Evaluasi Satu Tahun Kepengurusan PC KMHDI BANGLI Menggelar RAKORCAB Dan RAPIMCAB ke-V

Bangli, Minggu (02/02) Evaluasi satu tahun kepengurusan Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Bangli menggelar Rapat Kordinasi Cabang (RAKORCAB)dan Rapat Pimpinan Cabang (RAPIMCAB) ke V tahun 2020. Kegiatan ini bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli pada pukul 08:00 wita hingga selesai dengan mengusung tema “Smart Evaluation For Powerful Organization.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bangli yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Kasubag TU (Tata Usaha) Bapak Drs. I Nyoman Sudarna, S.Ag.,M.Pd.H serta dihadiri oleh Ketua PD, PC Se-Bali beserta jajaran dan alumni KMHDI
Rapat Kordinasi Cabang merupakan agenda yang dilaksanakan setelah satu tahun jalannya kepengurusan setelah rapat kerja cabang, tujuannya untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan organisasi dalam menjalankan program kerja dan kendala yang dihadapi serta inovasi yang ditawarkan.

Ketua PC KMHDI Bangli, Ni Komang Nopi Karuniasari dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai ajang evaluasi dan tolak ukur sejauh mana organisasi ini telah mampu merealisasikan program kerja dan bagimana untuk kelanjutan kedepannya untuk organisasi yang lebih maju kedepannya kita harus pandai mengevaluasi dan menganalisa program kerja yang telah terencana apakah telah terealisasi sesuai kalender kegiatan dan dimana kendalanya, sehinggadi tahun 2020 melalui rakor ini harapan saya dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Disambung Ketua PD KMHDI Bali, I Gede Diyana Putradalam sambutannya beliau menyampaikan suatu kasus yang tengah terjadi di kabupaten Bangli. “Terkait isupelinggih berisi kloset agar kita sendari dalam pikiran, mahasiswa Hindu di Bali yang tergabung di KHMDI maupun yang lain bisa menggunakan sikap dan pendekatan ilmiah serta rujukan pustaka sendari dalam pikiran. Ini bukan salah, namun apabila mempertimbangkan kita Hindu mempunyai Satyam Sivam Sundharam, kita lakukan ritual-retual keagamaan mempunyai nilai kebaikan, kesucian, dan keindahan.

Apabila kita gunakan tulak ukur maka kita bisa mengambil sikap dalam hal itu, namun kembali lagi ini urusan beragama, dan itu urusan personal kepada Tuhan. Kita tidak dirugikan, namun berdasarkan permasalahan itu kita harus lebih mewas diri. Jadikan itu sebuah pelajaran untuk diri kita kedalam, kenali diri kita, dan apakah kita sudah benar dan sudah baik dalam bertattwa, bersusila, dan berupacara”.

Ungkapan bangga juga disampaikan oleh Kasubag TU (Tata Usaha), Bapak Drs. I Nyoman Sudarna, S. Ag., M.Pd.H. dalam sambutannya sebelum membuka acara RAKORCAB dan RAPIMCAB V secara resmi. Beliau mengapresiasi bahwa KMHDI dari baru mulai berdiri hingga usianya sekarang sangat banyak persoalan bangsa yang terselesaikan. Kedepannya KMHDI kususnya KMHDI Bangli agar senantiasa selalu bersinergi dan bersama-sama dalam membangun kerukunan umat. Beliau juga sempat menceritakan sejarah nama Bangli utamanya nama-nama desa yang unik di Kabupaten Bangli.

Sharing Alumni dari ketua ke-3 PC KMHDI Bangli , Ni Ketut Sudastrini shraring ini di awali dengan tanya jawab. Kader KMHDI Bangli, Ni Komang Febiandani bertanya, bagaimana agar kader KMHDI bisa bertahan?, jawab mbok Dastr “Bahwa hal itu sudah permasalahan kita dari awalnya terbentuknya KMHDI Bangli di tahun 2009, salah satu persoalan yang memang kita carikan solusi yaitu, salah satunya dari kaderisasi. Saya pertama kali ikut KMHDI anggotanya banyak dan kurang lebih 25 kader. Pada waktu itu ikut MPAB di Denpasar. Setelah terbentunya PC KMHDI Bangli anggota mulai keluar masuk tidak efektif.

Saat pertama menjadi ketua bagaimana kita harus membuat kader merasa nyaman, tidak tertekan dalam berkegiatan. Waktu saya jadi ketua KMHDI pada saat itu kader saya tidak efektif dalam berkegiatan. Pada waktu itu kader adik-adik kelas saya semua, dan disana saya buat mereka nyaman dan menanyakan mereka mau kegiatan yang seperti apa?, dimana saya ingin mengikuti kader-kader saya dan mereka juga mau mengikuti kemauan saya selaku ketua demi kegiatan KMHDI bisa berjalan. Pada waktu itu benar-benar miskin pinansial sehingga anggota kader rela menggedaiin motornya demi KMHDI bisa berkegiatan, dan berani berhutang. Jadi bisa dilihat pengeorbaannya, bagaimana totalitas mereka ikut di KMHDI. Ketika saya tanya mengapa kamu mau seperti ini? mereka menjawab “karena saya nyaman berada di KMHDI. Harapan saya agar KMHDI Bangli aktif berpastisipasi, ngayah, dan menyumbangkan pikiran selama kepengurusan berlangsung.

Kedepannya PC KMHDI Bangli diharapkan mampu berkegiatan sesuai dengan evaluasi dan bercermin dari program kerja sebelumnya, serta menjadi mahasiswa Hindu yang terus berkarya melalui wadah organisasi KMHDI. “Satyam Eva Jayate”.

Komentar Anda