Diskusi Publik PP KMHDI, DPN PERADAH, dan MEDIA HINDU : PHDI Harus Hebat dan Lebih Baik!

Jakarta, 24 Juli 2016 – Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia ( PP KMHDI) bersama DPN Peradah Indonesia dan Media Hindu bekerjasama dalam mengadakan Diskusi Publik yang bertemakan “PHDI Hebat, Pemuda Kuat, Hindu Jaya”. Kegiatan diskusi ini dilaksanakan di Gedung Dharma Sevanam Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta Timur pada Minggu 24 Juli 2016 yang dihadiri lebih dari 50 orang peserta. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian pemuda pada organisasi / majelis tertinggi umat Hindu yaitu PHDI yang akan melangsungkan Mahasabha pada bulan Oktober 2016. Maka atas dasar itu PP KMHDI, DPN Peradah dan Media Hindu menjalin kerjasama untuk melakukan survey terhadap kinerja PHDI Pusat, Kriteria Ketua PHDI yang diharapkan umat serta nama – nama tokoh yang diajukan oleh responden sebagai ketua umum PHDI pusat pada periode berikutnya.  

Redaktur Media Hindu, bapak Ngakan Putu Putra mengawali sambutan dalam kegiatan ini menjelaskan, bahwa beliau sudah sering terjun langsung ke umat bahkan sampai didaerah – daerah terpencil. Sehingga dengan seringnya beliau mendengar sendiri pendapat umat maka ada dua permasalahan yang fundamental yang harus diselesaikan oleh PHDI Pusat kedepannya yaitu : (1). Keyakinan umat Hindu terhadap agama Hindu itu sendiri. Orang Hindu Bali lebih banyak menjalankan agamanya dibandingkan dengan memikirkan agamanya, tambah beliau. Sedangkan permasalahan yang ke-(2) yaitu Minset keterbukaan umat dan saling kepedulian terhadap sesama umat Hindu.

Ketua Umum DPN Peradah Indonesia, Suresh Kumar mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk  semangat kami untuk menyentuh umat dan menyampaikan aspirasi umat  untuk PHDI yang lebih baik kedepannya. Karena Pemuda memandang PHDI sangat butuh seorang leader yang hebat dan bisa bersinergi dengan pemuda yang kuat maka niscaya kejayaan Hindu akan tercapai, tutup Ketum DPN Peradah.

 

Pemaparan Hasil Survey :

Mengawali jalannya diskusi, dilakukan pemaparan hasil survey yang disampaikan langsung oleh Presidium KMHDI, Ni Made Betariani. Presidium Beta menjelaskan bahwa kegiatan survey ini dilakukan secara digital memanfaatkan google form yang diisi oleh umat seluruh Indonesia, namun grafik koresponden memperlihatkan bahwa koresponden yang paling banyak mengisi survey berkisaran pada umur 21-25 tahun yaitu 26,3%.

Presidium Beta memaparkan bahwa ada empat item hasil survey yang diisi oleh responden yaitu 1. Pengetahuan responden dan penilaian responden terhadap lembaga PHDI, 2. Harapan responden terhadap PHDI kedepannya, 3. Kriteria calon ketua PHDI yang diharapkan oleh responden, dan 4. Nominasi calon ketua yang diajukan oleh responden.

Harapan Responden kepada PHDI :

Secara umum berdasarkan hasil survey, Presidium Beta menjelaskan bahwa ada 29 harapan yang dilontarkan oleh responden kepada PHDI kedepannya. 25 % responden mengharapkan PHDI berperan sebagai majelis yang mengayomi dan pemberi informasi, 20% mengharapkan Transparansi informasi dan kebijakan dari PHDI, dan 11% responden mengharapkan PHDI focus terhadap masalah internal dan eksternal yang menyangkut keumatan.

Kriteria Calon Ketua PHDI yang diharapkan Responden :

Adapun kriteria yang diharapkan , yang menurut responden sangat – sangat penting adalah calon ketua PHDI memiliki kriteria Jujur dan Bermoral, di urutan kedua responden mengharapkan calon ketua PHDI memiliki komitmen memajukan Hindu serta bersifat melayani bukan dilayani.

Nominasi Calon Ketua PHDI yang diajukan oleh Responden :

Berdasarkan hasil survey ada 51 nama yang diajukan oleh responden sebagai bakal calon ketua PHDI periode 2016 – 2021. Namun ada 10,6% responden tidak tahu siapa tokoh Hindu yang mereka ajukan sebagai calon ketua PHDI. Tentu angka tidak tahu ini cukup tinggi untuk koresponden yang belum mengetahui tokoh – tokoh umat Hindu yang layak memimpin PHDI.

 

Melihat hasil survey yang dipaparkan tentu banyak pendapat yang dilontarkan oleh peserta diskusi khususnya oleh tokoh – tokoh Umat Hindu yang hadir pada diskusi kali ini, diantaranya Pak Gusti Komang, Bapak Ida Tri Guna, Bapak Erlangga Mantik, Bapak Putra Astaman, Bapak Dewa Suratnaya, Bapak Nengah Dana, Bapak Putu Dunia, Bapak Gede Wardana dan Bapak Ari Admaja (Ketua Panitia Mahasabha PHDI).

Dapat disimpulkan dari tanggapan para peserta atau tokoh umat yaitu ketua PHDI selanjutnya harus punya kapasitas reformasi, mampu berkomunikasi dengan baik, punya kemampuan kerja keras dan menejeral. Peserta juga berpendapat secara umum perlu adanya reformasi tugas dan fungsi dalam structural tubuh organisasi PHDI, dan PHDI juga harus terfokus pada pendidikan umat untuk meningkatkan kualitas umat khususnya dalam hal keyakinan.

Semoga diskusi ini dapat berlanjut pada tahap selanjutnya dan memberikan semangat kemajuan pada PHDI sebagai majelis tertinggi umat Hindu. (DDI – KMHDI).

Komentar Anda