PP KMHDI: Misi Perdamaian adalah Tanggung Jawab Bersama

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) berkerja sama dengan International Peace Youth Group (IPYG), Heavenly Culture World Peace Restoration of Light (HWPL) dan beberapa organisasi kepemudaan Indonesia dalam melaksanakan sebuah kegiatan yang bertajub konferensi lintas agama Youth Peace Network Conference.

Kegiatan konferensi ini dihadiri oleh kurang lebih 50 pemimpin organisasi lintas agama dari Indonesia dan beberapa organisasi perdamaian dari Korea Selatan termasuk Ketua Heavenly Culture World Peace Restoration of Light Mr. Man Hee Lee. Dalam sambutanya ia mengungkapkan keperihatinannya terhadap perdamaian dunia saat ini yang dinilai masih jauh dari kata damai.

“Dunia sedang dihadapkan dengan ancaman disetiap saat, perbedaan yang sebenarnya merupakan sebuah anugrah dari Tuhan justru menjadi salah satu pemicu peperangan terbesar, khususnya agama. Setiap nyawa yang hilang dalam perang tidak dapat digantikan hanya dengan perbaikan ekonomi atau kondisi politik kedua negara, ini adalah masalah kemanusiaan” ungkapnya (27/01/2018).

Sedangkan KMHDI yang diwakilkan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat KMHDI mengungkapkan bahwa misi perdamaian tidak hanya menjadi tanggung jawab negara yang sedang mengalami konflik, tapi hal tersebut menurutnya adalah tanggung jawab bersama dengan mengesampingkan kepercayaan dari setiap individu.

“4 konflik terbesar yang sedang kita hadapi saat ini adalah gonocide, ethnic cline, war crime dan crime againts humanity. Ke empat permasalahan ini yang kemudian harus menjadi perhatian kita, karena memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan adalah memperjuangkan kebenaran” pungkasnya di Grand Hayatt, Jakarta.

Menurutnya, peran serta indonesia dalam operasi pemeliharaan perdamaian bukan didasarkan pada kepercayaan atau latar belakang yang dianut, namun misi ini merupakan amanat pembukaan UUD 1945, yaitu dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilaan sosial. Salah satunya ketika Indonesia mengirimkan 200 personel Pasukan Garuda untuk misi perdamaian ke Republik Afrika Tengah pada September 2017 lalu.

Pada saat ini, menurut Andre Indonesia pun belum bisa dikatakan terbebas dari ancaman-ancaman konflik horizontal. Karena tidak dipungkiri kondisi penduduk yang plural akan melahirkan multi perspektif dan apabila tidak terjaga maka akan menimbulkan gesekan.

“Dalam teori realis oleh Thomas Hobbes ada yang disebut dengan istilah homo homini lupus atau manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. Artinya kita harus selalu waspada dan tetap menjaga semangat kebersamaan dalam perbedaan ini” ungkapnya.

Kegiatan Youth Peace Network Conference juga dirangkai dengan kegiatan Walk of Hope for Peace & Harmony di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta yang merupakan salah satu bentuk kampanye perdamaian dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai latar belakang.

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai