Tutup Penggalangan Donasi, PP KMHDI Salurkan Bantuan ke Sulteng

Palu – Kamis, 18 Oktober 2018 Ketua Departemen Sosial Kemasyarakatan Pimpinan Pusat KMHDI I Wayan Yogi Mirzagita dan pengurus KMHDI Palu, Sulawesi Tengah  hadir  langsung sebagai relawan untuk menyalurkan bantuan kepada korban bencana Gempa dan Tsunami Donggala, Palu – Sulawesi Tengah.

Penyaluran bantuan ini merupakan penyaluran tahap pertama dari donasi yang telah dikumpulkan selama 3 minggu melalui gerakan KMHDI Peduli Sulteng se Indonesia. Yogi mengungkapkan Penyaluran bantuan ini akan dilaksanakan selama 3 hari sampai dengan Sabtu, 20 Oktober 2018.

“Penyaluran bantuan pertama telah kita salurkan di tiga titik pengungsian di Kabupaten Sigi, yaitu di Desa Oloboju, Gereja Bethel Indonesia Desa Jono Oge, dan Gereja Bala. Bantuan yang disalurkan berupa Tenda, Logistik/kebutuhan pokok dan Kebutuhan bayi dan ank-anak” ucap Yogi di Palu, Sulawesi Tengah 18 Oktober 2018.

Selain menyalurkan kebutuhan pokok, penyaluran donasi yang dilakukan oleh KMHDI ini juga akan dirangkai  dengan kegiatan trauma healing untuk anak-anak dan remaja, dan periksa kesehatan gratis kepada korban di posko pengungsian.

“Kegiatan trauma healing akan dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu besok. Selain itu kita juga akan menyerahkan bantuan untuk rekonstruksi bangunan Pura yang ada di Palu,” sambungya.

Sebelumnya, Gerakan KMHDI peduli Sulteng ini dilakukan dengan turun langsung ke masyrakat oleh seluruh cabang KMHDI se Indonesia, Forum Alumni KMHDI, masyarakat umum, bahkan telah menggerakan komponen masyarakat internasional. Sampai donasi ini disalurkan, bantuan yang telah terkumpul sebesar Delapan Puluh Juta Rupiah.

“Mewakili  kader KMHDI kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah tergerak hatinya untuk membantu korban dalam gerakan KMHDi peduli Sulteng. Kami berharap agar masyarakat selalu memberikan dukungan kepada para korban agar tetap tabah karena duka di Palu adalah duka kita bersama,” ungkapnya.

Selain itu Yogi mengungkapkan harapannya kepada Pemerintah untuk tetap menjaga komitmen dalam memulihkan kondisi kota dan kabupaten yang terdampak bencana. Paling penting juga menurutnya adalah membangun kembali manusianya untuk dapat bangkit dari keterpurukan dan duka.

“Hari ini kami melihat kondisi bangunan yang sebagaian besar telah rata dengan tanah dan merasakan lagsung bagaimana kondisi psikologi para korban. Pemerintah pusat maupun daerah harus benar-benar memastikan bahwa kebijakan yang dibuat untuk membangkitkan wilayah ini sampai tuntas,” tutupnya.

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai