KMHDI dan Cipayung Plus Sepakati Solidaritas Dalam Keberagaman Indonesia

Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus mengadakan diskusi Kebangsaan Mahasiswa Indonesia dalam rangka memperingati hari kebangkitan Nasional ke 109, yang jatuh pada 20 Mei 2017 lalu. Diskusi tersebut diadakan siang tadi (Selasa,23/5/17) di Warung Komando, Tebet Jakarta Selatan dengan mengusung tema “Refleksi Hari Kebangkitan Nasional” Merajut solidaritas dan keberagaman dengan dasar pancasila.

Hadir dalam diskusi tersebut beberapa perwakilan dari mahasiwa lintas agama diantaranya Ketua Umum KAMMI Kartika Nur Rakhman, Ketua umum GMKI Sahat Martin Sinurat, Ketua Bidang Pengelola SDA HMI Harianto Minda, Ketua Bidang Ekonomi GMNI Muhammad Nday, Presidium PP KMHDI Made Wirayasa dan Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat IMM Irvan.

Berbagai organisasi mahasiswa lintas agama ini menyepakati beberapa point:

Pertama bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang majemuk dengan beragam Suku, budaya dan agama yang ada. Kedua bahwa sejarah merupakan tonggak penting dalam memahami refleksi hari kebangkitan nasional. Dan yang ketiga bahwa kepentingan Bangsa harus menjadi hal terpenting diatas kepentingan apapun.

Presidium PP KMHDI I Made wirayasa yang hadir dalam diskusi tersebut menyatakan bahwa untuk membangun kembali kebangkitan nasional harus kembali mengutamakan budaya gotong royong.

“Budaya gotong royong tidak memandang SARA tetapi lebih mengedepankan aspek sosial kemasyarakatan,” kata Wirayasa.

Ia pun menambahkan bahwa organisasi mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus menuntut pemerintah untuk segera memperhatikan kesenjangan yang terjadi di masyarakat tidak hanya mengedepankan membangun insfrastruktur saja namun juga bagaimana pemerintah bisa membangun orang atau manusia yang menjadi bagian dari Bangsa dan Negara ini.

Komentar Anda

Mungkin Anda Menyukai