Peringati Sumpah Pemuda, KMHDI dan Cipayung Plus Palopo Ajak Pemuda Jaga Persatuan

Kelompok Cipayung Plus Kota Palopo, mengajak seluruh kalangan pemuda untuk tetap menjaga jiwa persatuan dan kesatuan Indonesia, sebagai generasi pemegang tongkat estapet untuk perkembangan bangsa kedepannya. Kelompok yang terdiri dari berbagai latar belakang organisasi ini, juga mengharapkan agar melalui momentum sumpah pemuda masyarakat Kota Palopo, mampu lebih menghayati arti dari sebuah perbedaan serta menolak secara penggunaan isu sara sebagai alat politik nantinya, menjelang pilkada serentak 2018 mendatang.

Hal tersebut, diungkapkan oleh para ketua-ketua lembaga yang bernaung dibawah Kelompok Cipayung Plus saat memberikan keterangan kepada awak media, Pura mandira taman sari, Jalan Bangau, Kelurahan Temalebba, Kota Palopo, Sabtu, (28/10/2017).

Ketua Cabang PMII Kota Palopo, Muh Irsal Syarifuddin, mengatakan jika momentum hari sumpah pemuda merupakan sebuah momentum dimana para pemuda dan pemudi bangsa Indonesia mampu bersatu untuk kemajuan negara, tanpa adanya sekat etnis dan Agama. “Momentum 28 oktober merupakan peyetujuan persatuan seluruh pemuda-pemudi dinegeri ini dalam memajukan bangsa ini, tidak ada sekat agama, etnis maupun golongan tertentu. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bersatu.” ujarnya.

Sementara menurut Ketua Cabang HMI Kota Palopo, Zulkifli Baso Amir, Sumpah pemuda adalah sebuah cerminan bagi para generasi muda saat ini, untuk lebih memposisikan dirinya sebagai aset berharga yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. ” Pemuda harus menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan serta membekali dirinya dalam mengisi kemerdekaan dengan cara mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjahui perbuatan yang bersifat negatif sehingga bangsa tidak gagal di masa depan,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Cabang KMHDI, Komang Sunekta Wijaya mengatan jika refleksi gerakan pemuda 1928 adalah sebuah ikrar batin dari para pemuda untuk sebuah persatuan dan kesatuan tanpa adanya sekat kesukuan sehingga menjadi bangsa yang satu. “Oleh karena itu buat kita generasi muda saat ini perbedaan bukanlah halangan untuk kita tetap bersatu,” katanya.

Sedangkan menurut, Ketua Cabang PMKRI Palopo, Dionisius Dwi Anjaya, yang mengatakan jika 28 oktober sebagai hari sumpah pemuda merupakan cara mengaktualisasikan 4 pilar kebangsaan yaitu pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKR. “Kepada putra putri indonesia ditengah bangsa yang majemuk untuk mewujudkan peradaban indonesia yang berdaulat adil dan makmur sesuai visi PMKRI, terwujudnya keadilan sosial, kemanusiaan, dan persaudaraan sejati,” jelasnya.

Berbeda dengan itu, Sekertaris GMKI Kota Palopo, Heryanto Djufri, mengajak seluruh pemuda pemudi yang berada di Kota Palopo untuk tetap selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. ” Ini sebagai landasan yang harus kita pelihara sehingga terwujudnya keadilan dan kesejahteraan masyarakat dinegeri ini yang berlandaskan kasih.” Pungkasnya. | sumber: https://listingberita.com/

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai