TUBUH WARGA NEGARA DIURUSI NEGARA

Kasus Prostitusi Online maupun tidak Online belakangan Ini memang menyita perhatian masyarakat Indonesia, tentunya karena Kasus ini sering menyeret nama-nama publik figur di Indonesia. Prostitusi telah ada di Indonesia tentunya sejak bangsa Indonesia dijajah oleh belanda. Prostitusi sendiri bukan terjadi di Indonesia saja, bahkan hampir diseluruh Negara di dunia. 10 negara di dunia pun telah melegalkan prostitusi, yaitu Selandia Baru, Jepang, Brazil, Kanada, Republik Dominika, Israel, Belanda, Irlandia, Nevada, dan Swedia. Lalu bagaiman di Indonesia ?

Akhir-akhir ini memang KUHP kita sedang dalam pembahasan beberapa pasal yang perlu perbaikan dan penambahan guna menyempurnakan pasal demi pasal yang ada dalam KUHP. Tetapi, yang menjadi sorotan disini adalah salah satu aturan yang mengatur perbuatan zina dan perbuatan cabul pasal 483 ayat (1) huruf e tentang sikap pemerintah terhadap kriminalisasi hidung belang.

Pasal 483 ayat (1) huruf e berbunyi : “Dipidana karena zina, dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan.” Rancangan pasal tersebut akan menggantikan pasal 296 KUHP yang berbunyi : “barang siapa yang mata pencahariannya atau kebiasaanna yaitu dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.”

Pasal yang diusulkan oleh Presiden tersebut berarti akan mempidana Laki-Laki dan PEREMPUAN yang tidak menikah tapi bersetubuh. Artinya, bukan hanya mereka yang terlibat prostitusi, teapi juga mereka yang bersetubuh atas dasar suka sama suka, bisa dipenjarakan, jika ternyata bukan pasutri. Lalu banyak PEREMPUAN yang hamil di luar nikah, mereka bisa dipenjarakan, karena ada bukti bahwa mereka hamil.

Bagaimana membuktikan Laki-Laki lajang yang telah bersetuuh ? akan sangat sulit tentunya. Bagaimana membuktikan wanita lajang yang telah bersetubuh ? kalau sudah hamil ya jelas sudah terbukti. Lagi dan lagi kaum PEREMPUAN yang menjadi KORBAN. Jadi dengan munculnya usulan tersebut, bukan akan melindungi PEREMPUAN, tetapi malah akan memakan banyak korban PEREMPUAN. Terbukti ketika Laki-Laki banyak dimintai tanggung jawab untuk menikahi saja banyak yang kabur, apalagi kalau akan masuk penjara bersama-sama.

Bayangkan berapa banyak masyarakat yang akan dipenjara apabila benar-benar RUU ini disahkan ? bayangkan berapa banyak Pemerintah harus mengeluarkan biaya untuk membuat penjara ? dan bayangkan berapa juta anak yang akan terlahir ke dunia tanpa sosok seorang ayah ? apakah Negara perlu membuat peraturan sampai mengurusi TUBUH rakyatnya ? apakah Negara tidak punya urusan lain selain TUBUH ? masih banyak urusan Negara dari sabang sampai merauke yang belum terselesaikan, masih banyak para koruptor yang berkeliaran bebas diluar sana, masih banyak premanisme yang menekan masyarakat kecil. Apakah benar Negara ini dibuat hanya untuk kepentingan penguasa ?

Yang pasti, jika RUU ini disahkan dan mulai diberlakukan, saya akan siap untuk mengajukan uji materiil ke Mahkamah Konstitusi.

 

Palguna Gautama

Anggota Dept. Kajian dan Isu PP KMHDI

 

Refrensi :

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

https://m.detik.com/news/berita/d-4373808/presiden-setuju-hidung-belang-dipenjara-5-tahun-tapi-mangkrak-di-dpr

www.gresnews.com/berita/hukum/100264-pidana-bagi-perempuan-pekerja-seks-dalam-ruu-kuhp-diskriminatif/

Komentar Anda