Simakrama Agung FA KMHDI, “Konsolidasi FA KMHDI Menuju Organisasi Mandiri”

Forum Alumni Komunikasi Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA KMHDI) menggelar Simakrama Agung pada 16-17  September di Gunung Salak Bogor, Jawa Barat. Simakrama mereka gelar dalam rangka silaturahmi dan konsolidasi dengan sesama kader FA KMHDI provinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat (Jabar) serta dihadiri perwakilan dari daerah lain dan KMHDI. Diperkirakan ratusan orang menghadiri acara tersebut.

“Kami menggelar Simakrama Agung dalam rangka konsolidasi sebagai organisasi forum alumni yang berangkat dari aktivis mahasiswa Hindu. Melalui Simakrama ini pula, kami ingin menjalin tali silaturahmi dengan sesama alumni KMHDI yang memiliki beragam profesi baik sebagai pegawai maupun pengusaha,” ujar Ketua Umum (Ketum) Udi Prayudi saat NusaBali hubungi, Jumat (16/9).

Menurut Udi, simakrama baru pertama kali ini dilaksanakan. Simakrama bakal terus berlangsung sampai perayaan ulang tahun ke 15 tahun FA KMHDI pada 25 November mendatang di tiap-tiap provinsi. Oleh karena itu, pelaksanaanya tergantung dari situasi dan kondisi di daerah masing-masing. “Yang di Bogor, simakrama FA KMHDI Jakarta, Banten dan Jabar. Lalu diikuti provinsi lainnya,” kata Udi.

Puncak Simakarama bakal berlangsung di Bali pada November nanti. Di perkirakan ribuan orang hadir di acara tersebut. Mengenai tanggal masih dicari yang tepat. Untuk Simakrama di Bogor, lanjut Udi, FA KHMDI bakal membahas masalah-masalah terhangat agar bisa memberikan masukan dan kontribusi dalam membangun bangsa.

“Sebagai organisasi yang baru berusia 15 tahun, kami ingin memberi kontribusi dan bahu membahu membangun bangsa. Terlebih kader kami ada ribuan orang di seluruh Indonesia. Kami ingin terlibat dalam pembangunan dan tidak ingin tertinggal dalam perubahan. Konkretnya, kami mendukung program pemerintah yang perlu di support bersama,” tegas Udi.

Disamping itu, FA KMHDI berkomitmen mengawal pembangunan yang sifatnya seimbang. Oleh karena itu, bila ada pembangunan menyimpang, FA KMHDI mengkritisi dengan tajam. Salah satunya mengenai reklamasi teluk Benoa di Bali. FA KMHDI menolak tegas. Bahkan  telah mereka tuangkan saat musyawarah nasional yang berlangsung di Pulau Dewata pada 2014 lalu. “Organisasi FA KMHDI sejalan dengan KMHDI soal reklamasi teluk Benoa. Kami menolak,” tegas Udi.

Simakrama di gelar secara santai guna menjalin keakraban dengan sesama anggota. Plus tukar pikiran dan melakukan persembahyangan bersama di pura Gunung Salak, Bogor yang sedang merayakan odalan Jumat (16/9). “Supaya lebih khusuk, kami sembahyang jam 12 malan nanti agar vibrasi lebih terasa,” katanya.

Sumber : www.nusabali.com

Komentar Anda