Pesan Polda Bali dan Dandim untuk Komisariat KMHDI Tabanan

Polda Bali : KMHDI sebagai Kontrol Pemerintah

Polda Bali melalui Wadir Intelkam Polda Bali, AKBP Dekananto Eko Purwono berharap kehadiran KMHDI Tabanan bisa menjadi perpanjangan tangan masyarakat guna mengontrol jalannya pemerintahan sehingga berjalan sesuai pada relnya. Harapan tersebut disampaikan mantan Kapolres Tabanan ini saat menerima pengurus Komisariat KMHDI Tabanan, Senin, (07/08/2017).

AKBP Dekananto mengapresiasi lahirnya komisariat KMHDI Tabanan sebagai wadah para mahasiswa di Tabanan untuk berkreativitas dan menempa diri dalam wadah organisasi yang positif. Dia berharap dengan lahirnya komisariat KMHDI Tabanan mampu memberi warna di Kabupaten yang dikenal dengan daerah lumbung beras ini. “ Dengan adanya wadah KMHDI ini harapan saya aspirasi masyarakat bisa terserap dan disalurkan lewat wadah ini, dan KMHDI Tabanan mampu menjadi kontrol jalannya pemerintahan dalam melaksanakan program-programya mensejahterakan masyarakat,” harapnya.

Hal itu kata dia sejalan dengan nafas KMHDI yang memiliki jatidiri riligius, humanis, nasionalis dan progresif. Seperti yang diungkapkan Ketua Komisariat KMHDI Tabanan, I Gede Arya Adi Gunawan. Kata dia kehadiran KMHDI di Tabanan merupakan suatu keharusan dan sudah menjadi kebutuhan yang mendesak. Sehingga dia dan rekan-rekan mahasiswa di Tabanan bertekad untuk membesarkan KMHDI Tabanan sehingga mampu bersinergis sekaligus menjadi kontrol pemerintahan. “Sebagai wadah kemahasiswaan, kami siap menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat yang mungkin tersumbat, sekaligus siap mengontrol jalannya pemerintahan sehingga berjalan pada relnya,” ungkap mahasiswa Stikes Advaita semester IV ini.

Dalam kesempatan itu, Arya juga menyampaikan bahwa sebagai langkah awal, KMHDI tengah menggarap seminar kebangsaan dengan thema “Cegah Radikalisme melalui Perpu nomer 2 tahun 2017 menuju Indonesia Serasi,”. Lewat seminar ini pihaknya berharap KMHDI Tabanan mampu eksis untuk ikut memberikan sumbangsih kepada isu-isu yang lagi hangat ditengah masyarakat. “Sebagai langkah awal, seminar kebangsaan ini kita ingin ikut berperan serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kerana thema yang kita angkat adalah thema yang tengah hangat ditengah masyarakat,” ucap Arya | suksesinews.com

.

Dandim : Gelorakan Bela Negara, NKRI Harga Mati

Ditengah munculnya paham Radikalisme yang dapat mengancam keutuhan NKRI, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Herwin Gunawan berpesan untuk selalu menggelorakan bela Negara. “Disetiap kesempatan saya selalu berpesan mari kita gelorakan bela Negara, termasuk hari ini kepada kader-kader KMHDI saya berpesan hal yang sama, mari kita gelorakan bela Negara, NKRI harga mati,” ucap Dandim Herwin bersama Kasdim dan Para Danramil se Tabanan saat menerima audensi Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Komisariat Tabanan di Kodim 1619/Tabanan, Senin, (07/08/2017).

Selain berpesan bela Negara, Dandim juga mengingatkan para generasi muda utamanya para mahasiswa agar bisa menjadi motor ditengah masyarakat untuk menggelorakan bela Negara. Pasalnya saat ini pilar kebangsaan mulai dirongrong oleh orang-orang yang ingin memecah bangsa dan Negara. Disamping itu mulai memudarnya nilai-nilai kebangsaan dan rasa nasionalisme dikalangan generasi muda, sehingga dirasa perlu menggelorakan kembali bela Negara disetiap kesempatan. “Kehadiran KMHDI  ditengah masyarakat harus menjadi motor keutuhan bangsa ini, karena NKRI sudah final tidak perlu didiskusikan lagi. NKRI Harga Mati,” tegasnya.

Dia juga menyambut baik, rencana Komisariat KMHDI Tabanan untuk menggelar seminar kebangsaan. Bagi dia siapapun elemen masyarakat dalam konsep yang sama menjaga keutuhan NKRI pihaknya sangat welcome dan siap mendukung. “Kami sangat welcome kepada setiap element masyarakat, termasuk KMHDI, mari kita bersinergi menjaga NKRI,” tegasnya.

Sementara ketua Komisariat KMHDI Tabanan, I Gede Arya Adi Gunawan mengatakan audensi kepada Dandim 1619/Tabanan dalam rangka membangun sinergitas antara KMHDI dengan jajaran TNI. Terlebih dalam waktu dekat KMHDI Tabanan akan menggelar seminar kebangsaan berthema “Cegah Radikalisme, Melalui PERPU No 2 Tahun 2017, Menuju Indonesia Serasi”. Dalam seminar tersebut KMHDI menghadirkan pembicara dari unsur TNI/Polri, Lembaga Pemerintah dan Akademisi. “Thema ini kita angkat, mengingat paham radikalisme sudah mulai menyusup ke kalangan masyarakat, sehingga perlu sinergitas untuk membentengi diri dan menjaga NKRI. Paling tidak dari seminar ini kita membuka wawasan kita apa itu radikalisme dan sejauh mana bahayanya bagi NKRI,” tegasnya. Dalam seminar itu KMHDI menargetkan peserta sekitar 100 orang yang terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, ormas dan masyarakat umum. “Jelang peringatan kemerdekaan RI, kami KMHDI ingin ikut berperan serta, salah satunya melalui seminar ini kami ingin menanamkan rasa kebangsaan dikalangan generasi muda,” papar Arya yang juga mahasiswa Stikes Advaita ini usai audensi. | suaradewata.com

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai