PD KMHDI SUMSEL Mengabdi untuk Umat Hindu serta Memotivasi Generasi Muda Hindu (Part 1/2)

Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Sumatera Selatan yang baru saja melaksankan Lokasabha VIII pada bulan 19 Mei 2016, dengan kepengurusan baru periode 2016-2018 yang di bawah kepemimpinan I Made Budiyasa. Selain proses pengkaderan yang menjadi prioritas kedepan, namun PD KMHDI Sum-Sel juga mengutamakan program pengabdian masyarakat.
Program pengabdian masyarakat PD KMHDI Sum-Sel yang mengusung visi “Semangat Muda, Semangat Berkarya”. Dari visi tersebut jelas menggambarkan sebagai pemuda kader KMDHI yang memiliki semangat serta prograsifitas yang tinggi untuk terus berkarya untuk Hindu pada khususnya dan untuk negara pada umumnya. Program dini dilaksanakan dengan cara melakukan kunjungan ke desa-desa yaitu dengan melakukan simekrame dan dialog langsung bersama umat dan pemuda dari masing desa.

Pengurus PD KMHDI Sum-Sel yang baru resmi dilantik kurang lebih 2 (dua) bulan ini telah melakukan kunjungan ke beberapa desa, diantaranya:

1.    Kunjungan ke Desa Mendis dan Desa Pulai Gading
Kunjungan yang dilaksanakan selama 2 hari ini yakni pada tanggal 24-25 Juni 2016 dengan dengan agenda hari pertama kunjungan ke desa Mendis dan hari kedua ke desa Pulai Gading Kecamatan Bayung Lincir Kabupaten Musi Banyuasin. Dalam kunjungan ini diikuti oleh 9 (sembilan) orang anggota dan pengurus PD KMHDI Sum-Sel. Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh 48 orang muda-mudi yang rata-rata adalah siswa SMP dan SMA dari desa Mendis, desa Bayat dan desa Simpang Bayat. Selain itu, turut hadir tokoh umat Hindu diantaranya Ketua PHDI Kecamatan bayung Lincir dan Ketua Adat Desa Mendis. Adapun dalam sambutannya, ketua PHDI kecamatan Bayung Lincir mengatakan “saya selaku ketua PHDI kecamatan sangat mengapresiasi kegiatan ini dan sangat berterima kasih atas kedatangan rombongan KMHDI Sum-Sel, semoga kegiatan pada malam hari ini dapat memberikan motivasi untuk anak muda disini”.

Adapun tujuan dari kunjungan yang dilakukan adalah untuk menjalin simekrame atau mempererat tali persaudaraan dengan umat Hindu di sana dan berbagi pengetahuan tentang Agama. Dalam sambutan yang disampaikan oleh Ketua PD KMDHI Sum-Sel, I Made Budiyasa mengatakan “tujuan kami datang ke sini adalah untuk mempererat tali persaudaraan kita sesama umat Hindu dan kami ingin sedikit berbagi pengetahuan tentang agama”. Dalam kegiatan yang dilakukan pada malam hari dalam rangka menyambut Hari Raya Saraswati tersebut diisi juga dengan dialog atau diskusi bersama para pemuda setempat. Selain itu ada beberapa hal yang merupakan suatu permasalah yang disampaikan oleh ketua adat diantaranya kegiatan organisasi pemuda yang kurang aktif dan juga belum terdapat pasraman serta minimnya tenaga pengajar Hindu sehingga masih sulit untuk memperoleh pengetahuan tentang agama Hindu. Menanggapi hal yang disampaikan oleh ketua adat, kader-kader KMHDI Sum-Sel mencoba memberikan saran untuk segera membentuk pasraman secara legal dengan berkoordinasi dengan PHDI kecamatan dan mengkomunikasikannya kepada Bimas Hindu provinsi. Selain itu juga dihimbau kepada muda-mudi yang hadir agar lebih giat berkegiatan dan terus semangat untuk mencari pengetahuan tentang Hindu. Pada akhir kegiatan tersebut, PD KMHDI Sum-Sel membagikan beberapa buku tentang Agama Hindu yang merupakan bantuan dari Bimas Hindu Sum-Sel.

Hari kedua kujungan ini, seluruh anggota melanjutkan perjalan ke desa berikutnya yaitu desa Pulai Gading yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam dari desa Mendis. Sesampainya di desa tersebut yang juga merupakan desa yang dekat dengan perbatasan dengan provinsi Jambi, ada hal yang berbeda dari desa sebelumnya yaitu kami disambut oleh anak-anak yang hampir seluruhnya adalah siswa Sekolah dasar (SD) sangat antusias sekali menyambut kedatanggan seluruh anggota. Selain itu juga sebuah suguhan sebuah madding yang berisi harapan-harapan anak-anak dan pemuda dalam beberapa lembar kertas yang tertempel. Hal tersebut membuat seluruh anggota merasa sangat terharu dan tidak seketika rasa lelah dalam perjalanan pun hilang setelah melihat dan membaca itu. 
Sebelum kegiatan dimulai pada malam hari, KMHDI Sum-Sel pun berkesempatan untuk berdialog langsung dengan warga yang terdiri dari 28 KK umat Hindu. Dalam dialog yang dilakukan, salah satu warga yaitu bapak Yoga mengatakan “dulu pernah sekali Parisadha datang ke sini, tapi itu sudah lama sekali”. Selain itu beberapa warga juga mengatakan di desa ini masih sangat tertinggal, apalagi untuk bisa belajar agama Hindu sangat sulit sekali selain tidak ada yang berkompeten dibidang agama fasilitas pun sangat kurang sekali.
Kegiatan yang dilakukan di desa ini sama seperti desa sebelumnya dan dengan tujuan yang sama. Kegiatan tersebut dilakukan pada malam hari yang bertepatan dengan malam Saraswati. Kegiatan itu diawali dengan persembahyangan bersama di pura Khayangan Tunggal Pulai Gading kemudian dilanjutkan dengan kegiatan simekrame dan sharing agama Hindu. Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh hampir sebagai besar masyarakat Hindu dan juga turut hadir Ketua Adat setempat. Dalam sambutan ketua adat, menyampaikan “kami warga Bali disini senang sekali dan sangat berterima kasih KMHDI dari Sum-Sel sudah mau datang ke desa kami yang sangat jauh ini dan baru sekali ditatangi PHDI Sum-Sel beberapa tahun yang lalu”. Setelah itu Ketua PD KMHDI Sum-Sel dalam sambutannya mengatakan “kami sangat berterima kasih kepada seluruh yang hadir malam hari ini dan kami merasa sangat bahagia sekali bias berbagi dihari yang suci ini. Apabila ada hal yang menjadi permasalahan disini agar dapat disampaikan dan akan kami teruskan ke PHDI”.

Di desa ini terdapat salah satu kader KMHDI Sum-Sel angkatan 2015 yaitu Nyoman Yoga Yana yang juga meupakan satu-satunya mahasiswa dari desa ini. Di desa yang belum memiliki pesraman secara formal ini ternyata Yoga berinisiatif untuk mengajak anak-anak setempat untuk belajar agama bersama di balai banjar dan ia langsung sebagai gurunya. Ternyata ditengah kesibukkanya menuntut ilmu di kota Palembang, sepulangnya kedesa ketika libur diisinya dengan mengajar agama Hindu di desanya.
Di penghujung kegiatan malam tersebut KMHDI Sum-Sel mengajak seluruh anak-anak dan pemuda Hindu untuk terus bersemangat belajar dan jangan pernah merasa berkecil hati karena minoritas. Selain itu juga, untuk para orang tua diminta agar terus mendukung kegiatan pemuda setempat dan selalu membimbing anak-anak dan pemuda setempat. Pada akhir kegiatan tersebut, PD KMHDI Sum-Sel juga membagikan beberapa buku tentang Agama Hindu yang merupakan bantuan dari Bimas Hindu Sum-Sel.
 

Komentar Anda