Lagi! KMHDI Karangasem dan AGMH NTB Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Gunung Agung

Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Karangasem dan Aliansi Generasi Muda Hindu (AGMH) NTB yang terdiri dari gabungan beberapa organisasi Hindu di NTB melakukan kegiatan penyaluran bantuan ke beberapa titik pengungsian, pada Sabtu-Minggu 30-31 Desember 2017 kemarin. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi yang dominan kekurangan bantuan setelah pengangkatan status menjadi awas beberapa bulan lalu.

Kegiatan dilakukan di beberapa titik posko, dan nampak dihadiri oleh 4 perwakilan dari AGMH NTB yang di komandoi Wiyan Martiwi Karismawati SE (Ketua PD KMHDI NTB), bersama Ni Luh Meike Ardiyaningsih (Ketua Mahadharya  Poltekkes),  I  Ketut Suarthaputra Patama (PD KMHDI NTB),  I Putu Aditya Pratama (KMHD UNRAM). Setibanya di Bali `tanggal 29 malam hari, Wanita yang akrab disapa Wiyan ini langsung menuju posko Padang Bai yang di dirikan KMHDI Karangasem ,untuk keesokan hari menuju masing-masing posko yang dirasa masih kekurangan bantuan.

“Bantuan yang kami berikan merupakan sumbangan dari warga, yang kami kumpulkan di sekretariat bersama di NTB, yang mana warga Karangasem juga banyak bermukim di NTB. Kami sudah 3 kali ke Karangasem untuk membawa bantuan baik berupa logistik makanan, mck, perlengkapan bayi, baju bekas dan peralatan masak.  Selain itu kami sengaja menyempatkan diri untuk ikut secara langsung membagikan bantuan, hanya ingin memastikan  bahwa memang benar pengungsi dalam keadaan yang kurang logistik yang kami perioritaskan” ujar Wanita yang juga asli memiliki darah Sidemen ini.

Dalam kehadirannya ke Karangasem AGMH NTB tidak sendiri, namun melakukan kerjasama dengan PC KMHDI Karangasem, dimana sebagai tuan rumah untuk membantu mendistribusikan bantuan yang mereka bawa. PC KMHDI Karangasem yang baru saja memiliki Ketua terpilih I Putu Eka Karmadi Wijaya tanggal 26 Desember 2017 kemarin, mengatakan

“masih banyak warga yang berada di pengungsian  terutama warga dari KRB 3 dan KRB 2, namun jumlah bantuan yang diterima masih jauh dari kata mencukupi, sehingga kami tetap berkomunikasi dengan Wiyan yang juga Ketua PD KMHDI NTB. Jadi tidak hanya NTB, KMHDI hari ini memiliki basis di hampir seluruh wilayah Indonesia jadi kami tetap berkomunikasi dengan mereka semua terkait bantuan yang kiranya di kumpulkan. Selain itu kegiatan ini merupakan implementasi dari himbauan Pimpinan Pusat KMHDI pada saat memberikan sambutan pembukaan pada SABHA III PC KMHDI Karangasem 25 Desember lalu, dimana kami diharapkan dapat membantu masyarakat yang terkena dampak erupsi” imbuh pria yang baru seminggu menjabat ini..

AGMH NTB dan PC KMHDI Karangasem menyasar 5 posko pengungsian. Yang pertama ada posko pribadi di wilayah jungsri atau tepatnya sebelah timur pertigaan jungsri dari barat, yang kedua ada posko di Banjar Kreteg Desa Bebandem, yang ketiga ada Posko di Balai Serbaguna Bebandem, selanjutnya di posko Wantilan Desa Adat Bugbug. Keesokan harinya teman relawan berangkat menuju posko Grudug Mesra di Br. Kedungdung Desa Besakih. Adapun bantuan yang d berikan bermacam-macam sesuai kebutuhan yang mereka minta seperti : paket MCK, sayuran, beras, matras, bantal, dan terpal.

Koordinator   posko Grudug Mesra I Wayan Suartika menyebutkan bahwa, “bantuan yang diberikan sangatlah bermanfaat bagi masyarakat, namun ia mengingatkan bahwa jika memang nantinya terjadi erupsi dahsyat maka dampaknya akan sangat lama dan membutuhkaan waktu untuk tahapan pemulihan. Sehingga kami mengharapkan banyak yang dapat konsisten membantu tidak hanya hangat diawal saja” imbuh pria yang juga salah satu tokoh pemuda di Desa Besakih. *Rls

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai