PP KMHDI dan DPN Peradah Indonesia Sampaikan Kriteria Calon Ketua PHDI Pusat

Minggu, 09 September 2016. DPN Peradah Indonesia dan PP KMHDI menyampaikan hasil diskusi dan kajiannya terkait kreteria, harapan dan rekomendasi calon ketua umum PHDI Pusat dihadapan  tokoh-tokoh umat Hindu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Pertemuan yang bertajub diskusi publik ini berkaitan dengan kegiatan diskusi yang sebelumnya telah dilaksanakan pada bulan Juli 2016, tentang penyampaian hasil kajian dari survei yang telah dilakukan selama hampir tiga bulan sebelumnya.

Penyampaian hasil kajian DPN Peradah Indonesia  dan PP KMHDI disampaikan oleh D Sures Kumar sebagai Ketua Umum DPN Peradah Indonesia. Salah satu poin pentingnya adalah merumuskan 7 (tujuh) kandidat bakal calon Ketua PHDI Pusat yang dikerucutkan dari 49 nama yang masuk dalam survey. Tujuh nama tersebut diantaranya KS. Arsana, S.Psi., Drs. Erlangga Mantik, Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha, Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia, I Made Darmayasa dan Kolonel Inf. (Purn.) I Nengah Dana.

D Suresh sapaan Ketua Umum DPN PERADAH mengungkapkan ke tujuh nama tersebut telah melalui beberapa proses penjaringan. “Kami DPN Peradah dan PP KMHDI membuat 14 standar kriteria, diantaranya adalah mampu membangun koordinasi internal dan eksternal, terbuka dan mau dikoreksi, tegas dan berwibawa, berdisiplin tinggi, memiliki kemampuan manajerial, memiliki jiwa kesederhanaan, sehat dan mampu bekerja dengan optimal, tidak merangkap jabatan dalam perusahaan dan/atau partai politik, jujur dan bermoral, memiliki komitmen memajukan Hindu, bersifat melayani bukan dilayani, mampu mengambil keputusan dan bertanggungjawab, kreatif untuk menyelesaikan persoalan keumatan, cerdas dan memahami dengan baik tentang Hindu, yang harus dipenuhi oleh 49 nama yang masuk dalam survey tersebut, kemudian akhirnya mengkerucut menjadi tujuh nama sebagai rekomendasi resmi DPN Peradah dengan PP KMHDI” tegas alumnus IHDN Denpasar ini.

Diskusi yang bertemakan Menggadang Pemimpin Hindu yang Berintegritas ini disesuaikan dengan kebutuhan umat saat ini, dalam hal ini umat Hindu membutuhkan pemimpin yang mampu menjadi mediator sekaligus fasilitator bagi semua kepentingan umat.

Setelah dimunculkan ke tujuh nama tokoh Hindu yang diusung untuk menjadi bakal calon Ketua Umum PHDI Pusat tersebut, harapannya umat Hindu dapat menilai lebih dini siapa yang mampu mengemban tanggungjawab selama lima tahun ke depan. Selaras dengan apa yang diungkapkan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat KMHDI I Kadek Andre Nuaba bahwa Ketua Umum PHDI Pusat nantinya agar dapat melihat permasalahan umat dari berbagai aspek “Sebagai seorang mahasiswa sekaligus pemuda, permasalahan yang terjadi diumat saat ini adalah kurangnya perhatian kita terhadap kualitas SDM Hindu, justru sebenarnya melihat Hindu masa depan adalah melihat Hindu saat ini dan melihat Pemimpin Hindu masa depan adalah melihat kaderisasi Hindu saat ini. Jika generasi Hindu tidak mendapatkan perhatian secara khusus, maka akan semakin sedikit nantinya dari mereka yang menjadi pejuang penerus dijalan Dharma” ungkapnya.

Diakhir penyampaian Ketua Umum DPN Peradah menegaskan bahwa calon ketua umum PHDI  tidak merangkap jabatan baik di perusahaan, pemerintahan maupun di lembaga lainya agar dapat fokus dalam melayani dan melakukan pembinaan terhadap umat. Khusus bagi tokoh-tokoh umat lainnya, diharapkan mensuport ketua umum terpilih demi kemajuan umat hindu Indonesia.

Dihubungi secara terpisah Ketua Departement Hukum dan Hak Asasi Manusia DPN Peradah Indonesia  I Kadek Adiawan,S.Si.,M.Si, mengatakan bahwa kita sebagai generasi muda yang masih independent dan tidak mempunyai kepentingan apa-apa terhadap Mahasabha PHDI yang akan dilaksankan di Surabaya, memang sudah sepantasnya membuat kajian ataupun survey untuk menjaring dan memunculkan kandidat-kandidat yang dipandang tepat sebagai Ketua Umum PHDI Pusat. Jadi hasil kajiannyapun murni demi kepentingan dan kemajuan umat Hindu Indonesia, tegas alumnus Universitas Nasional Jakarta ini. – Sekum KMHDI

Komentar Anda