Diskusi Publik PC KMHDI Denpasar,CIPAYUNG Plus Bali Inginkan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa

Denpasar – Memperingati hari lahirnya Pancasila, organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus Bali menggelar Diskusi Publik dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa” di Denpasar, sabtu (1/6).

Selain memperingati momentum hari lahir Pancasila, kegiatan ini sekaligus merefleksikan bagaimana implementasi dari nilai-nilai Pancasila hari ini. Forum diskusi diharapkan dapat membedah secara lebih mendalam dinamika persoalan kebangsaan hari ini, untuk mengembalikan marwah Pancasila di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita harus kembali pada Pancasila sebagai pedoman hidup bersama, apalagi ketika melihat terjadi konflik pasca Pemilu, Negara terpolarisasi dan kita mesti kembali pada Pancasila sebagai konsensus bersama” ungkap Ketua PC KMHDI Denpasar Putu Asrinidevy selaku salah satu pemantik diskusi tersebut.

Diskusi Publik ini dihadiri oleh Gerakkan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Denpasar, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar, Gerakkan Mahasiswa Kristen Indonsia (GMKI) Cabang Denpasar, Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Denpasar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Denpasar, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Dewata yang tergabung dalam Cipayung Plus Bali menyepakati beberapa pernyataan sikap bersama.

Diakhir kegiatan para peserta diskusi menyepakati 8 poin yang menjadi pernyataan sikap yaitu :
1. Mendesak pemerintah mengevaluasi kembali kerja dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam menjalankan tugas dan tupoksinya.
2. Mendesak pemerintah mengevaluasi kebijakan publik yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
3. Mendorong pemerintah untuk membuat kajian kritis mengenai Finalisasi Pancasila sebagai ideologi bangsa.
4. Mendukung pemerintah untuk menyusun kurikulum berjenjang mengenai pendidikan pancasila secara mengakar.
5. Mendukung pemerintah menindak tegas gerakan-gerakan yang bertentangan dengan nilai-nilai pancasila.
6. Mendesak elit politik melalukan rekonsiliasi nasional pasca Pemilu serentak 2019.
7. Mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan kehidupan berbangsan dan bernegara.
8. Mengakui Pancasila sebagai Ideologi Bangsa.

Kordinator Pelaksana Kegiatan Diskusi Publik Hagai Zefanya mengharapkan poin-poin yang menjadi pernyataan sikap Cipayung Plus Bali yang di kaji melalui forum diskusi hari ini kiranya dapat di dengar oleh pemerintah dan masyarakat luas. “Sehingga kita semua bisa bersama-sama berjuang untuk mengembalikan eksistensi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara” tutupnya.

Komentar Anda