Mengajak Masyarakat Aktif Terhadap Lingkungan Sosial Tak Semudah Teori

Mengajak sekelompok masyarakat untuk berubah dan lebih peduli terhadap lingkungan sosial bukan pekerjaan mudah. Namun itu tak menghalangi Ni Luh Putu Satvika Saesari Dwi Jati, anggota paguyuban Joko Roro Kabupaten Malang yang juga Sekretaris PD KMHDI Jawa Timur periode 2016-2018. Sebagai mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang Jurusan Kebidanan, mau tidak mau kegiatan dan pendekatan sosial harus dijalankannya dengan sangat baik.

Dari situ, Vika menemukan dunia baru. Mengenali orang dengan berbagai karakter adalah praktik dan teori yang tak bisa dihindarinya. Itu karena sesuai dengan jurusan yang dipilihnya saat ini.
Contohnya dalam dunia kebidanan yang sedang saya tekuni sekarang, masih banyak masyarakat yang percaya mitos-mitos tentang kehamilan. Ibu hamil tidak boleh makan ikan, nanti anaknya lahir bau amis,’’ ujar Vika menceritakan pengalamannya.

Dijelaskannya, padahal bila dipandang dari sisi medis, justru ikan membuat janin dalam kandungan mendapat supply protein tinggi untuk perkembangan otaknya. Selain itu, justru bila sang ibu banyak mengonsumsi ikan maka bayi yang dilahirkan jadi cerdas.

Bagi perempuan kelahiran Malang, 8 Maret 1996 itu, penting baginya untuk mengingatkan ibu untuk rutin periksa kehamilan pada tenaga professional. Baik dokter maupun bidan melalui pendekatan dan penyuluhan langsung. Ini untuk mencegah komplikasi dan mengurangi kematian ibu.

Dalam praktik semua itu tak semudah teori. Susahnya ya itu tadi. Kita harus pandai mengajak, memberikan informasi agar membuka wawasan ibu. Sehingga diharapkan nanti mereka tahu perkembangan bayinya hingga tanda-tanda bahaya yang muncul,” papar Puteri Kampus Peduli Sosial Jawa Timur 2016 ini.

Ni Luh Putu Satvika (tengah) dalam acara Lumajang Tourism Camp II SeJawa-Bali 2017

 

Ditambahkan perempuan yang pernah meraih  Runner Up 1 Duta Poltekkes Kemenkes Malang tahun 2016 ini, pendekatan bukan hanya melalui ibu. Tapi juga pendekatan pada suami dan keluarga adalah hal penting. Karena biasanya justru keluarga yang mempengaruhi ibu.

Baginya mengajak serta masyarakat sekitar tempat tinggal ibu juga hal penting untuk saling peduli. “Itu pentingnya bila sewaktu-waktu mereka dibutuhkan bisa membantu,” ungkapnya.

Selain ke ibu, penting memberikan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja SMP dan SMA. “Contoh pentingnya seperti memberi edukasi agar menjaga kesehatan reproduksi, hindari free sex dan narkoba. Karena itu merusak masa depan,” terangnya sembari menjelaskan ada banyak cara edukasi yang digunakannya. Seperti dengan games saat kegiatan penyuluhan.

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai