Perwakilan KMHDI Berkunjung ke Negeri Tiongkok

” Satyam Eva Jayate ” , artinya Hanya kebenaran yang selalu menang. Itulah jargon dari KMHDI. Kesatuan mahasiswa hindu Dharma indonesia adalah sebuah organisasi yang bergerak di bidang kemahasiswa hindu di Indonesia. Organisasi ini memiliki Visi dan misi . Visi KMHDI adalah Sebagai Alat Pemersatu Mahasiswa Hindu di Indonesia  dan Alat Pendidikan Kader Mahasiwa Hindu Indonesia. Persatuan yang dimaksud oleh KMHDI adalah persatuan dalam membangun ide untuk generasi muda Hindu demi masa depan Hindu yang lebih baik. Pendidikan yang ditujukan dalam KMHDI adalah pendidikan untuk membentuk kader Mahasiswa Hindu Indonesia untuk memiliki kualitas kader yang tinggi. Sedangkan Misi KMHDI adalah “Memperbesar Jumlah Kader Mahasiswa Hindu Yang Berkualitas”. Dalam hal ini KMHDI diharapkan mampu mengembangkan kuantitas kader dan kualitas kader di seluruh PC KMHDI. Secara umum KMHDI sudah diakui keberadaannya sebagai organisasi nasional di Indonesia.

Pada tanggal 15-22 juni 2019 kemeristekdikti mengadakan kunjungan study tour ke tiongkok dengan melibatkan 45 mahasiswa di seluruh indonesia di setiap kampus & organisasi di seluruh indonesia. Salah satu organisasi yang di undang adalah KMHDI. KMHDI mengirimkan 2 perwakilan anggota yaitu Ketut Budi Wahyuni (PC KMHDI Buleleng ) dan Gede Dandi Pratama Putra  (PC KMHDI Badung). Pemilihan delegasi ini dilakukan dengan berbagai syarat salah satu nya adalah bisa berbahasa inggris dan menulis karangan (essay) dalam bahasa ingris minimal 3 paragraf dengan topik “Budaya dan Teknologi Negeri Tiongkok”. Dengan diadakannya kunjungan study tour ke Tiongkok bertujuan untuk memperkenalkan keindahan alam dan budaya Tiongkok. Pemerintah Tiongkok akan menanggung 50 pemuda dari Indonesia selama 7 hari. Semua biaya akomodasi, lokal transport, meals , termasuk tiket pesawat ekonomi Jakarta – Beijing pulang pergi juga akan di tanggung oleh pemerintah Tiongkok. Sedangkan biaya tiket domestik pulang pergi akan di tanggung oleh Kemenristekdikti. Pemerintah Tiongkok dan Kemenristekdikti tidak menanggung uang saku (allowance) dan kiranya hal ini dapat ditanggung oleh masing-masing peserta.

