Gubernur Sulut, Olly Dondokambey Apresiasi Dikpolnas KMHDI di Manado

Bertempat di Kota Manado, Kamis (22/6/2017) dilangsungkannya pembukaan pelaksanaan Diklat Politik Nasional (Dikpolnas) Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) yang berdasarkan jadwal akan dilaksanakan mulai tanggal 22-25 Juni 2017. Pembukaan bertempat di Graha Gubernuran Kelurahan Bumi Beringin Manado.

Melalui kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, SE mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan KMHDI tersebut. Dengan mengangkat tema “Pembentukan Perspektif Politik yang Bermartabat, Berlandaskan Nilai – Nilai Pancasila” kegiatan ini mendapat support luar biasa dari berbagai kalangan.

Melalui Kepala Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Steven Evans Liow, dalam sambutan Gubernur Sulawesi Utara Olly menyampaikan bahwa pemerintah Sulut menyambut baik kegiatan berskala nasional ini. Gubernur Olly mengakui pentingnya kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membeikan pemahaman kepada masyarakat.

”Saya (Gubernur) menyambut baik pelaksanaan diklat politik ini. Diklat ini dapat dijadikan wahana diskusi, berdialog mencurahkan semua ide gagasan untuk membangun karakter tidak hanya KMHDI tapi juga terlebih bagi masyarakat dalam menghadapi persoalan politik saat ini,” ujar Steven membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Utara.

Steven juga menambahkan bahwa KMHDI sebagai organisasi kemahasiswaan harus mengambil peran dalam meningkatkan kapasitas generasi penerus Bangsa.

”KMHDI harus dimaksimalkan sebagai wadah untuk peningkatan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap anggota KMHDI,” kata Liow.

Sementara itu, Presidium KMHDI Putu Wiratnaya menjelaskan bahwa KMHDI memiliki banyak jenis kaderisasi seperti diklat manajemen organisasi, diklat kewirausahaan, diklat kepemimpinan, diklat jurnalistik dan diklat politik sesuai dengan minat bakat yang dimiliki oleh Kader KMHDI.

“Diklat politik ini sendiri yang diajarkan bukan mengenai politik praktis, karena sudah jelas dalam AD/ART, kader KMHDI dilarang terlibat dalam politik praktis, namun politik yang diajarkan itu sendiri merupakan seni kepemimpinan, pengambilan keputusan, pemetaan politik, dan politik identitas” kata pria yang akrab dipanggil Wirat ini.

Wirat juga menambahkan bahwa, diklat politik ini pertama kali dilakukan secara nasional, karena selama ini dilakukan oleh tingkatan Pimpinan daerah dan Pimpinan cabang. Dia juga menyayangkan banyaknya isu-isu sara yang dijadikan alat dalam politik praktis saat ini khususnya dalam pemilihan kepala daerah, padahal perbedaan yang ada sudah harusnya disatukan oleh Pancasila.

“Sangat disayangkan pemilihan kepala daerah, menggunakan isu-isu sara dan agama. Padahal kita semua sepakat bahwa Pancasila itu sudah selesai, tidak perlu diganggu lagi” tegas Wirat.

Pembukaan Diklat ini dihadiri sejumlah pimpinan Organsiasi Kepemudaan se-Sulut, yang terpantau diantaranya hadir pengurus KNPI Sulawesi Utara, Ketua Korda GMNI Sulut-Gorontalo, Clance Teddy, Ketua DPD KNPI Manado, Erick G. Kawatu, pengurus GMKI Cabang Manado, pengurus PMKRI cabang Manado serta sejumlah pipinan Ormas lainnya. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan simposium nasional dengan pemateri Bapak AA. G.N. Ari Dwipayana dari Staf Khusus Presiden RI. Sedangkan diklat dilakukan selama tiga hari mulai dari tanggal 23 – 25 Juni 2017 di Balai Diklat Agama Kota Manado.

Sumber : http://www.suluttoday.com/2017/06/23/gubernur-sulut-olly-dondokambey-apresiasi-dikpolnas-kmhdi-di-manado/

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai