PD KMHDI SUMSEL Mengabdi untuk Umat Hindu serta Memotivasi Generasi Muda Hindu (Part 2/2)

2.    Kunjungan ke Desa Suka Jaya dan  Desa Embacang

PD KMDHI Sum-Sel melakukan kunjungan selanjutnya pada tanggal 23-24 Juli 2016 ke dua desa yaitu desa Suka Jaya SP 7 Kecamatan Lempuing Jaya dan desa Embacang, Sungai Rotan (desa adat Sidho Rahayu) Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten Ogan Komering Ilir. Dengan agenda kunjungan pertama yaitu ke desa Suka Jaya SP7 yang ditempuh dengan berkendara sepeda motor selama kurang lebih 5 jam oleh 17 orang anggota dan pengurus dan juga turut serta Ketua DPP Peradah Indonesia Sumatera Selatan Wayan Mustika, SH. 

Kegiatan yang dilakukan di desa ini sama dengan desa-desa sebelumnya, yaitu simekrame dan untuk memotivasi pemuda setempat. Kegiatan ini dimulai pada malam hari jam 7 malam waktu setempat dengan diawali persembahyangan bersama di Pura Penataran Agung Suka Jaya. Dalam kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh muda-mudi, beberapa orang tua, tokoh adat dam juga beberapa pinandita/pemangku. 

Dalam kegiatan yang berlangsung sangat antusian tersebut, ketua adat Suka Jaya bapak Budi mengatakan “kami berharap dengan kedatangan adik-adik mahasiswa ke sini agar dapat memotivasi anak-anak muda kami disini yang baru aktif berkegiatan setahun terakhir ini agar semangat menuntut ilmu dan sebagaimana mestinya bersusila dengan baik dan benar dilingkungan masyarakat”. Kemudian dalam sambutannya ketua PD KMDHI Sum-Sel menyampaikan “kedatangan kami kesini membawa misi kami mengabdi untuk umat dan berbagi dari apa yang bisa kami berikan agar bisa bermanfaat” kepada muda-mudi yang sebagian besar pernah mengikuti kegiatan yang dilakukan KMHDI Sum-Sel yaitu KMHDI Mengajar yang dilaksanakan di desa Lubuk Seberuk.
Para pinandita yang juga ikut antusias bergabung dalam kegiatan ini, salah satu pinandita yang bernama Jero Mangku Wayan Suarte menyampaikan pesan kepada seluruh anggota KMHDI yang ada “kami mohon agar adik-adik mahasiswa dapat menyampaikan ini kepada Parisadha untuk lebih memperhatikan umat disini dalam hal pencerahan umat, misalnya dengan mendatangkan narasumber bidang agama Hindu secara berkala agar masyarakat disini lebih tercerahkan”. Dari beberapa percakapan yang terjadi terdapat permasalahan yang sama dengan desa-desa lain yaitu tentang pasraman yang belum ada di desa ini dan solusi yang sama pun diberikan oleh KMHDI Sum-Sel. Dan seperti biasanya diakhir kegiatan PD KMHDI Sum-Sel membagikan beberapa buku tentang Agama Hindu yang merupakan perpanjangan tangan dari Bimas Hindu Sum-Sel.
Keesokkan harinya di pagi hari dilanjutkan perjalanan kedesa selanjutnya dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari desa Suka Jaya menuju desa Embacang, Sungai Rotan. Kegiatan serupa pun dilakukan di desa adat Sidho Rahayu. Di desa Embacang Sungai Rotan yang ada sejak tahun 1993 dengan jumlah 48 KK ini dimulai dari pukul 10.00 WIB yang dihadiri oleh seluruh muda-mudi, beberapa orang tua, ketua adat dan juga pinandita/pemangku. Dalam kegiatan yang berlangsung. KMHDI Sum-Sel mengajak para pemuda setempat yang sebagian besar adalah siswa SMP dan SMA untuk terus menuntut ilmu setinggi-tingginya dan untuk menjaga hubungan yang baik antar sesama umat Hindu dan juga dengan umat-umat yang lainya.

Dalam pertemuan singkat yang berlangsung kurang lebih 3 (tiga) jam ini,  ketua adat Sidho Rahayu bapak Ketut Taman mengatakan “pemuda kami disini sudah cukup aktif berkegiatan, kami juga telah memiliki pasraman. Namun ada beberapa hal yang menjadi permasalahan kami yaitu masalah bentuan untuk pasraman yang belum pernah kami dapatkan karena terkendala dipembuatan proposal, selain itu kami juga belum pernah didatangi oleh penyuluh Hindu untuk pelaksanaan bimbingan umat”. Menanggapi pernyataan tersebut KMHDI Sum-Sel mencoba memberikan saran terkait hal tersebut agar berkoordinasi dengan PHDI dan ketua KMHDI Sum-Sel, Budiyasa juga mengatakan “didesa ini ada salah satu anggota kami yaitu Ni Wayan Desi Anantama, silahkan bapak manfaatkan itu untuk dapat membantu masalah pembuatan proposal”. Dan diakhir kegiatan kembali dilakukan pembagian buku tentang agama Hindu kepada warga setempat.

Komentar Anda