KMHDI Palopo bersama Organisasi Kepemudaan Menolak Gerakan Intoleran Radikal

Mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Kota Palopo tergerak hatinya melaksanakan Konferensi Pers Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (HKN) Desa secretariat PC KMHDI Palopo Jalan Pongsimpin Nomor 32, Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulsel, sabtu Sore 20 Mei 2017, sekirar pukul 17.00 Wita.

Berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Kota Palopo ini menggelar koferensi pers mempengringati hari kebangkitan nasional ke-209 bersama delapan organisasi diantaranya, PC KMHDI PALOPO, PP HAMBASTEM, PP HMRI, EK LMND PALOPO, PC PMKRI PALOPO, DPC SRMD PALOPO, PERMAKES PALOPO dan BPC GMKI PALOPO.

Dalam konferensi pers tersebut, berintikan, bahwa sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia, dimana bangsa ini melawan kolonialisme dan menuntut adanya kebebasan dari penindasan hingga di proklamirkannya kemerdekaan Indonesia, diawali pada tanggal 20 Mei 1908, yang merupakan masa dimana bangkitnya rasa cinta tanah air.

Terbentuknya persatuan nasional, serta tertanam kuatnya kesadaran patriotisme rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari belenggu penghisapan dan penindasan imperialisme dan kolonialisme oleh bangsa Belanda dan bangsa Jepang di jaizirah Nusantara.

Fase Kebangkitan Nasional menjadi era keemasan berkembangnya perjuangan rakyat Indonesia yang ditandai dengan berbagai pembentukan organisasi-organisasi rakyat skala nasional dan lebih meluas, hinggah berlanjut menjadi cikal bakal mendorong  bersatunya pemuda untuk mengumandangkan ikrar Sumpah pemuda 28 Oktober 1928.

Adapun dalam tuntutan mereka di moment hari Kebangkitan Nasional (HKN) dari gabungan beberapa organisasi kepemudaan yang ada di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan yakni :

  1. Mendesak Resim JOKOWI-JK untuk segera melaksanakan seutuhnya agenda TRISAKTI sebagaimana yang tertuang dalam program NAWACITA JOKOWI-JK yang telah menjadi janji politik JOKOWI-JK pada saat kampanye pemilu tahun 2014.
  2. Menolak gerakan intoleran radikal yang semakin marak terjadi dan penyebaran Idiologi-idiologi yang bertentangan dengan Pancasila.
  3. Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, BHINEKA TUNGGAL IKA dan NKRI sebaga 4 pilar bangsa.

Sumber : www.portalluwunews.com

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai