Peringati Hari Kartini Aliansi Pemuda Peduli Kesetaraan melakukan aksi di DPRD Provinsi Kalimantan Tengah

Sejarah panjang yang dilakukan oleh Ibu kita R.A Kartini mampu membawa perubahan besar di Indonesia. Perjuangannya dimulai sejak Kartini merasakan banyaknya diskriminasi yang terjadi antara laki-laki dan perempuan pada masa itu.

Aliansi Pemuda Peduli Kesetaraan yang terdiri dari BEM, Cipayung+, KMHDI, GMNI, PMKRI, GMKI dan Seruni melakukan aksi di depan Halaman DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Selasa, 23 April 2019

Yongky Agustiar selaku jubir perwakilan dari KMHDI mengatakan bahwa sebagai Dasar Negara Indonesia Pancasila belum dirasakan oleh kaum perempuan khususnya pada sila ke 5 yaitu “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” dengan melihat bahwa pada kenyataannya diskriminasi, pelecehan seksual, bullying, body shamming, dan budaya patriarki masih menjadi permasalahan utama pada perempuan sehingga pada hari ini kami selaku “Aliansi Pemuda Peduli Kesetaraan” menyuarakan ketidakadilan itu.

Pada kesempatan itu mengharapkan pihak DPRD provinsi bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan beberapa poin tuntutannya seperti
1. Segera sahkan RUU PKS
2. Kesetaraan Gender
3. Stop bullying dan body shamming
4. Pendidikan demokrasi bagi perempuan Indonesia
5. Stop budaya patriarki

Dalam suasana aksi di halaman depan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, kami tidak diperbolehkan masuk dalam gedung DPRD, dengan alasan karena kami ingin masuk bersama dan membawa bendera organisasi masing-masing, memang ada beberapa pihak DPRD provinsi menemui kami, tapi kami tidak diperbolehkan karena kami ngotot membawa bendera organisasi dengan berbagai alasan dari pihak DPRD SOP dan sebagainya, pihak kepolisian menghalangi kami masuk.

Pada akhirnya kami melakukan diskusi dan kesepakatan bahwa petisi di sampaikan pada sekwan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah juga membuat video sebagai bentuk pihak DPRD Provinsi mendukung apa yang kami sampaikan. tambahnya

Komentar Anda