KMHDI BERSAMA GEMPAR LAMPUNG SIAP KRITISI PEMERINTAH

(1/10/2019) KMHDI Lampung yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembela Aspirasi
Rakyat (Gempar) Lampung melaksanakan diskusi bersama untuk menentukan sikap pada
peristiwa 28 Oktober 2019. Kegiatan ini berlangsung di sekretariat Perhimpunan Mahasiswa
Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cab. B. Lampung, Sidodadi, Kedaton, Bandar
Lampung.

Andreas Gita selaku Ketua PMKRI Cab. B. Lampung dan tuan rumah memaparkan, bahwa
kegiatan ini merupakan suatu wadah berkumpul dan berdialektikanya para kaum muda
intelektual-intelektual bangsa. Ia juga menyinggung terkait banyaknya permasalahan-
permasalahn sosial yang hadir ditengah masyarakat pada saat ini.

Selain itu, I Kadek Candra selaku ketua PC KMHDI Bandar Lampung menegaskan forum
diskusi ini menjadi momentum bersama untuk menyikapi segala permasalahan-permasalahan
sosial yang ada. Ia pun terpantik untuk menyoroti permasalahan-permasalahan yang ada baik
di tingkat nasional maupun daerah.

Diwakili oleh sekretaris wilayahnya, dari pihak LMND bung Andi Bojez mengungkapkan
bahwasanya per hari ini kita harus mengawal apa yang menjadi janji pemerintah saat ini.
Melihat permasalahan-permasalahn yang hadir perhari ini, semua permasalahan hadir seperti
mata rantai. Kebijakan pusat dapat mempengaruhi kebijakan daerah, begitupula dengan
permasalahan dipusat dapat mengakibatkan permasalahan didaerah. Dan kita sebagai
mahasiswa yang salah satu fungsinya sebagai Agent of change harus mendesak pemerintah
agar dapat menuntaskan permasalahan-permaslahan tersebut.

Roy Reynaldi selaku ketua KAMMI Bandar Lampung, menyatakan dengan adanya
pertemuan ini forum ini dapat menghasilkan sebuah sikap yang dapat dihasilkan demi
kepentingan rakyat.

Ketua GMKI Bandar Lampung Ranto Sadwijan Ambonius Pasaribu menekankan agar OKP
di lampung untuk selalu mengawal berjalannya pemerintahan yang berkeadilan dan pro
kesejahteraan rakyat. Ranto juga memaparkan berbicara terkait wilayah, ia berharap agar
rekan-rekan lebih mengedepankan isu-isu kedaerahan karena menyentuh langsung terhadap
kesejahteraan masyarakat Lampung.

Senada dengan apa yang disampaikan masing-masing OKP, ketua GMNI, Rahmanita Sari
juga menyatakan untuk setiap bahasan isu-isu yang kita sampaikan pada forum ini
harapannya terfokus pada isu kedaerahan seperti RUU Pertanahan, BPJS, dan sebagainya di

daerah Lampung supaya kita dapat memberikan dampak yang begitu signifikan bagi rakyat
Lampung.

Melengkapi semua itu, Ketua HMI Bandar Lampung Husni Mubarak menjabarkan era
disrupsi yang hampir menyerang sendi-sendi kehidupan masyarakat tidak bisa dipisahkan.
Gerakan mahasiswa hari ini harus bertransformasi perlahan demi perlahan tanpa
menghilangkan esensi memperjuangkan sebuah gerakan. Dia berharap gerakan yang dirajut
dan diperjuangkan oleh OKP Lampung, dapat memberikan dampak yang besar bagi rakyat
Lampung

Komentar Anda