Banyak yang bisa pelajari dari Negara Tiongkok mulai dari teknologi,wisata,budaya dan kehidupan sosial. Menurut Ketut budi Wahyuni tiongkok adalah salah satu negara maju dan mandiri yang artinya tiongkok tidak terpengaruh dengan negara lain yang memiliki teknologi sendiri. Mulai dari teknologi komunikasi yaitu masyarakat Tiongkok hanya menggunakan aplikasi yang dibuat dari negaranya sendiri seperti we chat dan baidu. Masyarakat Tiongkok tidak menggunakan WA,IG,FB yang sangat tren sekarang ini. Untuk bisa terhubung WA,IG,FB harus menggunakan VPN karena aplikasi tersebut tidak di akses di Negara Tiongkok. Jadi sangat sulit untuk berkomunikasi dengan masyarakat tiongkok di sosial media karena keterbatasan akses sosial media di tiongkok. Selain itu, teknologi transportasi di Tiongkok juga sangat jauh beda dengan Indonesia. Di Tiongkok lebih menggunakan sepeda dan motor listrik sebagai alat transportasi pribadi sehingga mengurangi polusi udara. Disana juga ada mobil, taxi dan bus, masyarakat yang berpergian jauh bisa menggunakan bus atau taxi sebagai alat transportasi umum. Peserta juga mengunjungi beberapa wisata di Tiongkok yaitu pertama mengunjungi Niujie Mosque. Wisata ini adalah tempat ibadah untuk yang beragama muslim. Di tempat ini masih terlihat sangat sederhana, bisa dilihat dari kamar mandi yang masih tradisional yang menggunakan semen dan pintu berupa kain. Meskipun demikian di setiap kamar mandi di Tiongkok di Restaurant maupun Hotel tidak di sediakannya air di WC jadi peserta sangat kesulitan jika harus menggunakan tissu setiap ke kamar mandi. Wisata yang kedua yang dikunjungi adalah Beijing Zoo. Wisata ini terdapat Panda yang menjadi salah satu objek wisata yang utama di Beijing. Selain itu peserta juga mengunjungi wisata utama yaitu Greet Wall Badaling. Wisata ini sangat terkenal di seluruh dunia karena sudah menjadi 7 keajaiban di dunia. Namun saat mengunjungi wisata ini cuaca tidak mendukung yang terjadi adalah hujan sehingga menjadi penghambat perjalanan wisata. Di hari yang bersamaan peserta juga mengunjungi Forbiden City. Wisata ini dipercaya dulunya sebuah kerajaan bekas istana china yang letaknya sangat strategis karena berada di pusat kota beijing. Wisata International Hortcultural Exibition 2019 di Beijing sangatlah luas disana terdapat banyak wisata yang sangat indah. Untuk mengetahui keindahan International Horticultural Exibition 2019 Peserta harus menggunakan kereta mini untuk jalan-jalan. Peserta di berikan waktu 2 jam setengah untuk mengunjungi wisata ini karena di ketahui wisata ini sangat luas. Selain tempat wisata peserta juga berkunjung ke 2 universitas yaitu Peking University dan Hebei Normal University. Dalam hal ini Tiongkok mengharapkan kerja sama dengan Indonesia lebih erat. Beberapa Mahasiswa Indonesia telah menuntut ilmu di Tiongkok. Pemerintah Tiongkok juga menerapkan sistem beasiswa kepada mahasiswa lokal dan international. Jadi peluang mahasiswa Indonesia untuk kuliah di Tiongkok sangat besar dengan adanya beasiswa. Namun dalam pembelajaran mahasiswa lokal dan international harus dipisahkan karena ada pengkhususan untuk mahasiswa international mengenai bahasa yang digunakan. Mahasiswa international bisa menggunakan bahasa inggris atau bahasa mandarin. Di Tiongkok juga diadakannya kursus bahasa mandarin bagi mahasiswa International jadi mahasiswa international tidak cemas lagi mengenai bahasa karena semua itu bisa dipelajari. Tidak lupa juga peserta telah berkunjung ke 2 perusahaan di Tiongkok yaitu perusahaan pembuatan animasi dan perusahaan pembuatan susu dan yogurt ( Junlebao) . Kedua perusahaan ini sangat maju di Tiongkok, pembuatan animasi di Tiongkok membutuhkan pegawai yang memilki wawasan yang luas dan mampu memilki kreatifitas yang tinggi untuk membuat animasi. Sistem kepegawaian di Perusahaan ini juga ada sistem trening , jika pegawai mampu menghasilkan suatu animasi yang kreatif akan diberikan kedudukan yang tetap demikian juga sebaliknya. Selain itu perusahaan minuman susu dan yogurt ini sangat terkenal di Hubei. Perusahaan ini sangat besar yang di dalamnya banyak terdapat pabrik pembuatan minuman dan proses pembungkusannya. Jadi minuman yang di buat di pabrik ini sangat higienis asli tanpa campur tangan manusia. Di Tiongkok juga memiliki kebudayaan tersendiri yaitu salah satu nya kebudayaan ketika makan. Pada saat makan masyarakat Tiongkok menggunakan sumpit pengganti sendok dan ketika makan besar disedikannya beberapa makanan untuk bersama dengan meja bundar yang melingkar. Hal ini menjadi kebiasaan masyarakat di Tiongkok untuk menjalin hubungan antar sesama. Makanan yang ada di Tiongkok memiliki khas tersendiri dengan cipta rasa yang khas, namun lidah masyarakat Indonesia pertama kali tidak cocok , seiring pergantian hari akhirnya bisa menyesuaikan. Sebagian besar masyarakat Tiongkok tidak bisa berbahasa Inggris, masyarakat Tiongkok menggunakan google translate untuk menterjemahkan bahasa mandarin ke bahasa inggris untuk mempermudahkan komunikasi. Tetapi seharusnya masyarakat Tiongkok harus mengetahui dasar-dasar kosa kata dalam bahasa inggris untuk menambah pengetahuan tentang bahasa inggris dan lebih mempermudah dalam berkomunikasi dengan masyarakat asing. Kehidupan sosial masyarakat Indonesia di Tiongkok di sambut dengan hangat. Masyarakat Tiongkok sangat ramah dengan orang asing. Bahkan sangat menghargai keberadaan orang asing yang ada di Tiongkok. Dengan adanya kunjungan ini di harapkan penerus bangsa Indonesia yaitu Mahasiswa Indonesia mampu membangun negara sebaik mungkin dengan keanekaragaman yang dimiliki Bangsa Indonesia agar mampu bersaing di dunia International. Membangun jati diri juga sangat penting untuk kemajuan Nusa dan Bangsa. Sumber Daya Manusia di Indonesia harus meningkat dengan seiring perkembangan jaman agar mampu menjadi negara Maju yang di akui seluruh dunia.

Komentar Anda