KMHDI Kalteng Implementasikan Nilai-nilai Pancasila Bersama TNI

Hari lahirnya pancasila menjadi satu momentum kebersamaan dalam mengimplementasikan nilai-nilai pancasila. Banyak cara untuk mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dari melakukan aksi solidaritas, maupun hal-hal lain dalam rangka memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa. KMHDI Kalteng bersama umat hindu pada umumnya dan masyarakat kumpulan gereja agama Kristen turut hadir melakukan aksi pembersihan tempat ibadah (khususnya tempat ibadah Agama Islam) bersama seluruh Angkatan Darat TNI Korem PanjuPanjung Palangka Raya. Berkumpul di halaman Korem 102 Panjupanjung dimulai sejak pukul 08.00 Wib didampingi langsung oleh seluruh prajurit TNI Korem 102 panjupanjung menuju seluruh masjid yang ada di Palangka Raya. (Jumat, 2 Juni 2017).

Pidato Presiden Joko Widodo dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang disampaikan di halaman Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (1/6/2017), juga dikumandangkan di penjuru Indonesia “Upacara ini meneguhkan komitmen kita agar kita lebih mendalami, lebih menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, sebagai dasar berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan hasil dari sebuah rangkaian proses, yaitu rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945, yang dipidatokan oleh Ir. Soekarno.

Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan final tanggal 18 Agustus 1945 adalah jiwa besar para founding fathers kita, para ulama, para tokoh agama, dan para pejuang kemerdekaan dari seluruh Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan yang mempersatukan kita. Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah kodrat keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah keberagaman. Berbagai etnis, berbagai bahasa lokal, berbagai adat istiadat, berbagai agama, kepercayaan serta golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah Bhinneka Tunggal Ika kita, Indonesia. Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita, selalu mengalami tantangan. Kebinekaan kita selalu diuji.

Ada pandangan dan tindakan yang selalu mengancamnya. Ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi lain selain Pancasila. Semua itu diperparah oleh penyalahgunaan media sosial, oleh berita bohong, oleh ujaran kebencian yang tidak sesuai dengan bangsa kita.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah Air, Kita harus belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme dan konflik sosial, yang dihantui oleh terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah-masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri ini.

Dengan Pancasila, Indonesia adalah rujukan masyarakat internasional untuk membangun kehidupan yang damai, yang adil, yang makmur di tengah kemajemukan dunia. Oleh karena itu, saya mengajak peran aktif para ulama, ustad, pendeta, pastur, biksu, pedanda, pendidik, budayawan, pelaku seni, pelaku media, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila harus terus ditingkatkan.

Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan, dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus kita lakukan. Telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.

Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan. Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran, dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan. Tidak ada pilihan lain, kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong, dan toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat di mata internasional.

Namun demikian, kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, anti-Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia.

Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu bergotong royong demi kemajuan Indonesia. Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita Indonesia. Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia. Saya Pancasila.”

Berdasarka isi pidato Presiden RI ” kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, anti-Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia’’. Kegiatan ini lebih kepada memberikan pemahaman kepada masyarakat luas pada umumnya, agar kita selalu menjaga nilai-nilai pancasila dan selalu mengimplementasikan dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara. “ Kegiatan implementasi nilai-nilai Pancasila hendaknya jangan hanya bersifat seremonial semata, kegiatan yang kita lakukan sekarang akan menjadi contoh untuk propinsi lain dalam mengimplementasikan nilai-nilai pancasila. Kegiatan ini juga akan berkelanjutan di tempat-tempat ibadah lainnya baik di Pura maupun di Gereja, yang akan kita laksanakan di lain waktu dan kesempatan”. Kata Komandan Korem 102 Panjupanjung dalam memberikan sambutan. KMHDI Kalteng turut serta membangun kerja sama dengan beberapa pihak dalam menjaga nilai-nilai pancasila. Dalam momentum Hari lahirnya Pancasila dalam bentuk Implementasi jati diri KMHDI Nasionalisme, KMHDI Kalteng turut aktif dalam mengimplementasi nilai-nilai pancasila, dalam hal ini bentuk implementasinya adalah melakukan aksi pembersihan tempat ibadah ( tempat ibadah Agama Islam ) dan berbaur dengan muda mudi Kumpulan Gereja Agama Kristen dalam merajut kebersamaan di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila. (*Handi Wijaya)

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai