PP KMHDI Luncurkan Program KMHDI Mengajar dalam Rangka Hardiknas2017

Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2017 Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) meluncurkan program KMHDI Mengajar yang dilaksanakan secara nasional di 20 Provinsi di Indonesia. Program KMHDI Mengajar diluncurkan berangkat dari besarnya angka putus sekolah di Indonesia. Seperti yang dirilis UNICEF Indonesia pada tahun 2016 sebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat mengenyam pendidikan lanjutan yakni sebanyak 600 ribu anak usia SD dan 1,9 juta anak Sekolah Menengah Pertama.

Menurut ketua Departemen Organisasi PP KMHDI Ni Gusti Ayu Meidawati sebagai penanggungjawab program kerja ini menyatakan bahwa KMHDI Mengajar adalah bentuk nyata pengabdian kader KMHDI kepada bangsa.

“KMHDI Mengajar ini digagas khusus untuk anak-anak pinggirian dengan keterbatasan akses pendidikan, tidak hanya diperuntukan untuk anak-anak yang bersekolah saja namun juga kepada anak putus sekolah” ungkapnya (29/4/2017)

Terdapat tiga sasaran target KMHDI Mengajar diantaranya sekolah pinggiran, pasraman (perkumpulan muda-mudi), dan panti asuhan. Sedangkan materi yang diajarkan bersifat umum salah satunya budi pekerti, bahaya narkoba, pola hidup sehat hingga kelas budaya (menari).

“Memang sengaja bahan ajar yang kita berikan lebih kepada pengetahuan umum dan disampaikan dengan pola yang fleksibel agar peserta mudah menerima dan berinteraksi baik sesama peserta maupun dengan rekan KMHDI” sambungnya’’.

Meida mengungkapkan kegiatan yang mengambil tema Mengabdi untuk Negeri ini sudah dimulai sejak Januari 2017 dan puncaknya nanti secara serentak pada tanggal 02 Mei 2017. Program ini diakuinya adalah program pertama di KMHDI, namun berpotensi akan dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Banyak pengalaman tidak terduga yang terjadi selama program KMHDI Mengajar dilaksanakan, salah satunya yang dialami oleh KMHDI Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dimana untuk menuju lokasi pelaksanaan membutuhkan waktu tempuh selama 5 jam, selain itu ruang pasraman yang digunakan anak-anak di desa tersebut ternyata cukup memprihatinkan sehingga Tim KMHDI Mengajar Palangkaraya berinisiasi mengumpulkan donasi untuk melakukan renovasi semampunya.

“Mendengar cerita dari Tim KMHDI Mengajar di daerah bahwa dapat dikatakan pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal, terutama di pelosok desa. Sehingga siapapun kita dan dari kalangan apapun mari saling bahu – membahu membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena anak-anak adalah aset berharga bagi bangsa dimana mereka yang akan melanjutkan tongkat estafet di republik ini,” tutup Meida. http://baliportalnews.com

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai