PP KMHDI : Harusnya Setiap Umat Hindu Memiliki Bhagavad Gita

Dalam rangka memperingati hari disabdakannya Bhagavad Gita oleh Sri Krisna kepada Arjuna, atau sebagai hari turunnya Bhagavad Gita maka lembaga ISKCON mengajak PP KMHDI melaksanakan kegiatan Gita Puja. Gita puja merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari perayaan turunnya Bhagavad Gita, yang berupa kegiatan menyanyikan sloka – sloka Bhagavad Gita. Kegiatan ini dilaksanakan di Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta Timur pada hari Sabtu kemarin (10/12).

PP KMHDI sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini sebagai langkah awal untuk membiasakan generasi muda Hindu membaca Bhagavad Gita.

Putu Nopa Gunawan sebagai perwakilan PP KMHDI dalam sambutannya menyatakan, “Bhagavad Gita merupakan salah satu bagian dari kitab suci Veda yang paling popular bahkan dibaca oleh banyak tokoh di dunia, bahkan presiden pertama Indonesia Bapak Ir Soekarno juga membacanya. Beliau mengatakan bahwa Bhagavad Gita adalah puisi religius yang agung”, ungkap Nopa.

“Tentu ini menjadi sebuah kebanggaan bagi umat Hindu khususnya generasi muda untuk semakin giat membaca Bhagavad Gita, terlebih untuk mengimplementasikan nilai – nilai bhagavad gita dalam kehidupan sehari – hari”

“Namun yang menjadi tantangannya adalah apakah sudah semua umat Hindu mempunyai bhagavad gita dirumahnya masing – masing? Minimal satu keluarga memiliki satu bhagavad gita. Tapi, kenyataannya hal ini belum bisa dijawab”

Putu Nopa menyatakan bahwa ini adalah tantangan bagi seluruh lembaga Hindu untuk mewujudkan setiap umat Hindu dalam keluarganya harus memiliki Bhagavad Gita.

“Ini suatu keharusan, bagaimana bisa membacanya jika tidak punya? Bagaimana bisa mengimplementasikannya apabila tidak pernah membaca?” tegas Nopa.

Nopa juga mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara karena telah memberikan kesempatan pada KMHDI berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Harapan kami ISKCON tidak hanya menjalin kerjasama dengan kami di Jakarta, tapi juga bisa disinergikan dengan Pimpinan Daerah/Cabang KMHDI yang ada diberbagai daerah. Terutama sangat dibutuhkan dalam kegiatan mengulas/ diskusi mengenai Bhagavad Gita” harap Nopa. *DDI

Komentar Anda