Peran Penting KMHDI Yogyakarta Sukseskan Perayaan Nyepi 2018 di DIY

Panitia Nyepi dibentuk oleh PEMBIMAS HINDU dan PHDI DIY, yang bertujuan untuk mensukseskan rangkaian kegiatan hari raya nyepi.  Adapun rangkaian kegiatan nyepi yang di buat adalah Dharma Tula, Yoga Masal, Bhakti Sosial, Sarasehan Lintas Agama, Upacara Wanakerti, Girikerti, Melasti, Festival Budaya dan Dharma Santi. Dikarenakan tahun ini adalah tahun 2018 yaitu tahun genap. Maka yang menjadi tuan rumah untuk Tawur Kesanga yang setiap nyepi di adakan di Prambanan adalah Panitia nyepi Jawa Tengah. Hal ini sudah diatur bila tahun ganjil yang menjadi tuan rumah adalah Panitia DIY. Sedangkan bila tahunnya genap maka yang menjadi tuan rumah adalah Panitia Jawa Tengah. Untuk ketua umum panitia nyepi DIY tahun ini adalah I Komang Kusuma.

Dalam hal ini, kader – kader KMHDI ikut serta dalam kepanitiaan nyepi DIY. Kadek Cahya Wisnu Murti yang megambil bagian penting dalam kepanitaan nyepi pada tahun ini, yaitu menjadi sekertaris 2 untuk panitia umum yang biasanya diisi oleh orang – orang senior yang rata-rata sudah berkeluarga. Kadek Ayu Tia Puspasari yang masuk kedalam divisi baksos sebagai Kordinator KMHDI. Dewa Gede Bima Prabawa yang pada tahun ini menjadi ketua baksos mahasiswa. Dan teman – teman KMHDI yang lain ikut serta menjadi anggota dan mengambil alih sebagian besar kordinator divisi yang ada di kepanitiaan baksos mahasiswa.

Untuk kegiatan bhakti sosial di serahkan kepada panitia baksos mahasiswa. Selain bhakti sosial, yoga masal dan sarasehan lintas agama juga di serahkan kepada panitia baksos mahasiswa. Kegiatan pertama yang di lakukan adalah yoga masal yang di adakan pada minggu, 4 Februari 2018 di halaman Balai Kota DIY. Acara yoga ini di hadiri langsung oleh Wakil Walikota Jogja. Kegiatan yoga masal berjalan dengan lancar dengan peserta yang antusias hadir yang berjumlah sekitar 200 orang. Kegiatan kedua adalah Bhakti Sosial Sleman yang di adakan pada minggu, 11 Februari 2018 di Pura Sri Gading daerah Sayegan, Sleman. Dalam bhakti sosial tersebut, mahasiswa melakukan inovasi baru yang sebelumnya belum pernah di lakukan oleh panitia baksos dalam melakukan bhakti sosial, yaitu membuat pelatihan kewirausahaan. Panitia baksos mahasiswa memilih hal terebut karena pelatihan kewirausahaan bermanfaat untuk jangka panjang dan juga agar masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sana. Kegiatan ke tiga adalah sarasehan lintas agama yang di adakan pada sabtu, 17 Februari 2018 di gedung Santi Sasana, Pura Jagadnata, Banguntapan. Acara sarasehan di hadiri oleh Danrem dan FKUB. Acara yang ke empat adalah Bhakti Sosial yang meliputi jalan sehat, donor darah, pengobatan gratis dan pembagian sembako yang diadakan pada minggu 25 Februari 2018 di Gedung Santi Sasana, Pura Jagadnata, Banguntapan. Bhakti Sosial ini bisa dibilang paling meriah dari pada kegiatan yang lain karena ada pembagian doorprize dan games yang mengikutsertakan anak-anak dan remaja. Panitia Baksos mahasiswa bukan hanya berkegiatan seperti apa yang di tuliskan di atas. Tetapi juga ikut membantu dalam kegiatan lain yang di agendakan oleh panitia nyepi DIY. (rls)

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai