Sambutan Presidium PP KMHDI dalam 23 tahun KMHDI Berkarya

Om Swastyastu

Om Anobadrah Krtawoyantu Wiswatah

Om Siddhirastu Tat Astu Svaha

 

Kader-kader KMHDI nusantara yang berbahagia , Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) sebagai satu-satunya organisasi nasional yang bernafaskan Hindu di Indonesia terstruktur atas kaum intelektual bangsa. KMHDI adalah semangat dan rohnya para kader muda Hindu Indonesia untuk aktif menempa diri melalui proses yang disebut dengan “kaderisasi”. Proses yang akan dilalui para kader dalam kaderisasi akan membangun jati diri mahasiswa Hindu yang siap melihat dunia dan mengadi untuk dharma agama dan dharma negara.

Berdirinya KMHDI tak lepas dari semangat juang para pendiri untuk melihat masa depan generasi muda hindu. Sejarah itu terangkum indah dalam arsip KMHDI dan merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya. Untuk itu kami segenap pengurus Pimpinan Pusat KMHDI mengucapkan terimak kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua tokoh pendiri yang mampu melahirkan KMHDI di tengah- tengah kelamnya situasi sosial kemasyarakatan bagsa Indonesia kala itu. Semangat perjuangan itu tentu akan kami warisi sebagai panutan dan pedoman untuk melangkah maju. Karena keberhasilan kader tidak hanya terindikatori dari sejauh mana ia menguasai ilmu organisasi, namun bagaimana ia bergerak atas dasar sejarah yang terukir dimasanya.

Kader-kader KMHDI yang terkasih,

Sejarah telah kita miliki, sehingga arah dan pandangan untuk membawa organisasi ini menuju masa keemasan harus menjadi semangat kita bersama. Satu kutipan yang lahir dari bapak Proklamator kita adalah “jangan sekali-kali melupakan sejarah” Jas Merah Soekarno. Pelajari sejarahmu untuk menatap masa depan. Pesan itu tentunya menjadi mercusuar indah yang senantiasa memberikan arahan menuju KMHDI jaya.

Kader-kader KMHDI se-Indonesia yang saya hormati,

Usia KMHDI saat ini telah telah mencapai 23 tahun. Bila kita ibaratkan sebagai seorang manusia, maka 23 tahun KMHDI adalah usia yang sudah cukup dewasa. Dimana pada usia ini seorang manusia akan berusha menunjukkan semangat jati dirinya. Begitu juga halnya dengan KMHDI, nilai jati diri yang sering kita dengungkan harus menjadi dasar kita dalam berkarya. Sehingga identitas sejati KMHDI benar-benar terpatri di dalam jiwa kader KMHDI. Seorang kader KMHDI sejatinya adalah seorang kader yang siap sedia berjuang di jalan Hindu, melaksanakan dharma agama dan dharma negaranya yang memuat nilai-nilai religius, humanis, nasoinalis dan progresif. Kader KMHDI harus mengesampingkan kepentingan pribadinya dan mengutamankan kepentingan umat, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk itu semangat menegakkan kebebasan, keadilan dan rasa solidaritas menjadi tanggung jawab moral kader-kader KMHDI yang hidup di negara demokrasi dengan jaminan payung hukum.

Di tengah-tengah iklim kehidupan sosial kemasyarakatan dan situasi modernisasi ini, kader KMHDI memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar untuk dapat mengimbangi keadaan-keadaan tersebut. Deras dan kompleknya permasalahan yang ada tidak lantas membut kader tergerus keadaan dan terkekang. Diperlukan strategi khusus untuk mampu keluar dari permasalahan atau bahkan menjadi pionir dalan penyelesaian-penyelesaian masalah. Itulah yang menjadi tantangan kita ke depan, dimana mengharuskan kita hidup saling bekerjasama, saling gotong royong dan bahu- membahu menjaga asa senasib sepenanggungan untuk menciptakan tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera.

Kader KMHDI yang kami banggakan,

Kita sering kali mengucapkan slogan Satyam Eva Jayate, slogan ini adalah semangat kita, harapan dan mengandung cita-cita bahwa hanya kebenaran, hanya karya-karya mulia yang didasari dengan pengabdian tulus ikhlas yang akan berjaya. Kita harus percaya itu, tidak akan ada keadaan dimana kita dapat memberikan makna berarti untuk masyarakat, bangsa dan negara jika kita tidak berbuat apa- apa. Oleh karenanya kita harus dapat menunjukkan dan merealisasikan cita-cita agung ini melalui sebuah karya. Pendidikan kaderisasi KMHDI, adalah alat kita bersama untuk mencapai apa yang kita inginkan. Alat ini tidak akan berfungsi dengan baik bila mana kita tidak mau dan mampu menggunakannya dengan baik. Oleh karenanya kami menyerukan kepada semua PD dan PC KMHDI se-Indonesia dapat menggunakan alat ini sebagai kendaraan yang akan megantarkan kita pada capaian visi dan misi KMHDI. Pendidikan kaderisasi yang dimulai dari tahap Masa Pengenalan Anggota Baru (MPAB) sampai dengan pelaksanaan Diklat Manajemen Organisasi (DMO) baru hanya tahap awal saja untuk memberikan pemahaman dalam berorganisasi. Tahap pendidkan kaderisasi selanjutkan adalah Kaderisasi Tahap I dan pelaksanaan kaderisasi khusus/minat (jurnalistik, wirausaha dan politik). Dengan dilaksanakannya semua tahapan kaderisasi KMHDI ini harapannya akan menjadi penghilang rasa dahaga kita semua.

Sahabat-sahabat seperjuangan KMHDI,

Kita ini adalah agen khusus dan kita juga adalah seorang duta, kita adalah jembatan bagi generasi- generasi berikutnya. Layaknya seorang agen atau duta harus bisa membawa dan meneruskan pesan- pesan semangat perjuangan hingga sampai pada generasi yang akan datang. Inilah tugas kita dan komitmenlah yang kita gunakan untuk menjawab itu semua. Mari kita gunakan kemampuan yang kita miliki, semoga alam semesta memberikan kekuatan kepada kita semua untuk melakukannya.

Dengan mengucapkan Om Awighnam Astu Namo Sidham, Pimpinan Pusat KMHDI periode 2016-2018 secara resmi mayampaikan Dirgahayu KMHDI ke-23 tahun. Semoga KMHDI tumbuh menjadi organisasi besar, organisasi pengabdian dan organisasi perjuangan kader muda Hindu. Dengan bertambahnya usia ini, kami juga mengucapkan salam hormat yang setinggi-tinggnya kepada Alumni, kader dan juga partisipan KMHDI atas pengabdian, dedikasi dan loyalitas ikut serta membangun KMHDI organisasi yang kita cintai ini. KMHDI berkarya Indonesia Jaya. Dengan tidak mengurangi rasa hormat Pimpinan Pusat kepada kader-kader KMHDI se-Indonesia, kami menyerukan bahwa KMHDI adalah milik kita bersama dan kita wajib mengembangkan, menjaga dan meneruskan perjuangan KMHDI. Semoga Hyang Widhi Wasa senantiasa memberikan kita kesehatan dan kebahagiaan, damai di hati, dunia dan selamanya.

 

Om santih Santih Santih Om

Jakarta, 03 September 2016

Presidium

Pimpinan Pusat KMHDI

Komentar Anda