FASILITAS PANTAI PRIBADI VILLA DI BALI HEBOHKAN FACEBOOK

PRESS RELEASE :
FASILITAS PANTAI PRIBADI VILLA DI BALI HEBOHKAN FACEBOOK

Denpasar, Jagat maya media sosial Facebook kembali di hebohkan dengan iklan promosi sebuah Villa di Bali, yang menawarkan fasilitas pantai pribadi. Hal tersebut tentu sangat disayangkan karena pantai merupakan kawasan publik yang bebas diakses semua orang. Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Indonesia ( PC KMHDI) Denpasar gelar Ngobrol Pintar (Ngopi) dengan tema “Privatisasi dan Komersialisasi Bali” pada, Minggu (13/10).

Kepala Bidang Litbang PC KMHDI Denpasar, I Wayan Agus Pebriana mengatakan acara Ngopi tentang Privatisasi dan Komersialisasi Bali dilakukan bertujuan untuk merefleksi kembali apa yang sedang terjadi di Bali ditengah-tengah arus modernisasi dan globalisasi. “ Keputusan untuk mengambil tema Privatisasi dan Komersialisasi Bali, tidak lepas dari keresahan kader-kader PC KMHDI Denpasar atas praktek-praktek privatisasi dan komersialisasi yang terjadi di Bali dengan berbagai macam model, entah itu secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Tentu ini bisa menjadi refleksi bagi kita semua untuk mengkontruksi Bali sesuai koridor ditengah-tengah arus modernisasi dan globalisasi”

Pada kesempatan yang sama Ketua PC KMHDI Denpasar Putu Asrinidevy sepakat dengan keresahan kader-kader PC KMHDI Denpasar, terkhusus mengenai kabar yang beredar di media sosial Facebook. “Beberapa hari yang lalu kita sempat dihebohkan dengan iklan promosi sebuah Villa di Bali yang menawarkan fasilitas pantai pribadi. Hal tersebut tentu sangat disayangkan karena pantai merupakan kawasan publik yang bebas diakses semua orang. bukan hanya kasus ini saja, namun sebelumnya juga sudah ada. Tentu peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam upaya menangani praktek-praktek ‘nakal’ agar terciptanya keseimbangan dalam pembangunan Bali ” ungkapnya.

Asrinidevy juga mengharapkan peran pemerintah agar lebih selektif dalam melihat serta menangani pembangunan yang ada di Bali akibat perkembangan pariwisata. Kegiatan yang berlangsung selama dua jam itu, secara langsung di pantik oleh Jonh Darmawan yang merupakan salah satu alumni KMHDI.

Hasil dari ngopi tersebut melahirkan berbagai macam pandangan-pandangan dari peserta diskusi. “Praktek privatisasi di Bali telah menjauhkan orang Bali dari lingkunganya, ia pun berbagi pengalamanya tentang dirinya yang pernah diusir oleh satpam karena melakukan pengambilan foto bersama temannya di area publik (pantai)” Ungkap peserta diskusi Adi Pradipta. Sedangkan peserta diskusi yang lain Budi Hermawan mengatakan perkembangan pariwisata Bali harus terus ditanggapi secara kritis dalam artian dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Bali.

Komentar Anda