MENGINGAT KEMBALI HARI 21 TAHUN REFORMASI, MAHASISWA MENDISKUSIKAN SEJARAH PERJALANAN BANGSA

Denpasar – Memperingati hari 21 tahun Reformasi, Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Denpasar gelar Ngopi (Ngobrol Pintar) di Gedung PHDI Provinsi Bali, Minggu (26/5).

Kepala Bidang Litbang PC KMHDI Denpasar, I Wayan Agus Pebriana menyatakan tujuan pelaksanaan Ngopi bulan ini untuk memperingati 21 tahun umur reformasi, serta sebagai upaya membuka wawasan terhadap sejarah perjalanan bangsa dengan memetik nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa reformasi 1998. Kegiatan Ngopi ini diawali dengan nonton bareng film dokumenter Tragedi Jakarta 1998 (Gerakan Mahasiswa Indonesia), yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi.

“Ngopi merupakan agenda bulanan yang digelar oleh PC KMHDI Denpasar, dan untuk bulan ini tema yang didiskusikan yaitu Mengurai Kembali Peristiwa Reformasi & Keberlangsungan Orde Reformasi” tambahnya.

“Berdiskusi mengenai Reformasi sangat penting untuk dibangkitkan lagi, terutama mengenai bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Terlebih ada 6 tuntutan reformasi yang sampai hari ini harus kita kawal, sebagai bentuk pertanggungjawaban status kita sebagai mahasiswa” tegasnya saat memimpin langsung diskusi.

Ketua PC KMHDI Denpasar Putu Asrinidevy juga menyampaikan mengingat kembali sejarah perjalanan bangsa merupakan hal wajib yang harus dilakukan mahasiswa saat ini, sebagai Agent Of Change, Iron Stock, dan Control Sosial

Beragam pandangan muncul disampaikan peserta Ngopi, salah satunya Arya Gangga yang menegaskan bahwa gerakan mahasiswa, semakin hari semakin melempem ditambah rasa apatis dan acuh tak acuh yang menjangkiti mahasiswa, tidak seperti dulu ketika 1998.

I Wayan Darmayasa peserta diskusi juga menyampaikan bahwa masih ada 2 tuntutan reformasi yang belum tuntas, pertama ialah penegakan Supremasi Hukum dan kedua ialah pemberantasan KKN. “Ditegaskan juga bahwa sampai hari ini mahasiswa harus tetap pada jalan perjuangan yaitu wujudkan cita-cita reformasi”
tutupnya.

Komentar Anda