PC KMHDI Metro Gelar KMHDI Mengajar di Lampung Utara

Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Metro menggelar kegiatan KMHDI Mengajar di desa Sumber Agung, Abung Timur , Lampung Utara, Jumat-Minggu(22-23/6/2018).

Ketua pelaksana, Putu Ekayasa, mengatakan bahwa KMHDI Mengajar 2018 kali ini mengakat tema religius, dalam kurun waktu 3 hari, materi yang akan di sampaikan terkait penguatan kitab suci Weda.

“KMHDI Mengajar 2018 kali ini mengangkat tema religius, jadi materi yang disampaikan dalam kurun waktu 3 hari ini semua terkait penguatan kitab suci Weda” kata Putu.

Kegiatan KMHDI Mengajar ini disambut baik oleh warga setempat dan pada sambutan ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia(PHDI) Kec. Abung Timur, Wayan Suadita, juga mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas kunjungan selama 3 hari dalam kegiatan KMHDI Mengajar.

“Saya mewakili masyarakat Hindu yang ada di desa Sumber Agung, Abung Timur, Lampung Utara, mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas kunjungan dari PC KMHDI Metro di tempat kami. Kami berharap dengan adanya kegiatan KMHDI Mengajar ini semua target yang ingin dicapai oleh panitia bisa tercapai semua” ucap Wayan Suadita.

Selanjutnya Ketua PC KMHDI Metro, I Putu Setiawan, mengatakan bahwa, KMHDI Mengajar ini adalah kegiatan yang digelar dengan maksud menjalankan amanat UUD 1945 ‘Mencerdaskan kehidupan bangsa’ dan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang tertuang dalam tri darma perguruan tinggi sebagai langkah untuk menguatkan pendidikan di Indonesia.

“KMHDI Mengajar adalah kegiatan yang dilakukan serentak se-Indonesia oleh PD/PC KMHDI se-Indonesia. Kegiatan ini bermaksud menjalankan amanat UUD 1945 ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ dan pengabdian kita terhadap masyarakat, sebagai langkah untuk menguatkan pendidikan Indonesia” ujarnya.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan pemahaman terkait Weda kepada para peserta dan saya sebagai ketua PC KMHDI Metro berharap di kegiatan KMHDI Mengajar 2019 berikutnya, panita pelaksana dapat menambahkan materi di luar religius tanpa menghilangkan religiusnya, seperti wawasan kebangsaan, peran pemuda di masa depan, dll” tutup Putu Setiawan. *rls

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai