Terkait Perusakan Pelinggih di Buleleng, Berikut Sikap PC KMHDI Buleleng

Terkait insiden perusakan pelinggih di Jalan Melati, Singaraja, yang memicu reaksi dari umat yang ada di Bali. Pada lini masa sosial media, banyak yang mengecam peristiwa tersebut. Bahkan ada yang menjurus pada ancaman aksi anarkistis.

Menanggapi fenomena tersebut, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Buleleng meminta agar umat menahan diri terkait kondisi tersebut. Saat ini KMHDI Buleleng tengah mengambil langkah-langkah strategis, agar permasalahan tak melebar. KMHDI Buleleng pun mengeluarkan lima poin pernyataan sikap terkait insiden yang terjadi di Kabupaten Buleleng.

Adapun 5 point pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh PC KMHDI Buleleng pada Selasa (5 Juni 2018) tersebut, adalah sebagai berikut:

  1. Mengecam segala bentuk perusakan tempat ibadah yang disengaja.
  2. Menghimbau umat untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan provokatif baik secara langsung maupun di media sosial
  3. Menghimbau masyarakat agar mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus pada pihak kepolisian.
  4. Mendukung pihak kepolisian mengambil tindakan tegas sesuai perundang – undangan yang berlaku.
  5. Tetap menjaga kerukunan umat beragama.

“Hal-hal yang kontra produktif, apalagi bernuansa anarkistis, justru berpotensi memecah belah persaudaraan kita yang sudah terjalin dengan baik di Buleleng. Serahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian. Kami yakin polisi akan menindaklanjuti insiden ini secara proporsional dan profesional,” tambah Teja, Ketua PC KMHDI Buleleng.

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai