Dahsiar (2004), Cara Berpikir Orang Jepang: Sebuah Perspektif Budhisme, Makara Sosial Humaniora, Vol 8. No. 3.

Referensi Gambar:
Semua gambar diambil dari situs news.yahoo.com


Gallery KMHDI is now up and running
oleh kdsurya. Senin, 8 November 2010.


Update lagi update lagii.. hehe..

Google melalui layanan Picasanya memungkinkan kita untuk sharing berbagai file multimedia salah satunya adalah foto-foto.. website KMHDI ini pun mampu memanfaatkannya, sehingga memungkinkan untuk web ini juga memiliki gallery yang file-file fotonya tersimpan di Picasa untuk dilihat di web ini.

Beberapa waktu lalu saat ada salah satu rekan KMHDI ingin melakukan upload foto ternyata terjadi error yang tidak kami duga sebelumnya. Padahal tidak ada satupun perubahan yang dilakukan terhadap modul gallery ini.

Selidik punya selidik ternyata Google melakukan perubahan terhadap mekanisme akses layanan Picasanya yang membuat aplikasi ini jadi tidak berjalan, dan setelah melakukan perbaikan saat ini layanan Picasa KMHDI telah dapat digunakan kembali.

Diharapkan dengan ini akan semakin meramaikan kegitan teman-teman komunitas di web ini, tidak hanya diskusi namun juga bisa saling berbagi kenangan melalui foto-foto yang ada.

Selamat berbagi...



New Web KMHDI "Let's talk"
oleh kdsurya. Kamis, 30 September 2010.


image courtesy of gnews@adobeperson.com

Ini merupakan versi terbaru dari web KMHDI sejak dirilis pertama kali tahun 2006 lalu. Di versi baru ini terdapat beberapa fitur yang telah dikembangkan diantaranya adalah fitur komunikasi (chatting) antara sesama user di web.

Fitur ini dikembangkan untuk memungkinkan nantinya para anggota KMHDI melakukan konferensi online ataupun chatting seperti umumnya.

Keinginan untuk mengenal lebih jauh setiap user pun telah dapat dilakukan dengan adanya tambahan modul profil user yang memungkinkan setiap anggota melihat informasi yang dipublikasikan oleh user tersebut, termasuk juga setiap aktivitasnya dalam web KMHDI.

Tema "Let's talk" ini juga menjadi usulan untuk versi baru dari web KMHDI, dikarenakan adanya tambahan fitur komunikasi live online ini dan juga profil user, karena setiap orang perlu mengenal dengan siapa mereka berkomunikasi.

New Web KMHDI 3.0 Enjoy... ;-)
 


Politik Tanpa Mata
oleh admin. Kamis, 28 Juni 2007.

Oleh: Donny Gahral Adian

Politik sejatinya berpusar pada ruang publik. Sayang, ruang ini tidak bisa diakses semua orang. Demokrasi pun bercelah dari sisi ini.

Masyarakat negara-kota Athena, misalnya, terbagi atas warga demos dan non-demos. Demokrasi hanya dinikmati warga demos: pria, dewasa, dan aristokrat. Artinya, sentimen ideologis bersemayam di balik pengucilan non-demos bahwa budak dan perempuan tak memiliki syarat epistemik yang memadai untuk berpartisipasi secara politik. Ini membuktikan apa?

Politik tak lain merupakan pertarungan aneka kelompok ideologis, baik secara terbuka maupun tertutup. Pertarungan itu bukan semata dinamika, tetapi upaya mengisolasi kelompok ideologis tertentu dari urusan publik (res publica).

Politik asal bukan

Kita sedang menyaksikan pernikahan ideologis antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Golongan Karya (Golkar). Faksi merah-putih Golkar bertemu PDI-P, partai yang selama ini dikenal satu suara soal finalitas negara kesatuan, Pancasila, dan kebhinnekaan. Semua tahu kepada siapa sinyal ideologis ini disampaikan. Keduanya khawatir atas penguatan politik agama di berbagai belahan republik. Targetnya jelas dan mulia: pluralisme harus diselamatkan. Politik baik makro atau mikro harus diisi kader dengan basis ideologis nonsektarian.

Di sisi lain, kita juga tahu, di balik usungan ideologis tersembunyi incaran politik tertentu. Pemilu 2009 sudah di depan mata. PDI-P dan Partai Golkar ingin memberi sinyal kuat, kekuatan politik mereka bisa tak tertandingi pada Pemilu 2009. Pengelompokan ideologis adalah cara paling sublim untuk menyimpan niatan politik itu. Ini sah-sah saja. Akan tetapi, ini bermasalah jika pengelompokan ideologis itu dimaksudkan mementahkan kiprah kelompok ideologis lain dari ruang publik.

Kita tahu, PDI-P dan Partai Golkar sedang memainkan modus berpolitik asal bukan. Targetnya, jika mungkin semua daerah dikelola pemimpin nasionalis-pluralis. Dan, partai berbasis agama pelan-pelan "dilumpuhkan". Pertarungan ideologis ini sah jika tidak dicampuri politik kotor.

Kita tahu rekam jejak politik harian kedua partai itu tidaklah sesuci ideologi yang diusungnya. Berbagai kasus politik uang yang melibatkan kedua partai itu masih belum tuntas terselesaikan. Ingatan kolektif kita agak terganggu diskrepansi antara ideologi dan politik harian yang dijalankan keduanya.

Para kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuduh adanya ketidakberesan dalam penyelenggaraan Pilkada DKI. Mereka merasa kehilangan banyak suara akibat jadwal pendaftaran pemilih yang terlalu mepet. Keputusan KPU DKI mengundurkan jadwal pendaftaran pemilih hingga 28 Juni dirasakan belum cukup. Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi menduga ada permainan politik kotor kelompok tertentu di balik semua ini (Kompas, 26/6/2007).

Ini memang dugaan yang masih harus dibuktikan. Namun, dugaan itu beralasan saat tidak satu pun partai pendukung calon gubernur nasionalis-pluralis bersuara soal penjadwalan itu. Kita sedikit banyak teryakinkan, ada politik hitam di balik penyelenggaraan Pilkada DKI kali ini.

Distribusi sensibilitas

Salah satu tugas filsafat politik adalah memberi terang teoretis pada peristiwa politik khusus. Di sini saya meminjam refleksi Paul Rancière, filsuf politik Perancis, tentang politik sebagai distribusi sensibilitas. Distribusi sensibilitas adalah sistem persepsi yang menyingkap suatu kesamaan sekaligus delimitasi bagian dan posisi di dalamnya. Warga demos, misalnya, terdiri dari mereka yang memiliki waktu, ruang, dan bahasa untuk berkiprah secara politik. Budak dan buruh adalah mereka yang tak memiliki ketiga variabel itu. Artinya, mereka ada di luar distribusi sensibilitas alias tak terlihat secara politik.

Alhasil, politik bekerja dalam sistem koordinasi yang membangun distribusi sensibilitas atau hukum yang membagi komunitas ke dalam kelompok, posisi sosial, dan fungsi. Hukum ini secara implisit membelah antara mereka yang berpartisipasi dan yang dikucilkan. Ini bisa dibaca sebagai pembagian estetis antara yang terlihat/tak terlihat, terdengar/ tak terdengar dan terkatakan/tak terkatakan.

Politik agama menguat pasca- Orde Baru (Orba) misalnya. Ini bisa dibaca sebagai interupsi terhadap distribusi sensibilitas yang telah mapan di zaman Orba. Sebuah distribusi sensibilitas yang mengucilkan artikulasi politik agama dengan segel Pancasila. Politik agama pasca-Orba membubuhkan titik baru dalam koordinat perseptual sistem distribusi sensibilitas. Mereka telah memodifikasi medan kemungkinan politiko-estetik. Dengan demikian, mereka terlihat, terdengar, dan terkatakan lagi dalam sirkulasi politik republik.

Pernikahan ideologis PDI-P dan Partai Golkar berupaya mengembalikan sistem distribusi sensibilitas lama. Tafsir nasionalistik Pancasila dipakai untuk memojokkan kembali artikulasi politik agama. Keduanya bukan sekadar membuat gagasan tanding terhadap politik agama, tetapi ingin mengucilkannya. Mereka ingin mengembalikan sistem distribusi sensibilitas lama yang membuat politik agama tak terlihat, tak terdengar, dan tak terkatakan.

Demokrasi adalah dinamika interupsi sistem distribusi sensibilitas. Demokrasi dalam hal ini berdiri diametral dengan pemapanan distribusi sensibilitas.

Peristiwa demokratis adalah interupsi spasio-temporal terhadap kemapanan distribusi itu. Kita boleh tidak sepakat dengan ideologi partai berbasis agama. Namun, upaya mengucilkan mereka dari politik selaku distribusi sensibilitas adalah kesalahan, apalagi ketika itu dibumbui politik kotor dalam setiap penyelenggaraan pemilihan pimpinan politik. Kita semua memang sedang belajar berdemokrasi. Dan, pelajaran paling fundamental adalah pengakuan tentang ketidakstabilan.

Donny Gahral Adian Dosen Filsafat Universitas Indonesia

Sumber: www.kompas.co.id



awal · sebelumnya · 1 2 · selanjutnya · akhir
Komentar-komentar
 yan_adiE menanggapi polling . 19 November 2014 22:47.
 yan_adiE menanggapi berita MPAB PC KMHDI Kolaka Tak Sejalan dengan Konsep. 19 November 2014 22:37.
 ngurah ajoes menanggapi berita Suwisma, Ketua Umum Terpilih (Ketua Harian PHDI Pusat). 18 November 2014 12:5.
 Limousine_F5 menanggapi berita Seminar Kewirausahaan dan MPAB PC KMHDI Bandar Lampung . 15 November 2014 13:39.