PP KMHDI : Momen Hari Kebangkitan Nasional Harus ditandai dengan Kembalinya Bhineka Tunggal Ika ditengah Masyarakat

Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas selalu diperingati setiap tahunnya tepat pada tanggal 20 Mei.  Harkitnas merupakan Massa di mana bangkitnya semangat persatuan kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Kesadaran yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang.

Bagi Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Harkitnas adalah momentum dimana kita harus mempererat kembali persatuan dan kesatuan Bangsa. KMHDI berpendapat kemajemukan/keberagaman Bangsa Indonesia harus selalu dirawat oleh segenap masyarakat Indonesia. Tetapi keberagaman ini bisa menjadi cambuk yang dapat memecah belah bangsa bila Ideologi Pancasila tidak lagi dijadikan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Adanya gesekan kecil saja yang terjadi di tengah masyarakat dapat menimbulkan akibat yang fatal, sehingga Negara harus hadir mempersatukan keberagaman itu.

Hal ini disampaikan oleh Presidium KMHDI, Made Wirayasa saat melakukan kajian terkait Hardiknas di Sekretariat PP KMHDI, Jumat,19 Mei 2017.

“Pemerintah haruslah memberikan perlakuan yang sama kepada rakyatnya di seluruh pelosok Negeri. Negara harus hadir dalam menangani masalah yang ada. Masyarakat Indonesia harus terbebas dari masalah SARA, karena bangsa ini dibangun bukan oleh satu golongan saja namun oleh seluruh gologan, ras, suku, dan agama.” kata Wirayasa.

Wirayasa juga menambahkan bahwa KMHDI mendukung upaya pemerintah untuk meberantas tuntas bibit-bibit dan akar radikalisme dalam bentuk apapun yang berpotensi memecah belah bangsa. Dan menurutnya, langkah Presiden Republik Indonesia  Ir. Joko Widodo dalam menyikapi polemik yang terjadi di tengah-tengah bangsa saat ini dengan melakukan pertemuan antar tokoh-tokoh umat beragama sangat tepat.

“Pesan Presiden Joko Widodo pada intinya mengingatkan kita bahwa kita semua adalah bersaudara. Bila tidak bersaudara dalam agama, maka saudara sebangsa, bila tidak menjadi saudara sesama suku, maka kita saudara setanah air. oleh karena itu jangan lagi  saling mengejek, jangan lagi saling menjelakkan, dan jangan lagi saling memfitnah, kita teguhkan kembali semangat persatuan” ucap Wira.

Dia juga menambahkan, momen hari kebangkitan Nasional harusnya ditandai dengan kembalinya nilai luhur bangsa, kembalinya budaya Indonesia yang santun, dan juga kembalinya Bhineka Tunggal Ika di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.*DDI

Baca juga : Hasil Kajian PP KMHDI dalam momen Hari Kebangkitan Nasional 2017

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai