LAPORAN KUNJUNGAN PRESIDIUM KMHDI (Putu Surya Adnyana) SEMESTER 3 PERIODE 2014-2016 #kunjungan (I-X)

OM Swastyastu,

Om anubadrah kratavo yantu vivatah  (semoga pikiran baik datang dari segala penjuru)

            Kesatuan Mahasiswa Hindhu Dharma Indonesia ( KMHDI ) adalah organisasi Mahasiswa Hindu yang diakui secara nasional dan sebagai wadah pemersatu Mahasiswa Hindu. Selain itu juga kita sadari bahwa salah satu kewajiban kita sebagai kaum terpelajar adalah bagaimana mengupayakan adanya perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik untuk kemajuan generasi muda khususnya untuk generasi muda Hindu. Atas Asung Kerte Waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, PRESIDIUM PP KMHDI telah  melaksanakan kewajiban organisasi yaitu kunjungan kedaerah-daerah dan mensosialisasikan KMHDI (YOGYAKARTA, BLITAR, SOLO, SEMARANG, MALANG DAN SURABAYA), (SULUT), (KONAWE, SULTENG, SULSEL, PALOPO), (TANGGERANG BANTEN), (BANJARMASIN, BANJAR BARU, SAMARINDA, BALIK PAPAN, MATARAM, KARANG ASEM, DENPASA, BALI, BADUNG, BULELENG, KUPANG NTT,NTB ) sesuai program kerja masa kepengurusan periode 2014-2016. Sebagai tanggung jawab pengurus sudah semestinya menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan perjalanan organisasi dan kondisi daerah yang di kunjungi.

Sehingga Diharapkan disetiap selesai kunjungan  ke daerah-daerah pengurus menyanpaikan Laporan Pertanggung Jawabannya. Karena melalui Laporan Pertanggung Jawaban ini kita bisa melihat sejauh mana perjalanan organisasi baik di tingkat PD, dan PC dalam mengemban Dharma Agama dan Dharma Negara. Serta mengevaluasi terhadap segala sesuatu yang menjadi kendala organisasi dan mencari solusi dari kendala/permasalahan yang dihadapi untuk lebih meningkatkan kinerja pengurus dalam melaksanakan tugas organisasi.

I. Kunjungan ke PC KMHDI YOGYAKARTA

            Kunjungan ke PC KMHDI Yogyakarta dilakukan pada tanggal 30 September – 5 Oktober 2015 dalam rangka menghadiri kegiatan kaderisasi dan pendampingan organisasi mengingat organisasi KMHDI di Yogyakarta secara resmi baru terbentuk 5 bulan yang lalu. Kunjungan ke Jogja dilakukan dengan menaiki kerta api dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Lempuyangan Jogja dari pukul 12.00 sampai 20.00 WIB. Setelah sampai disana saya di jemput teman-teman KMHDI Jogja dan yang paling seru yang menjemput itu banyak kader cewek-cewek. Hari pertama saya mengkomunikasikan berapa jumlah umat Hindu, mahasiswa Hindu, dan berapa organisasi keumatan serta bagaimana potensi keumatan serta keorganisasian di kota Yogyakarta dengan pengurus karena data base adalah modal utama untuk bekerja dalam organisasi. Hari kedua  melakukan perayaan hari Kesaktian Pancasila di Pure Bangun Tapan dan melanjutkan kegiatan diskusi yang dihadiri sekitar sekitar 30 orang mahasiswa. Selanjutnya dihari ketiga dilanjutkan ketemu mahasiswa Jogja dalam rangka kunjungan ke Candi Gebang sekaligus dialog ekonomi yang berspritual. Dalam acara dialog yang bertema Cerdas Financial Dan Cerdas Spiritual ini narasumber baik kalangan  akademisi dan motivator seperti Dr. AA.Indria Sari (direktur RS. Cakra Husada), Putu Putra Yasa (motivator dan pengusaha nasional),  Dr.Made Andi Arsana (Dosen UGM dan pembicara 35 negara tentang kemaritiman), Dr. Putu Panji Sudira (Dosen UNJ), Sudirman M.Pd (ketua STHD Klaten). Dalam acara tersebut sungguh memotivasi bahwa setiap mahasiswa Hindu jaman sekarang yang serba maju tak hanya bisa mengandalkan kepintaran belaka, tapi juga harus bisa cerdas finansial sehingga bisa menuju spiritual yang mapan.

            Setelah melakukan diskusi dan dialog dilanjutkan hari berikutnya ketemu KMHDI Yogyakarta dalam pelaksanaan penggalian dana, dimana dalam penggalian tersebut bidang penggalian dana menjual Nasi Babi dengan berjualan ke Greja Greja yang ada di sekitar kota Jogja. Penjualan nasi dilakukan hari minggu pukul 7 pagi dengan di bagi 2 tim. Tidak butuh lama nasi pun habis terjual, dilanjutkan keliling kota Yogyakarta mengingat saya baru pertama kali menginjakkan kaki di kota pelajar itu, sehingga saya dijaka mampir di rumah makan khas Jogja yaitu Nasi Gudeg. Selanjutnya saya diajaka mengelilingi Malioboran, Alun Alun Jogja, dan tempat tempat wisata lainnya.           

  1. Kondisi Objektif Mahasiswa Hindu JOGJA

 

 

  1. Evaluasi Kegiatan
  1. Jumlah kader yang datang dalam diskusi baik di Sekretariat, Pura Dan Candi Gebang, maupun yang penggalian dana  masih sangat sedikit.
  2. Komunikasi dan kerjasama atar dan organisasi keumatan terjalin sangat baik.
  3. Kesadaran para kader yang belum bakit karena  masih nyaman di kampus atau kos masing.
  4. Pemateri diskusi notabene orang yang hebat dan sibuk tapi mereka demi umat dan genasi hindu rela datang meluangkan waktu dan gratis.

 

  1. Tiket Kereta API Jakarta – Jogja                                                   = Rp.     85.000,-
  2. Beli sabun dan pulsa dan Londry                                                 = RP.   150.000,-
  3. Makan 3 kali X Rp. 10.000,- X 5 hari                                          = Rp.    150.000,-

TotalRp. 385.000,-

 

  1. Kunjungan kesana ketika ada acara resmi kalau tidak ada acara mahasiswa pada sibuk kuliah.
  2. Diharapkan memberikan arahan tentang pendalaman dan sinergi organisasi.

 

II. SOSIALISASI KMHDI DI KLATEN JAWA TENGAH

            Kunjungan ke Mahasiswa Klaten Jawa Tengah dilakukan pada tanggal 5-8 Oktober 2015 dalam rangka observasi (A1) dan sosialisasi (A2) KMHDI. Kunjungan ke Klaten dilakukan dari Jogja dengan naik motor dapat di tempuh kurang lebih 1 jam setengah dan saya langsung menuju STHD Klaten. Hari pertama saya berjumpa dengan Ketua PHDI di Kota Klaten, saya mengkomunikasikan berapa jumlah umat Hindu, mahasiswa Hindu, dan berapa organisasi keumatan serta bagaimana potensi keumatan serta keorganisasian di kota Klaten. Sesuai data awal yang saya peroleh sebelum saya datang ke Klaten yang di kirim oleh Agus, hari ini sekaligus mengkroscek dengan PHDI Klaten, saya berkesimpulan data yang dikirim sudah benar, sehingga perlu diadakan sosialisasi KMHDI di kota Klaten. 

            Pada sore tanggal 8 Oktober 2015 pukul 15.00 WIB kita adakan Sosialisasi KMHDI di Kampus Sekolah Tinggi Hindu Dharma (STHD) yang di hadiri 35 mahasiswa. Di dalam acara sosialisasi materi yang disampaikan adalah Visi Misi dan Tujan serta semboyang organisasi. Selain itu juga di jelaskan mekanisme masuk KMHDI dan bagaiman cara pembentukan KMHDI terutama di Klaten. Didalam acara sosialisasi semua peserta sangat antusias mendengarkan serta aktif bertanya mengenai keluh kesah bagaimana cara membagi atara kuliah dengan berorganisasi. Selain itu juga yang menjadi pertanyaan bagaimana memperoleh dana karena mahasiswa di kota Klaten kebanyakan masih meminta pada orang tua. Tanpa terasa waktu pun menunjukkan pukul 18.00 WIB artinya sudah 3 jam kita secaara serius mensosialisasikan apa itu KMHDI, karena biar bagaimanapun kita manusia seperti halnya sebuah gelas, jika terus di kasih air maka kita akan penuh dengan demikian kita seyogyanya harus bertahap dan berkesinambungan dalam mempelajari KMHDI, biar tidak lupa atau tumpah seperti gelas yang kepenuhan.

            Setelah sosialisasi usai maka dilanjutkan diskusi tidak formal dan perkenalan personal agar terjadi ikatan emosional dan rasa memiliki bahwa kita adalah sama-sama yang mampu ikut berorganisasi serta mengisi pengetahuan dengan jalan berorganisasi, dan akhirnya pun kita berpisah dan saya pamit meninggalkan kota Klaten bersama Dua mahasiswa menuju kota Solo Jawa Tengah dengan naik motor.

  1. Kondisi Objektif Mahasiswa Hindu Klaten Jawa Tengah

 

 

  1. Evaluasi Kegiatan
  1. Jumlah kader yang datang dalam sosialisasi masih sangat sedikit meskipun masih banyak mahasiswa Hindu di Klaten.
  2. Komunikasi dan kerjasama atar dan organisasi keumatan terjalin sangat baik.
  3. Antusias para kader yang sangat tinggi dalam mengikuti sosialisasi.

 

  1. Transportasi naik motor gratis krn Nebeng angota
  2. Beli Snek waktu acara sosialisasidan Londry                               = RP.   100.000,-
  3. Makan 3 kali X Rp. 10.000,- X 4 hari                                          = Rp.    120.000,-

TotalRp. 220.000,-

 

  1. Kunjungan untuk melakukan MPAB.
  2. Diharapkan membawa atribut organisasi organisasi.

 

 III. SOSIALISASI KMHDI DI SOLO JAWA TENGAH

            Kunjungan ke Mahasiswa Solo Jawa Tengah dilakukan naik motor dari Klaten menuju Solo yang di tempuh kurang lebih 2 jam setengah, kunjungan dilakukan pada tanggal 8-13 Oktober 2015 dalam rangka observasi (A1) dan sosialisasi (A2) KMHDI. Hari pertama saya berkomunikasi dengan Ketua PHDI Kota Solo, menanyakan  berapa jumlah umat Hindu, mahasiswa Hindu, dan berapa organisasi keumatan serta bagaimana potensi keumatan serta keorganisasian di kota Solo, dari komunikasi tersebut sehingga perlu diadakan sosialisasi KMHDI di kota Solo, karena Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri banyak sehingga dilakukan 3 tahap pelaksanaan sosialisasi agar Mahasiswa Hindu makin mantap dan mengerti apa itu organisasi Hindu terutama KMHDI.

            Pada Malam tanggal 9 Oktober 2015 pukul 19.00 WIB kita adakan Sosialisasi KMHDI di Pura Mandira Seto Kraton Solo Jawa Tengah yang di hadiri 25 mahasiswa perwakilan dari berbagai kampus. Di dalam acara sosialisasi materi yang disampaikan adalah visi misi dan tujan serta semboyang organisasi. Selain itu juga di jelaskan mekanisme masuk KMHDI dan bagaiman cara pembentukan KMHDI terutama di Solo. Didalam acara sosialisasi semua peserta sangat antusias mendengarkan serta aktif bertanya mengenai keluh kesah bagaimana cara membagi atara kuliah dengan berorganisasi. Selain itu juga yang menjadi pertanyaan bagaimana memperoleh dana karena mahasiswa di kota Solo kebanyakan masih meminta pada orang tua. Tanpa terasa waktu pun menunjukkan pukul 22.00 WIB artinya sudah 3 jam kita secaara serius mensosialisasikan apa itu KMHDI, karena biar bagaimanapun kita manusia seperti halnya sebuah gelas, jika terus di kasih air maka kita akan penuh dengan demikian kita seyogyanya harus bertahap dan berkesinambungan dalam mempelajari KMHDI, biar tidak lupa atau tumpah seperti gelas yang kepenuhan.

            Setelah sosialisasi pertama usai kita lanjutkan sosialisasi ke dua di hari berikutnya di Cadti Ceto yang dihadiri sekitar 35 peserta Mahasiswa Hindu, dan sosialisai ketiga dilanjutkan di hari berikutnya di lakukan di Pura UNS yang dihadiri sekitar 20 orang. Dan dilanjutkan diskusi tidak formal dan perkenalan personal agar terjadi ikatan emosional dan rasa memiliki bahwa kita adalah sama-sama yang mampu ikut berorganisasi serta mengisi pengetahuan dengan jalan berorganisasi, dan akhirnya pun kita berpisah dan saya pamit meninggalkan kota Solo dengan diatar ke Terminal Solo menuju Semarang Jawa Tengah dengan naik Bus.     

  1. Kondisi Objektif Mahasiswa Hindu SOLO

 

 

  1. Evaluasi Kegiatan
  1. Jumlah kader yang datang dalam sosialisasi masih sangat sedikit meskipun masih banyak mahasiswa Hindu di Solo.
  2. Komunikasi dan kerjasama atar dan organisasi keumatan terjalin sangat baik.
  3. Antusias para kader yang sangat tinggi dalam mengikuti sosialisasi.
  4. Adanya organisasi eksternal kehinduan yang ada di Solo sehingga masih sulit untuk gabung dengan KMHDI.
  5. Mahasiswa masih awamnya tentang keorganisasian kehinduan.

 

  1. Transportasi gratis atau Nebeng anggota                                     
  2. Beli Sneck, pulsa dan Londry                                                       = RP.   150.000,-
  3. Makan 3 kali X Rp. 10.000,- X 7 hari                                          = Rp.    210.000,-

TotalRp. 360.000,-

 

  1. Kunjungan untuk melakukan MPAB.
  2. Diharapkan membawa atribut organisasi organisasi

 

IV. SOSIALISASI KMHDI DI SEMARANG JAWA TENGAH

            Kunjungan ke Mahasiswa Semarang Jawa Tengah dilakukan pada tanggal 13-16 Oktober 2015 dalam rangka observasi (A1) dan sosialisasi (A2) KMHDI. Kunjungan ke Semarang di lakukan dari Solo dengan naik Bus dapat di tempuh kurang lebih 3 jam. Hari pertama saya berjumpa dengan Ketua UKMH Undip yaitu Kadek Yobi, saya mengkomunikasikan berapa jumlah mahasiswa Hindu di Semarang, dan saya juga berjumpa dengan ketua Peradah Jawa Tengah sekaligus mengkomunikasikan akan mengadakan sosialisasi KMHDI di Semarang.

            Pada sore tanggal 15 Oktober 2015 pukul 17.00 WIB kita adakan Sosialisasi KMHDI di Pura Pura Agung Giri Natha Semarang yang di hadiri 25 mahasiswa. Di dalam acara sosialisasi materi yang disampaikan adalah visi misi dan tujan serta semboyang organisasi. Selain itu juga di jelaskan mekanisme masuk KMHDI dan bagaiman cara pembentukan KMHDI terutama di Semarang. Didalam acara sosialisasi semua peserta sangat antusias mendengarkan serta aktif bertanya mengenai keluh kesah bagaimana cara membagi atara kuliah dengan berorganisasi. Selain itu juga yang menjadi pertanyaan bagaimana memperoleh dana karena mahasiswa di kota Semarang kebanyakan masih meminta pada orang tua.

            Setelah sosialisasi usai maka dilanjutkan diskusi tidak formal dan perkenalan personal agar terjadi ikatan emosional dan rasa memiliki bahwa kita adalah sama-sama yang mampu ikut berorganisasi serta mengisi pengetahuan dengan jalan berorganisasi, dan akhirnya pun kita berpisah dan saya pamit meninggalkan kota Semarang dan saya pun diantar ke Stasiun Kereta Api Semarang menuju Blitar.

  1. Kondisi Objektif Mahasiswa Hindu Semarang Jawa Tengah

 

 

  1. Jumlah kader yang datang dalam sosialisasi masih sangat sedikit meskipun masih banyak mahasiswa Hindu di Semarang.
  2. Komunikasi dan kerjasama atar dan organisasi keumatan terjalin sangat baik.
  3. Antusias para kader yang sangat tinggi dalam mengikuti sosialisasi.
  4. Masih awamnya tentang organisasi.
  5. Nyamannya Mahasiswa Hindu di Organisasi kampus.

 

  1. Transportasi Bus Solo-Semarang                                                  =Rp     45.000,-         
  2. Beli Sneck dan pulsa                                                                     = Rp.   100.000,-
  3. Makan 3 kali X Rp. 10.000,- X 3 hari                                          = Rp.     90.000,-

TotalRp. 235.000,-

 

  1. Kunjungan untuk melakukan MPAB.
  2. Diharapkan membawa atribut organisasi organisasi.

 

V. KUNJUNGAN KMHDI DI BLITAR JAWA TIMUR

            Kunjungan ke Umat Hindu Blitar Jawa Timur dilakukan pada tanggal 16-18 Oktober 2015 dalam rangka mengikuti persembahyangan Suroan. Kunjungan ke Blitar dilakukan dari Semarang dengan naik Kreta Api dapat ditempuh kurang lebih 10 jam dan saya langsung menuju Candi Penataran Blitar. Hari itu saya berjumpa dengan Ketua PHDI di Kota Blitar yang sekaligus sebagai pelaksana kegiatan Suroan tepatnya Sabtu Wage untuk melaksanakan Wedar Hayuning (pembersihat jagad), dari komunikasi itu saya meperoleh data berapa jumlah umat Hindu, mahasiswa Hindu, dan berapa organisasi keumatan serta bagaimana potensi keumatan serta keorganisasian di kota Blitar. Dalam persembahyangan yang dilakukan setaun sekali setiap Sabtu Wabe Suroan tersebut di puput oleh 7 Rsi dan dukun dari Jawa  serta 7 sulinggih dari Bali sehingga persatuan sapta Rsi jawa dan bali dalam melaksanakan piodalan tersebut akan mengingatkan kita dalam sejarah Nusantara, bahwa Indonesia duluh pernah besar dan di segani Negara-negara lain di negreri yang disebut nusantara.

            Setelah persemahyangan usai maka dilanjutkan diskusi tidak formal dan perkenalan personal agar terbangun ikatan emosional dan rasa memiliki bahwa kita adalah sama-sama manusia yang mampu ikut berorganisasi serta mengisi pengetahuan dengan jalan berorganisasi, dan akhirnya pun kita berpisah dan saya pamit meninggalkan kota Blitar menuju kota Malang Jawa Timur dengan naik Bus.

  1. Kondisi Objektif Umat Blitar Jawa Timur

 

 

  1. Evaluasi Kegiatan
    1. Jumlah Umat yang datang dalam sembahyang masih sangat sedikit.
    2. Komunikasi dan kerjasama atar dan organisasi keumatan terjalin sangat baik.
    3. Antusias umat yang sangat tinggi dalam mengikuti persebahyangan.

 

  1. Transportasi Kreta Api Semarang – Blitar                                     = Rp.   145.000,-
  2. Ojek stasiun ke candi                                                                    = Rp.     35.000          
  3. Makan 3 kali X Rp. 15.000,- X 2 hari                                          = Rp.     90.000,-

TotalRp. 270.000,-

 

VI. KUNJUNGAN KE PC KMHDI MALANG JAWA TIMUR

            Kunjungan ke PC KMHDI Malang dilakukan pada tanggal 18-20 Oktober 2015. Kunjungan kesini dilaksanakan setelah acara sembahyang di Candi Penataran Blitar.  Dalam rangka simakrama seluruh mahasiswa Hindu Malang yang dilaksanakan di Wantilan Pura Dwijawarsa Malang, dengan dihadiri dari beberapa  organisasi UKM Hindu masing Universitas maupun Kampus yang ada di Malang. Dalam simekrame tersebut di paparkan semua keunggulan dan kelemahan masing-masing UKM Hindu yang ada di Malang dan pertanyaan apa peran KMHDI sebagai organisasi di luar kampus?. Sehingga saya pun berkesempatan untuk menjawab bahwa saya menyampaikan, “bahwa organisasi KMHDI adalah rumah sedangkan UKM-UKM adalah kamar-kamar yang ada dalam rumah” jadi kita harus sinergi didalam melaksanakan kaderisasi maupun dalam kegiatan social. Jangan malah saling jatuhkan.

Dengan demikian “Bahwa organisasi yang baik tidak hanya di butukkan pemimpin yang hebat dan anggota yang banyak tetapi bagaimana memenejem organisasi itu untuk mengatur hubungan antara pengurus dengan pengurus, anggota dengan pengurus dan anggota dengan oraganisasi. Selain itu juga organisasi perlu berinfestasi tentang dana dengan cara wirausaha seperti jualan kwangen, dupa, kelender atau yang lainnya”. Setelah diskusi usai maka dilanjut kan dengan sembahyang bersama. Setelah sembahyang dan makan siang maka ditutup dengan foto bersama.

  1. Kondisi Objektif PC KMHDI Malang

 

B. Evaluasi Kegiatan

  1. Jumlah kader yang datang dalam Simakrama kurang maksimal dikarenakan masih banyaknya kader yang belum sadar dan mau gabung di KMHDI walaupun sudah di MPAB.
  2. Komunikasi dan kerjasama atar OKP dan organisasi keumatan terjalin sangat baik.
  3. Pemahaman para kader masih kurang didalam hal Berorganisasi sehingga masih banyak kesalah pahaman dalam berorganisasi.

 

  1. Transportasi Bus Blitar-Malang                                                    = Rp.     40.000,-        
  2. Beli pulsa dan Londry                                                                  = RP.   100.000,-
  3. Makan 3 kali X Rp. 15.000,- X 2 hari                                          = Rp.      90.000,-

TotalRp. 230.000,-

 

 

 

VII. KUNJUNGAN KE PC KMHDI SURABAYA dan PD KMHDI JAWA TIMUR

            Kunjungan ke PC KMHDI Surabaya dilakukan pada tanggal 20-22 Oktober 2015, setelah acara Simakrama KMHDI Malang. Perjalanan dari Malang ditempuh kurang lebih 2 jam dengan naik Bus. Sesampainya di terminal saya pun dijemput oleh ketua PC KMHDI Surabaya dan satu orang anggota,langsung menuju ke keskretariat KMHDI di Asrama Saraswati Surabaya.  Dengan mengunjungi PC KMHDI Surabaya berarti secara langsung juga mengunjungi PD KMHDI JAWA TIMUR karena skretariat yang bergabung dan sedikit banyak pengurus juga ada di sekitar skretariat. Malam itu setelah di adakan penyambutan dari masing-masing pengurus kita adakan makan malam  diluar karena diskusi akan dilakukan besok malam saja.

Keosokan harinya kita lanjutkan ngobrol dengan salah satu pengurus dan tibalah saat diskusi dengan pengurs PC  maupun PD yang sekitar 10 orang, cukup lama kita berdiskusi baik mengenai masalah internal maupun ekseternal, yang pada intinya masalah yang dihadapi adalah kekurangan anggota dikarenakan banyak mahasiswa Hindu yang lebih enak bahkan nyaman di kampus-kampus masing masing. Sehingga dalam kesempatan itu saya menghimbau kepada mahasiswa KMHDI terutama,bahwa kita bukan organisasi elit dan profit yang jika ada uang baru berkegiatan dan jika ada penting baru berkegiatan, tetapi organisasi KMHDI adalah organisasi social yang berlandaskan jati diria KMHDI, jadi kita harus bangun kekeluargaan dan kerjasama sehingga komunikasi dengan kampus-kampus itu terjalin baik. Ketika sudah terjalain  baik maka berkegiatan tidak lagi kekurangan sumber daya manusia.

Dengan demikian yang membedakan oraganisasi dengan perusahaan adalah ketika ada uang baru berkegiatan itu namanya perusahaan dan jika berkegiatan dulu baru datang uang itulah organisasi. Jadi kreaatifitas anggota sangat diperlukan, bagaimana jika anggota saja sulit didapat, bagaimana dengan uang , pasti lebih sulit. Setelah diskusi usai saya pun diajak berkunjung ke salah satu senior KMHDI mantan presidium yaitu Bli Saplar. Setelah berbincang-bincang lama dengan alumni saya pun ijin pamit untuk lanjut ke daerah SULUT Manado.

  1. Kondisi Objektif PC KMHDI Malang

kemarau setahun dibalas hujan gerimis semenit begitulah pepatah mengatakan, hari ini Surabaya maupun Jawa Timur sekaan kehilangan nama baik itu, bagaimana tidak dari sejarah kepengurusan 3 periode ini selalu pengurus PP yaitu ketua Departemen tidak melakukan kewajibannya bahkan mengundurkan diri sebagai pengurus PP, apa yang salah? Kader yang terlalu hebat atau tidak maunya di atur karena egoism, bukankah berorganisasi adalah duduk sama  rendah dan berdiri sama tinggi. Apalagi sekarang dukungan serta kerjasama yang kurang baik terhadap semua organisasi keumatan di Jawa Timur yang belum terjalain sehingga dapat memperlambat pergerakan organisasi kedepannya di jawa Timur umumnya.

B. Evaluasi Kegiatan

  1. Jumlah kader yang datang dalam diskusi sangat sedikit.
  2. Komunikasi dan kerjasama atar OKP dan organisasi keumatan terjalin Kurang baik.
  3. Keogaan yang didominasi salah satu pengurus telah membuat organisasi ini menurun.

 

  1. Transportasi Bus Malang – Surabaya                                            = Rp.     40.000,-        
  2. Beli Sabun dan pulsa dan Londry                                                            = RP.   150.000,-
  3. Makan di tanggung oleh PC Surabaya                                        

 

 

  1. Mengoftimalkan pengurus atau anggota untuk kumpul dalam diskusi
  2. Menghimbau agar tidak didominasi salah satu pengurus saja.

VIII. KUNJUNGAN KE PD KMHDI SULAWESI UTARA

            Kunjungan ke PD KMHDI SULUT dilakukan pada tanggal 23-26 Oktober 2015 dalam rangka Lokasabha atau pergantian pengurus. Kunjungan dilakukan dengan menggunakan Pesawat, dari Surabaya menuju SULUT selama 2.30 jam dari jam 14.30-17.00. sesampainya disana di jemput oleh 3 orang panitia dengan mobil  pukul 17.30 langsung menuju sekretariat yang ditempuh dengan kecepatan rata-rata 60 KM/jam selama 60 menit. Sesampainya disana saya disambut oleh kader-kader sekitar 20 orang. Dan dilanjutkana dengan makan Malam serta mengadakan persiapan maupun dekorasi di Pura Manado. Malam itu diadakan persiapan dan pendampingan dalam menyiapkan materi dan draf-draf untuk keperluan Lokasabha. Selanjutnya Lokasabha dilaksanakan tanggal 24-25 Oktober 2015 yang dilaksanakan di Pasraman Pura Kota Manado, dengan dihadiri organisasi keumatan Hindu (Peradah,WHDI,PHDI, Banjar ) dan Pembimas SULUT.

            Di dalam acara pembukaan tersebut semakin menarik waktu sambutan dari bapak Pembimas Provinsi SULUT  (KOKO ANGGORO) yang menyampaikan bahwa berorganisasi itu butuh patner untuk melakukan kegiatan dan pengkaderan, agar kegiatan selalu berkesinambungan tidak hanya seperti anget-anget taik ayam. Setelah sambutan-sambutan usai maka berakhir pula pembukaan, dilanjutkan dengan persidanngan – persidangan. Didalam persidangan berjalan lumayan lancar karena tidak ada perdebatan perdebatan yang begitu berarti. Dari pembahasan tatib, mendengarkan LPJ pengurus dan menyusun langkah-langkah strategis untuk dasar pemilihan dan dasar penyusunan program kerja kepengurusan selanjutnya. Peserta sidang sangat antausias dalam mengikuti jalannya persidangan sehingga larut malam pun tak mengendurkan semngat peserta  sidang. Tak teras pukul 00.00 pun terlewati dan peserta sidang sepakat melanjutkan persidangan sampai selesai dan kepengurusan baru dilantik dan  penutupan sampai pukul 03.00 WITA.

            Dalam pencalonan ketua ada 6 bakal calon yang masuk bursa pencalonan, namun setelah diadakan tes administrasi dan kelayakan hanya 3 yang masuk menjadi calon ketua PD KMHNDI SULUT. Ketiga calon itu ( K.Rani, kadek dan, Made Sri Narayani ). Yang menarik adalah dari ketiga calon tersebut sebenarnya sama-sama ingin menjadi calon untuk memimpin SULUT kedepan, tetapi karena calon yang didambakan hanya satu, sehingga membuat para calon berjuang keras untuk meraih suara. Setelah mendengarkan penyampaian Visi-Misi masing-masing calon  dilakukan lobi diatara ketiga calon, namun tidak menemukan kata mupakat sehingga tim Formatur selanjutnya melakukan voting. Dari ketiga calon maka terpilih lah K.RANI sebagai pemenang. Dengan terpilihnya K RANI sebagai ketua, maka tibalah saatnya penyusunan pengurus PD KMHDI SULUT dan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus periode 2015-2017. Dan dilanjutkan penutupan serta perpisahan sampai pukul 03.00 WITA dan kembali ke rumah masing-masing. Pada tanggal 26 oktober 2015 pukul 18.00 WITA saya pun pulang menuju Jakarta dengan menaiki pesawat city ling, setelah menempuh waktu 3 jam kurang lebih sampailah di Bandar udara sukarno Hatta, dan lanjut saya naik damri menuju terminal rawamangun yang di tempuh kurang lebih 2 jam, dan setelah sampai terminal saya naik ojek menuju skret cipinang dan akhirnya saya pun sampai pukul 23.00 WIB tanggal 26 0otober 2015.

 

 

B. Evaluasi Kegiatan

  1. Jumlah kader yang datang dalam Lokasabha cukup maksiml.
  2. Komunikasi dan kerjasama atar OKP belum terjalin sedangkan dengan organisasi keumatan terjalin sangat baik.
  3. Antusias para kader yang sangat tinggi dalam mengikuti Lokasabha sehingga larut malam sampai pagi pun tak jadi masalah.

 

  1. Transportasi pesawat Surabaya-Manado                                      = Rp.      821.188,-
  2. Transportasi pesawat Manado-Jakarta                                          = Rp.   1.072.838,-
  3. Damri Soeta- Rawamangun                                                          = Rp.       40.000,-
  4. Ojek Rawamangun-skret Cipinang                                               = Rp.       25.000,-      
  5. Beli Sneck,pulsa dan Londry                                                        = RP.      150.000, +
  6. Makan ditanggung PD SULUT                                                   

TotalRp. 2.108.026,-

 

.           Diharapkan membawa atribut organisasi organisasi.

 

 

Kunjungan ke PC KMHDI Luwuk dilakukan pada tanggal 20-23 November 2015 dalam rangka menghadiri kegiatan sabha PC KMHDI Luwuk atau pergantian pengurus. Kunjungan dilakukan dengan menggunakan Pesawat Lion Air, dari Jakarta menuju Ujung Pandang Makasar dari pukul 22.00 WIB -02.00 WITA dan trasit disana selama 3 jam sehingga pukul 05.00 WITA berangkat lagi menuju Luwuk dan akhirnya sampai pukul 07.00 WITA. sesampainya disana di jemput oleh 2 orang panitia dengan Motor  langsung menuju sekretariat yang ditempuh dengan kecepatan rata-rata 60 KM/jam selama 20 menit. Sesampainya disana saya disambut oleh kader-kader sekitar 10 orang termasuk peninjau dari PD KMHDI SULTENG berjumlah 2 orang. Dan dilanjutkana dengan sarapan serta mengadakan persiapan maupun dekorasi di Pura Luwuk. Pagi itu diadakan persiapan dan pendampingan dalam menyiapkan materi dan draf-draf untuk keperluan Sabha. Selanjutnya Sabha dilaksanakan malamnya setelah persiapan, tanggal 21-22 November 2015 yang dilaksanakan di Balai panjang Pura Kota Luwuk, dengan dihadiri organisasi keumatan Hindu (Peradah,WHDI,PHDI, Banjar ) Kota Luwuk.

            Di dalam acara pembukaan ada beberapa sambutan-sambutan, salah satunya ada dari bapak PHDI kota Luwuk, yang menyampaikan bahwa berorganisasi adalah bergaul dengan umat agar kita semakin bersatu bukan malah menjual umat, selain itu juga beliau menghimbau agar mahasiswa hindu tidak kehilang idealisme agar tetap dalam jalan Dharma Agama dan Dharma Negara. Selanjutnya sambutan Presidium (Putu Surya Adnyana) yang sekaligus membuka acara Sabha, saya menyampaikan berorganisasi adalah komunikasi, karena dari komunikasi kita melahirkan banyak karya dan kreatifitas sehingga kebersamaan, kekeluargaan dan keharmonisan dapat di ujudkan baik dalam organisasi maupun dalam lingkungan masyarakat. Setelah sambutan-sambutan usai disuguhkan bermacam-macam snek dan tari-tarian hiburan, serta dilanjutkan dengan persidanngan – persidangan. Didalam persidangan berjalan lumayan alot karena ada perdebatan perdebatan yang cukup berarti. Namun dalam mendengarkan LPJ pengurus peserta tidak ada yang berkomentar, sehingga Presidium sebagai peninjau berkomen mengenai saldo yang diwariskan yaitu nol rupiah (Rp.0) padahal tahun 2014 PC KMHDI Luwuk mendapatkan bantuan dari DIRJEN KEMENAG RI sejumlah 25.000.000 rupiah dan selalu membuat kegiatan dor to dor meminta dana ke umat yang ada di Luwuk, apa lagi kegiatan setahun ini kalian tidak ada yang tidak ada muncul di media bahkan hampir di bilang vakum, selain itu juga Luwuk tidak Hadir dalam acara Rakornas di Lampung tahum 2015 artinya tidak ada dana pengeluaran yang besar. LALU KEMANA  uangnya??? Pengurus hanya memjawab dengan jawaban sudah habis dengan berkegiatan setahun ini. Karena peserta gak ada yang protes akhirnya saya sebagai Presidium yang berkedudukan sebagai peninjau hanya bisa menghimbau agar kejadian ini tidak terjadi lagi di kemuduian hari, karena kesuksesan pengurus bukan dari banyaknya kegiatan dan menghabisakan uang tetapi bagaimana keberlangsungan organisasi ini kedepan. Setelah himbauan di sampaikan dengan nata agak tegas akhirnya dilanjutkan ke pleno lainnya dan  menyusun langkah-langkah strategis untuk dasar pemilihan dan dasar penyusunan program kerja kepengurusan selanjutnya. Peserta sidang sangat antausias dalam mengikuti jalannya persidangan sehingga larut malam pun tak mengendurkan semangat peserta  sidang. Tak teras pukul 00.00 pun terlewati dan peserta sidang sepakat melanjutkan persidangan sampai selesai dan kepengurusan baru dilantik dan  penutupan sampai pukul 08.00 WITA.

            Dalam pencalonan ketua ada 3 yang diusulkan oleh peserta, dari ketiga nama tersebut ditanyakan kesediannya sebagai calon ketua hanya 1 nama yang menyatakan kesiapan dan 2 lainnya menyatakan tidak siap. Dengan demikian ada calon tunggal dalam acara Sabha ini, setelah diadakan lobi dan pemantapan ke peserta sehingga disepakati pemilihan aklamasi dari calan tunggal tersebut yaitu Gede Negara sebagai ketua terpilih 2015-2017 PC KMHDI Luwuk. Dengan sudah terpilihnya ketua yang baru maka dilanjutkan penutupan, dan Pelantuikan serta perpisahan sampai pukul 08.00 WITA dan kembali ke rumah masing-masing. setelah istirahat 3 jam kita pun di jemput oleh salah satu alumni KMHDI untuk diajak keliling kota LUWUK dan makan di rumahnya. Setelah itu, sorenya kita diajak ke menikmati jagun bakar dan melihat keindahan kota Luwuk di malam hari yang katanya mirip dengan Honkong. Tak terasa malam pun sudah larut akhirnya kami diantar ke sekretariat dan istirahat. Keesokan harinya sebelum saya pulang menuju daerah lain yaitu PD KMHDI SULTENG saya menyempatkan untuk mengumpulkan pengurus untuk menyampaikan instruksi sekaligus himbauan serta langkah-langkah yang akan di lakukan agar organisasi ini tetap ada kedepannya. Akhirnya pagi pukul 10.00 tanggal 23 November 2015 saya pun pemit meninggalkan kota Luwuk menuju Palu denagan naik bus.

 

 

 

B. Evaluasi Kegiatan

  1. Jumlah kader yang datang dalam Sabha cukup maksimal.
  2. Komunikasi dan kerjasama atar OKP belum terjalin sedangkan dengan organisasi keumatan terjalin sangat baik.
  3. Antusias para kader yang sangat tinggi dalam mengikuti Sabha sehingga larut malam sampai pagi pun tak jadi masalah.
  4. Pendampingan pengurus sangat kurang sehingga uang sebanyak itu habis dalam setahun

 

  1. Transportasi pesawat Jakarta- Luwuk                                           = Rp.   1067.507,-      
  2. Damri Rawamangun Soeta                                                           = Rp.         40.000,-
  3. Beli Sneck,pulsa dan Londry                                                        = RP.      150.000, +
  4. Makan ditanggung PC Luwuk dan Alumni                                                        

TotalRp. 1.257.507,-

 

            Diharapkan membawa atribut organisasi.

 

X. Kunjungan ke PD KMHDI SULAWESI TENGAH

Kunjungan ke PD KMHDI SULTENG dilakukan pada tanggal 23-25 November 2015 dalam rangka kunjungan biasa dan berdiskusi serta dialog dengan pengurus maupun anggota PC KMHDI SULTENG. Kunjungan dilakukan dengan menaiki BUS Antar Kota, dari Luwuk menuju Palu dari pukul 11.00 -08.00 WITA dengan kata lain kurang lebih 21 jam perjalanan. sesampainya disana di jemput oleh 2 orang anggota dengan Motor  langsung menuju kos-kosan pak skrertaris PD KMHDI SULTENG yang ditempuh dengan kecepatan rata-rata 50 KM/jam selama 20 menit. Sesampainya disana saya disambut oleh ketua biro Litbang PD KMHDI SULTENG yang merupakan satu kosan dengan pak skretaris. Dikarenakan 21 jam saya tidak mandi akhirnya saya pun mandi dan selesai mandi sudah hadir 3 anggota kader baru cewek dan akhirnya saya pun sarapan bersama di kosan pak skretaris.

            Setelah melakukan perkenalan dan perbincangan seputar perjalanan yang cukup mengesankan yang dimana cerita serunya adalah 21 jam naik BUS campur jalan kaki 1 KM malam-malam karena bukit yang dilalui longsor yang menutupi jalan, agar mobil BUS yang di tumpangi bisa lewat maka penumpang harus jalan kaki. Selanjut perbincangan dilanjutkan ke salah satu kantor alumni yaitu Mahayasa dan ketemu juga dengan ketua demisione ALIT. Beberapa jam berbincang sambil makan siang akhirnya saya pun di jemput untuk istirahat sebelum nanti di lanjutkan diskusi di Pure kota Palu dengan pengurus dan anggota PD KMHDI SULTENG.  Dalam diskusi di Pura banyak yang ditanyakan oleh pengurus dan anggota, dari bagaimana memperbanyak jumlah kader untuk aktif, dana dan bisa punya jaringan luar dengan organisasi lain bahkan pemerintah. Melalaui pertanyaan itu selaku Presidium yang juga pernah berproses di daerah sangat faham bagaimana hal itu bisa terjadi, pertama bagaimana meningkatkan jumlah kader agar aktif berorganisasi, jawaban kita jelas bahwa untuk menarik seseorang untuk aktif maka jalan yang paling terpenting adalah bangun kenyamanan didalam organisasi dengan cara libatkan terus mahasiswa Hindu untuk selalu berfartisipasi dalam kegiatan dan yang terpenting komunikasi agar terbangun ikatan emosional sehingga mereka nyaman dan aktif di organisasi KMHDI. Kedua bicara dana organisasi KMHDI memang selalau terkendal oleh hal ini karena organisasi KMHDI bukan lah organisasi profit (penghasil Uang) dengan demikian kita jangan menyerah dengan keadaan bukankah dibalik kelemahan ada kekuatan, maka dari itu kreatifitas pengurus dan anggota untuk mengubah peluang dana untuk mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya. Ketiga, mengenai eksistensi baik okp maupun pemerintah, kita tidak bisa memaksa organisasi maupun pemerintah untuk mengkui kita hebat atau eksis, tetapi kita harus melibatkan mereka baik okp maupun pemerintahunmtuk mendukung dan selalu teerlibat dalam setiap kegiatan kita sehingga secara tiddak langsung mereka akan menyatakan bahwa keberadaan kita ada di daerah tersebut. Nah terakhir kalau semua tahapan sudah kita lakukan masih juga mereka tidak aktif itu bukan tugas kita untuk memaksa mereka karena banyak jalan untuk menuju roma.

            Dengan berakhirnya diskusi bersama, kita pun sembahyang bersama dan akhirnya kita pulang menuju kos masing-masing, dan paginya pun saya diantar menuju bandara untuk melanjutkan kunjungan kedaerah lain yaitu PD KMHDI SULSEL.

 

 

 

 

  1. Jumlah kader yang datang dalam diskusi masih sangat sedikit.
  2. Komunikasi dan kerjasama atar dan organisasi keumatan terjalin sangat baik.
  3. Kesadaran para kader yang belum bakit karena  masih nyaman di kampus atau kos masing.
  4. Adanya kuliah malam sehingga membuat tidak semua nya anggota aktif bisa hadir.
  5. Kekompakan pengurus akan jadi kekuatan.

 

  1. Tiket BUS Luwuk- Palu                                                               = Rp.   250.000,-
  2. Beli sabun, Pulsa dan Londry                                                       = RP.   150.000,-
  3. Makan 2 kali X Rp. 25.000,- X 2 hari                                          = Rp.    100.000,-
  4. Makan di tanggung oleh PD SULTENG dan alumni selama di Palu

TotalRp. 500.000,-

Demikian laporan yang saya buat semoga menjadi informasi yang menambah wawasan untuk kita semua.

OM Santih, Santih, Santih OM                      

Komentar Anda