PC KMHDI Denpasar Soroti Eksploitasi Anak di Kota Denpasar

Menyoroti kembali banyaknya anak kecil yang berjualan asongan di jalanan seputaran Kota Denpasar, Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Denpasar Indonesia (PC KMHDI) Denpasar gelar Focus Group Discussion (FDG) pada sabtu (14/12) di Gedung LPMP Denpasar.

Kondisi ini bertolak belakang dengan Pemerintah Kota Denpasar yang kembali setelah empat kali meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak Tingkat Nasional, dalam Penganugerahan Kabupaten dan Kota Layak Anak 2019 yang dilaksanakan bertepatan dengan memperingati Hari Anak Nasional 2019. Realitanya masih banyak anak-anak dibawah umur menjadi gelandangan, serta berjualan dengan membawa kotak berisik tisu dan minuman di seputaran kota Denpasar. “Dengan barang dagangan yang serupa tidak hanya satu atau dua anak, sehingga kami mencurigai bila adanya orang yang mengorganisir anak-anak tersebut” ungkap Ketua PC KMHDI Denpasar Putu Asrinidevy saat diskusi berlangsung.

Putu Asrinidevy mengharapkan pemerintahan Kota Denpasar segera dapat menanggapi keadaan tersebut, meskipun anak-anak tersebut bisa jadi tidak berasal dari Denpasar. “Namun masalahnya jika anak jalanan ini bukan dari kota denpasar maka ini tidak dihiraukan oleh pemerintah, serta isu yg beredar anak-anak ini bukan asli dari daerah bali” tambahnya.

Ketua Pimpinan Daerah KMHDI Bali I Komang Dyana Putra yang sebagai pemantik dalam kegiatan FGD tersebut mengharapkan KMHDI bisa berperan membantu pemerintah Kota Denpasar dalam mempersiapkan aset bangasa utamannya meningkatkan kualitas SDM untuk menyonsong demokratif kedepannya. “Semoga PC KMHDI Denpasar mampu segera mengeksekusi hasil dari Focus Group Discussion (FGD), terutama dalam membentuk tim yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengkajian dan penelitian yang mengungkapkan bahwa bagai mana realitas anak jalanan di Denpasar yang menyandang sebagai Kota Layak Anak Tingkat Nasional” jelasnya.

Ditemui pada kesempatan yang sama Ketua PC KMHDI Badung I Kadek Suwawa Kiki Kesuma Dewa sangat mengapresiasi dan mendukung penuh terkait tindak lanjut yang dilakukan PC KMHDI Denpasar dalam menanggapi isu eksploitasi anak ini. “FGD ini sebagai salah satu bentuk konsistensi PC KMHDI Denpasar dalam menyorotin persoalan di Kota Denpasar, pada tahun 2017 PC KMHD Denpasar juga telah mengangkat isu ekploitasi anak, walaupun tidak direspon baik oleh Pemerintah. Semoga Kali ini isu tentang Anak ini benar-benar bisa diselesaikan” jelasnya.

Focus Group Discussion diakhiri dengan deklarasi PC KMHDI Denpasar yang mendesak PD KMHDI Bali membentuk tim khusus bersama-sama untuk mengkaji dan menindak lanjuti terkait eksploitasi anak di Kota Denpasar.

Komentar Anda