KOMPAS : KEMBALI REKATKAN KADER KMHDI SE-BALI

Jumat (14/06/2019) kader KMHDI se-Bali berkumpul di Ashram Astika Dharma, Desa Pempatan, Kabupaten Karangasem untuk bersama-sama mengikuti kegiatan KOMPAS (Konsolidasi Rencana Strategsi) yang digagas oleh PD KMHDI Bali. Kegiatan yang mengusung tema Meretas Sekat, Memoles Perekat, Menuju KMHDI Hebat ini bertujuan untuk mengajak seluruh kader KMHDI khususnya di Bali agar saling mengakrabkan diri dan menumbuhkan kesadaran bahwa seluruh kader KMHDI di Bali adalah satu kesatuan yakni keluarga. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari 2 malam, yakni dari Jumat, 14 Juni 2019 hingga 16 Juni 2019.

Kegiatan yang sengaja dikemas santai ini memang dilaksanakan untuk melepaskan penat kader KMHDI se-Bali yang belakangan ini sangat sibuk berkegiatan, juga sebagai ajang untuk mengenal antar kader di lintas pimpinan cabang. Adapun beberapa agenda yang dilaksanakan dalam kegiatan ini diantaranya, sharing kader, susur hutan, olah raga bersama, megibung, sharing bersama alumni yang diisi oleh Bli Pasek Suardika juga sekaligus pemilik dari Ashram Astika Dharma dan tentu saja konsolidasi PD/PC KMHDI se-Bali yang membahas berbagai persoalan baik isu daerah maupun nasional.

Menurut ketua Pimpinan Daerah KMHDI Bali I Gusti Putu Kirana Dana atau yang akrab disapa Togar bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat kader KMHDI di Bali yang dirasa sudah menurun. “Jadi kegiatan ini sengaja kami laksanakan sebagai ajang mempertemukan semua kader KMHDI se-Bali, selain untuk ajang mengakrabkan diri satu dengan yang lain tentu juga momen ini kita manfaatkan untuk membicarakan arah perjuangan kita di Bali” ujar Togar dalam sesi sharing bersama kader KMHDI se-Bali.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih oleh 50 orang yang terdiri dari unsur Pimpinan Daerah dan 6 Pimpinan Cabang yang ada di Bali meliputi PC KMHDI Denpasar, PC KMHDI Badung, PC KMHDI Buleleng, PC KMHDI Bangli, PC KMHDI Karangasem, dan PC KMHDI Tabanan.

Harapannya kedepan, masing-masing PC juga lebih sering untuk membuat kegiatan serupa agar tidak membuat jenuh kader yang dapat mempengaruhi tren berkegiatan KMHDI di Bali.

Komentar Anda