Bertemu Kepala KSP Moeldoko, KMHDI Sampaikan Pentingya Organisasi Ekstra Kampus “Back to Campus”

Pengurus Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) diterima oleh Kepala Staf Kepresidenan Jendral TNI (Purn) Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta (07/06/2018). Dalam pertemuan tersebut PP KMHDI menyampaikan beberapa hal terkait isu kebangsaan dan juga rencana perhelatan Mahasabha atau Kongres Nasional XI KMHDI yang sesuai rencana akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo pada akhir Agustus di Yogyakarta.

Presidium PP KMHDI Putu Wiratnaya menyampaikan komitmen KMHDI dalam menjaga kerukunan Bangsa yang berlandaskan pada Pancasila, yang juga beiringan dengan OKP lintas agama lainnya (Cipayung Plus).

Dulu kami didoktrin untuk jaga jarak dengan Pemerintah, tapi kondisi saat ini KMHDI sepakat untuk bergandeng tangan dengan Pemerintah dalam menjaga stabilitas kebangsaan, karena kami rasa Pemerintah tidak akan bisa berjalan sendiri” ujar Wirat.

Selanjutnya Wirat juga menegaskan tentang pentingnya peran organisasi ekstra kampus khususnya yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus untuk mencegah mahasiswa terpapar paham radikalisme.

Kita semua sangat kaget, karena BNPT menyebutkan ada 7 bahkan lebih kampus yang terpapar paham radikalisme. Tentu untuk itu kehadiran organisasi ekstra kampus yang fokus pada kebangsaan perlu masuk kembali kedalam kampus untuk memastikan mahasiswa tidak ikut terpapar dalam paham radikalisme” tegas Wirat dalam pertemuan itu.

Kemudian Presidium KMHDI  Made Wirayasa meminta KSP untuk dapat mengambil peran dalam meredam isu-isu sara yang akan terus bergulir dalam tahun politik seperti sekarang ini.

Kita ingin bagaimana KSP meyakinkan kita isu sara dapat diredam dalam proses demokrasi kita misalnya dalam pemilu ataupun pilkada” harap Wira.

Selain membahas isu kebangsaan, KMHDI juga mengundang Kepala KSP untuk hadir dalam pembukaan Mahasabha atau Kongres Nasional XI KMHDI di Yogyakarta.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh KMHDI, Kepala Staf Kepresidenan Jendral TNI (Purn) Moeldoko, mengajak mahasiswa juga perguruan tinggi untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berbentuk penguatan nasionalisme dan wawasan kebangsaan.

Tri Dharma perguruan tinggi dalam bentuk KKN, mahasiswa harus ikut membangun hal yang non fisik yaitu penguatan bela Negara. Ikut membangun fisik boleh saja, tapi akan lebih penting ikut membangun non fisik ditengah masyarakat, sehingga mencegah paham – paham radikalisme berkembang dimasyarakat” ujar Moeldoko.

Selanjutnya kita harus sepakat untuk menciptakan suasana optimis dalam proses pendewasaan demokrasi. Jadi tidak usah khawatir berlebihan tapi waspada harus sehingga perpecahan dalam media sosial tidak terjadi ditengah masyarakat” tambah Moeldoko.

Diakhir Moeldoko juga menyatakan siap hadir dalam Mahasabha XI KMHDI dan akan membantu memastikan Presiden hadir dalam kegiatan tersebut.

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai