KMHDI Se-Indonesia Berdoa untuk Keutuhan NKRI

Kondisi bangsa kini yang sedang berada pada ujung uji persatuan di atas kebhinekaan, tidak hanya gonjang-ganjing isu politik yang kian memanas menjelang pelaksanaan Pilkada serentak, isu SARA dan radikalisme juga ditakuti dapat memecah belah persatuan Indonesia.

Kedewasaan berbangsa dan bernegara saat ini dibutuhkan untuk menjadi garda terdepan dalam menyikapi permasalahan-permasalahan di atas.

Melihat permasalahan tersebut, sebagai wujud cinta tanah air Indonesia Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) melaksanakan doa bersama serentak diseluruh cabang KMHDI di Indonesia.

Presidium Pimpinan Pusat KMHDI Putu Wiratnaya mengungkapkan doa bersama ini dilaksanakan murni atas niatan untuk seruan menjaga keutuhan NKRI.

“Jati diri KMHDI menanamkan nilai Religius dan Nasionalis, bagaimanapun sebagai umat bergama dan bernegara menjadi sebuah kewajiban bagi kita untuk berdoa dan berserah kepada Tuhan agar bangsa ini berada dalam keutuhan dalam keberagaman,” katanya dalam keterangan persnya, Sabtu (3/12/2016).

Tidak hanya berdoa besama, sebagian besar cabang KMHDI melangsungkan diskusi bersama selaras dengan dasar pelaksanaan doa bersama yakni, keutuhan NKRI.

“Ada 41 cabang KMHDI yang tersebar di 20 provinsi, sebagian besar setelah melakukan doa bersama di tempat ibadah masing-masing mereka melanjutkan kegiatan dengan diskusi kebangsaan. Dalam kondisi seperti ini, KMHDI mengharapkan situasi bangsa kembali dingin dan damai karena kita semua adalah saudara,” kata Wiratnaya.

NKRI yang dibentuk dari keberagaman dan toleransi dengan perekat Bhineka Tunggal Ika, tidak lagi seharusnya mempersoalkan kenapa bangsa ini harus berbeda/beragam secara individu maupun kelompok justru saat ini toleransi yang harus dibakar untuk selalu dijaga.

Demikian juga pesan yang disampaikan Putu Wiratnaya dalam tutupnya, bahwa 71 tahun Indonesia telah merdeka jiwa nasionalisme anak bangsa harus lebih besar dari semangat para pejuang bangsa dimasa lampau dalam menjaga NKRI, bicara nasionalisme presentase tersebut tidak boleh turun sedikitpun.

Putu Wiratnaya juga sedikit mengambil filosifi pewayangan yang dipercayai oleh umat Hindu dan bisa menjadi pesan bagi masyarakat Indonesia saat ini.

Dimana dalam kisah pewayangan Ramayana, musuh Sang Rama kala itu berada di sebrang lautan yakni Rahwana yang serakah, kemudian di zaman selanjutnya Sang Krisna berhadapan dengan musuhnya yang berada lebih dekat dengan dirinya yakni tidak lain adalah keluarganya sendiri.

“Saat ini musuh yang sedang kita hadapi justru jauh lebih dekat, yakni ada di dalam diri sendiri. Bagaimana kita mengendalikan diri untuk tidak mengedepankan egoisme dan kepentingan pribadi. Karena hidup adalah untuk bersama dan NKRI membutuhkan kebersamaan itu,” tutupnya.

Sumber: http://nasional.inilah.com/read/detail/2343392/kmhdi-se-indonesia-berdoa-untuk-keutuhan-nkri

Komentar Anda