Pekik Tolak Reklamasi Teluk Benoa Warnai Peringatan Hari Jadi KMHDI Ke-23

Peringatan melibatkan seluruh kader PD KMHDI Bali dan PC KMHDI Kota Denpasar, Badung, Karangasem dan Buleleng serta pengurus dan anggota Forum Alumni (FA) KMHDI dari lintas generasi dengan tema “23 Tahun KMHDI Berkarya untuk Indonesia Jaya”

Sementera Ketua PD KMHDI Bali I Ketut Arjana Wira Putra, S.S, berharap seluruh kader KMHDI Bali terus berupaya meningkatkan pengetahuan sehingga menjadi insan-insan yang unggul. “Tandatangan kedepan semakin ketat, KMHDI butuh kebersamaan dan dukungan semua pihak termasuk dari kalangan alumni,” ucap Putra.

Saat ini beban puncak listrik di Bali sekitar 500 MW dan cadangan berkisar 600 MW. “Bali tidak perlu membangun pembangkit listrik lagi (PLTP/Geothermal Bedugul-red) apalagi dengan membabat puluhan hektar hutan di kawasan hutan lindung Watukaru, resikonya terlalu besar terhadap keseimbangan dan pelestarian sumber daya air hulu Pulau Bali, ” tegas Jondra.

Pulau Bali dirawat oleh keyakinan budaya yang memiliki visi keseimbangan antara manusia, alam, dan keyakinan/Tuhan. Kesadaran lingkungan bagi masyarakat Bali sesungguhnya adalah makro dan mikro kosmos sehingga disebut dengan “Tri Hita Karana”.

“Jika dicermati secara budaya di Bali saat ini yang terjadi bukan krisis fasilitas dan akomodasi pariwisata atau krisis listrik, tetapi yang terjadi adalah krisis keyakinan terhadap tatanan budaya,” pungkas Nurbawa.

Senada dengan Made Surya Putra Ketua Umum FA. KMHDI Udi Prayudi berharap, penting adanya komitmen bersama, 23 tahun KMHDI adalah usia yang cukup dewasa. “Kedepan perlu dibangun sinergi antara pengurus KMHDI dengan alumni lintas generasi,” ucap Udi Prayudi.

Sebelumnya dalam Munas FA. KMHDI bulan agustus 2014 di Kabupaten Bangli, berdasarkan kajian hukum, budaya dan lingkungan telah diputuskan, Forum Alumni KMHDI menolak rencana proyek reklamasi di Teluk Benoa Bali.

Sumber : suaradewata.com

Komentar Anda