KMHDI Badung dan KMHDI Denpasar Bersama Cipayung Bali, Bumikan Nilai-nilai Pancasila

MERDEKA…!!! MERDEKA…!!! MERDEKA…!!!, teriakan mahasiswa memecah suasana pagi di seputaran Monumen Bajra Sandhi Denpasar.  Dalam pidato pertamanya Bung Karno mengatakan bahwa Pancasila  bukanlah dibentuk sedemikian rupa melainkan diambil dari budaya bangsa Indonesia. Hari ini diperingati sebagai hari lahir nya pancasila, Sejenak kita menenangkan hati dan pikiran hendak merefleksikan bersama makna Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Atas dasar itu PC KMHDI Badung dan PC KMHDI Denpasar bersama Cipayung Bali diantaranya GMKI, GMNI, HIKMAHBUDHI dan PMKRI mengadakan aksi damai hari ini Kamis, 1 Juni 2017 di kawasan Bajra Sandhi, Renon Denpasar yang diikuti oleh kurang lebih 100 orang.

Sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) Bung Effrein dari PMKRI mengatakan bahwa aksi ini dilakukan murni untuk kepentingan rakyat Indonesia disamping sebagai peringatan hari lahirnya Pancasila. Aksi dilakukan mulai pukul 10.00 sampai pukul 13.00 dengan tertib dan lancar dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian, para peserta aksi perwakilan dari semua Organisasi Mahasiswa menyuarakan aspirasi nya di mimbar bebas di depan Monumen Bajra Sandhi.

“Indonesia adalah Negara yang majemuk yang berdasarkan Pancasila, tidak ada kata minoritas dan mayoritas semua elemen Bangsa terlibat dalam kemerdekaan Indonesia.” Kata I Gusti Lanang Putu Astawa, Ketua PC KMHDI Badung.

Pada hari kelahiran Pancasila tanggal 1 juni ini, para peserta aksi  mengajak masyarakat Indonesia untuk sejenak mereflesikan kondisi bangsa saat ini. Dalam Refleksi ini kemudian diambil sebuah sikap untuk kita mebumikan nilai-nilai Pancasila dalam berbangsa dan bernegara yang dituangkan dalam point pernyataan sikap.

  1. Mendukung tegaknya empat konsensus Nasional (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
  2. Meningkatkan semangat Pancasila 1 juni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  3. Menanamkan nilai-nilai Pancasila 1 juni dalam kurikulum pendidikan.
  4. Mendesak pemerintah untuk merevisi UU terorisme dan UU Ormas serta Perpu anti radikalisme.
  5. Menolak penggunaan isu SARA untuk kepentingan apapun dan pembersihan institusi dari pengaruh radikalisme dan intoleransi.
  6. Menurut pembubaran ormas radikalisme secara tuntas.
  7. Merefleksikan nilai perjuangan pahlawan nasional dan tokoh-tokoh lokal.
  8. Menolak pelemahan KPK dalam bentuk apapun dan mendesak KPK untuk menuntaskan kasus korupsi.
Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai