Lagi! Wisatawan Asing Naik Pelinggih, KMHDI Bali Bergerak dan Ingin ini yang Terakhir

Pasca viralnya foto Warga Negara Asing (WNA) naik di pelinggih Pura Penyawangan Subak disekitar Pura Batukaru Penebel, Pimpinan Daerah (PD) KMHDI Bali bertemu Kapolsek Penebel pada Kamis, 13 September 2018 sekitar Pukul : 14.30 Wita.

PD KMHDI Bali bersama perwakilan Pimpinan Cabang (PC) KMHDI Denpasar temui Kapolsek Penebel diruangannya guna mencari kebenaran terkait informasi yang tersebar di media sosialterkait seorang WNA yang naik diatas palinggih pura Penyawangan Subak disekitar Pura Batukaru Penebel.

Sebelumnya, PD KMHDI Bali bersama PC KMHDI Denpasar sudah mendatangi Kantor PHDI Tabanan dan Kantor DPRD Tabanan untuk menggali kebenaran informasi terdapat WNA yang menaiki pelinggih Pura Penyawangan Subak disekitar Pura Batukaru Penebel. Dari hasil pertemuan dengan pihak PHDI Tabanan yang diterima langsung oleh Sekretaris PHDI Tabanan, Made Sukadana akan berkoordinasi kepada PHDI Kecamatandan bertemu dengan Perbekel Desa Wangayagede untuk mencari informasi lebih jelas. Sedangkan dari hasil pertemuan dengan pihak DPRD Kabupaten Tabanan yang diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut Suryadi, pihaknya akan turun tangan langsung untuk melakukan koordinasi dan tindakan kepada pihak terkait.

Ketua PD KMHDI Bali I Gusti Ngurah Kirana Dana yang akrab disapa Togar mengatakan bahwa kejadian ini bukanlah yang pertama, melainkan sudah kesekian kalinya sehingga perlu adanya tindakan atau sanksi tegas kepada pelaku agar kedepannya tidak kembali terulang hal yang serupa. Dari data kepastian yang kita butuhkan terkait lokasi memang benar kejadian ini terjadi. Hanya saja yang belum pasti kapan pengambilan gambar ini dilakukan. “Jadi kami meminta Pak Kapolsek untuk segera menemukan WNA tersebut, setelah ditemukan agar yang bersangkutan mempertanggungjawabkan tindakannya” ucap dari Togar yang didampingi oleh dua anggota PC KMHDI Denpasar, I Gede Buma Dyatmika dan Anak Agung Ngurah Gede Agung Wira Loka Natha di Mapolsek Penebel.

Atas kejadian tersebut, ia berharap hal ini tidak terulang kembali dan meminta kepada semua pihak yang berwenang untuk membuat suatu aturan yang mengikat dan tentu saja memberikan sanksi agar kedepannya memberikan efek jera dan mengedukasi masyarakat agar bersama-sama menjaga kesucian pura. *Rls

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai