Laporan Kunjungan Presidium (Putu Surya Adnyana) Semester II tahun 2015

OM Swastyastu,

Om anubadrah kratavo yantu vivatah  (semoga pikiran baik datang dari segala penjuru)

           Atas Asung Kerte Waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, PRESIDIUM PP KMHDI telah  melaksanakan kewajiban organisasi yaitu kunjungan kedaerah-daerah (PC KMHDI OKU, PD KMHDI SUMSEL, MAHASISWA AMBON MALUKU, PD KMHDI SULTRA, PC KMHDI KENDARI, PC KMHDI KONAWE, PD KMHDI LAMPUNG) sesuai program kerja masa kepengurusan periode 2014-2016. Sebagai tanggung jawab pengurus sudah semestinya menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan perjalanan organisasi dan kondisi daerah yang di kunjungi. Sehingga Diharapkan disetiap selesai kunjungan  ke daerah-daerah pengurus menyanpaikan Laporan Pertanggung Jawabannya. Karena melalui Laporan Pertanggung Jawaban ini kita bisa melihat sejauh mana perjalanan organisasi baik di tingkat PD, dan PC dalam mengemban Dharma Agama dan Dharma Negara. Serta mengevaluasi terhadap segala sesuatu yang menjadi kendala organisasi dan mencari solusi dari kendala/permasalahan yang dihadapi untuk lebih meningkatkan kinerja pengurus dalam melaksanakan tugas organisasi.

I. Kunjungan ke PC KMHDI  OKU

Kunjungan ke PC KMHDI OKU dilakukan pada tanggal 5-8 Mei 2015 dalam rangka Sabha atau pergantian pengurus dengan menaiki pesawat city ling dari Jakarta menuju Palembang. Jarak tempuh Jakarta Palembang kurang lebih satu jam (60 menit) dan dilanjutkan dari Palembang menuju OKU menaiki trevel dengan jarak tempuh 6 jam, dan kunjungan kali ini di ikuti oleh ketua Departemen Organisasi (Wayan Pusapa Pandani) yang kebetulan memang dari KMHDI Sumsel. Dua hari sebelum pelaksanaan Sabha diadakan persiapan dan pendampingan dalam menyiapkan materi dan draf-draf untuk keperluan Sabha. Sehari sebelum Sabha diadakan MPAB (masa Penerimaan Angota Baru) yang dihadiri 12 mahasiswa baru yang ada di kota Baturaja OKU. Selanjutnya Sabha dilaksanakan tanggal 8 Mei 2015 pukul 09.00 yang dilaksanakan di Aula Gedung Tiensi Baturaja OKU, dengan dihadiri seluruh anggota KMHDI OKU yang masih aktif dan anggota yang baru di MPAB kemarin. Acara Sabha berlangsung sangat sederahana dan sangat cepat.

            Di dalam acara pembukaan ketua KMHDI OKU menyampaikan permohonan maaf nya kepada pengurus PP yang hadir saat itu bahwa keterlambatan pelaksanaan Sabha KMHDI OKU ini dikarenakan pengurus banyak yang sudah kerja dan saya selaku ketua KMHDI OKU tidak punya banyak waktu untuk mengurusi KMHDI dikarekan sibuk di bisnis. Sehingga membuat organisasi ini menjadi vakum selama 1 tahun dan membuat molor SK menjadi  6 bulan. Setelah sambutan ketua usai, saya selaku presidium KMHDI (Putu Surya Adnyana) memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara Sabha, dalam sambutan saya mengatakan bahwa organisasi itu adalah berkesinambungan bukan anget-anget tai ayam kerena mengapa, bukan saja kita yang rugi tetapi semua orang yang ada di KMHDI baik di dalam maupun diluar OKU. Setelah sambutan-sambutan usai maka berakhir pula pembukaan, dilanjutkan dengan persidanngan – persidangan. Didalam persidangan berjalan sangat cepat hanya di butuhkan waktu 6 jam yang dimualai dari jam 10.00- 16.00 WIB. Cepatnya proses persidangan dikarenakan semua peserta belum memahami oraganisasi KMHDI secara dalam dikarenakan proses Kakilala,DMO dan praktek DMO belum dilakukan.

            Dalam pencalonan ketua ada 3 bakal calon yang masuk bursa pencalonan, setelah diadakan tes administrasi dan kelayakan ketiganya masuk menjadi calon ketua PC KMHDI OKU. Ketiga calon itu adalah ( Kutut Sugiarta, Kadek Purna, Putu Ari Mila Dewi). Setelah mendengarkan penyampaian Visi-Misi masing-masing calon  dilakukan lobi diatara ketiga calon, namun tidak menemukan kata mupakat sehingga tim Formatur yang di pimpin ketua departemen organisasi KMHDI (Wayan Puspa Pandani) selanjutnya melakukan voting. Dari ketiga calon maka terpilih lah Kutut Sugiarta sebagai pemenang dengan jumlah suara 12. Dengan terpilihnya Kutut Sugiarta sebagai ketua, maka tibalah saatnya penyusunan pengurus PC KMHDI OKU, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus periode 2015 2017. Penutupan serta perpisahan sampai pukul 18.00 WIB. Didalam penutupan presidium menyampaikan harapan serta himbauan kepada pengurus baru yang terpilih untuk diadakan RAKERCAB,MPAB, kakilala dan DMO  serta praktek DMO. Dan akhirnya acara ditutup oleh MC dan foto Bersama.

    Kondisi Objektif PC KMHDI OKU

Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia selanjutnya disingkat dengan (PC KMHDI) OKU, merupakan organisasi kemahasiswaan tingkat Kabupaten yang menjadi basis pergerakan mahasiswa Hindu di Baturaja. Organisasi yang baru terbentuk tahun 2012 ini sudah mengalami kevakuman 1 tahun  sehingga Sabha kedua adalah momentum yang sangat baik untuk mengaktifkan kembali organisasi ini. Dengan didukung 7 perguruan tinggi negeri maupun swasta seyogyanya organisasi KMHDI di OKU berjalan dengan baik, namun karena jarak kampus dengan perkampungan dan tempat tinggal mahasiswa sangat dekat sehingga setelah selesai kekampus mahasiswa pulang dan tidak bisa beerkegiatan berorganisasi. hal ini lah yang membuat oraganisasi vakum. Selain itu juga komunikasi dan kerjasama tidak dilakukan oleh pengurus lama dengan pemerintah,organisasi keumatan dan okp yang ada di kabupaten OKU.

      B. Evaluasi Kegiatan

  1. Jumlah kader yang datang dalam Sabha sangat sedikit dikarenakan anggota KMHDI yang baru di MPAB sedikit.
  2. Komunikasi dan kerjasama atar OKP dan organisasi keumatan tidak terjalin baik.
  3. Pemahaman para kader masih kurang didalam hal persidangan sehingga masih banyak kekeliruan dalam memimpin persidangan maupun dalam hal menyampaikan pendapat.
  4. Kader-kader yang datang sebenarnya mempunyai niat  yang tinggi
  5. Komunikasi kepada seluruh elemen di kabupaten OKU tidak dilakukan oleh KMHDI.

C. Perincian Pengeluaran Dana

  1. Tiket  Pesaawat Jakarta – Palembang                                            = Rp.  450.000,-
  2. Tiket trevel Palembang – OKU PP                                                 = Rp.  400.000,-
  3. Beli sabun dan pulsa dan Londry                                                   = RP.   150.000,-
  4. Makan 2 kali X Rp. 15.000,- X 2 orang                                           = Rp.    60.000,-
  5. Selama disana ditanggung PC KMHDI  OKU
  6. dan dikasih uang oleh PC OKU Rp. 500.000

                                                                                                     Total    Rp. 1.060.000,-

D. Saran Dan Rekomendasi Untuk Kunjungan Berikutnya

  1. Diharapkan untuk memberikan draf – draf yang sesuai agar tidak terjadi diskusi yang lama.
  2. Diharapkan memberikan arahan dan pendampingan minimal H-2 sudah berkomunikasi mengenai persiapan materi.

 

II. Kunjungan ke PD KMHDI Summatera Selatan

            Kunjungan ke PD KMHDI Sumatera Selatan dilakukan pada tanggal 8-10 Mei 2015, setelah acara MPAB dan Sabha PC KMHDI OKU,dalam rangka Rakorda KMHDI SUMSEL.  Rakorda yang dilaksanakan di Wantilan Pura Agung Sriwijaya, dengan dihadiri dari beberapa  OKP di Sumsel (PMKRI,KMBP) dan organisasi keumatan Hindu (Peradah,PHDI,) serta kepala BPKP SUMSEL. Sebelum pelaksanaan Rakorda dimulain, dilakukan seminar dengan tema “Mejemen Organisasi Untuk Melahirkan Pemimpin Berkualitas”. Dalam seminar tersebut sebagai narasumber bapak IGB Surya Negara selaku kepala BPKP SUMSEL. Dalam materi beliau menyampaikan bahwa organisasi yang baik tidak hanya di butukkan pemimpin yang hebat dan anggota yang banyak tetapi bagaimana memenejem organisasi itu untuk mengatur hubungan antara pengurus dengan pengurus, anggota dengan pengurus dan anggota dengan oraganisasi. Selain itu juga organisasi perlu berinfestasi tentang dana dengan cara wirausaha seperti jualan kwangen, dupa, kelender atau yang lainnya. Di dalam acara pembukaan tersebut semakin menarik waktu sambutan dari bapak PHDI SumSel yang menyampaikan bahwa berorganisasi itu bukan sekedar kumpul dan beretorika, tetapi pelaksanaan dari apa yang di rencanakan dan bagaimana solusi dari kendala-kendala yang terjadi di lapangan. Sehingga organisasi tidak hanya menjadi organisasi papan nama atau organisasi papan stampel.

            Setelah sambutan-sambutan dan seminar usai maka dilanjut kan dengan Rakorda. Rakorda kali ini memang sengaja mengikuti bagaimana alur seperti RAKORNAS KMHDI yang dimana semua anggota diharapkan paham bagaimana berorganisasi dan bagaimana cara mengevaluasi kepengurusan satu tahun. Al hasil karena draf yang disiapkann oleh panitia adalah draf Mahasabha bukan draf Rakornas yang hampir sama dengan rakorda, sehingga perdebatan sangat alot hingga pukul 00.00 wib dan persidangan di pending sampai pukul 08.00 wib. Setelah sembahyang dan sarpan sidang kembali dilanjutkan dengan mendengarkan laporan pertanggung jawaban dan penguatan program kerja setahun berikutnya. Sehingga tanpa terasa pukul 14.00 pesidangan usai dan ditutup dengan foto bersama.

    Kondisi Objektif PD KMHDI Sumatera Selatan

Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia selanjutnya disingkat dengan (PD KMHDI) Sumatera Selatan, merupakan organisasi kemahasiswaan tingkat Provinsi yang menjadi basis pergerakan mahasiswa Hindu di Palembang. Organisasi yang dalam perjalanannya mengalami pasang surut bahkan ke vakum. Dengan dipelopori oleh beberapa mahasiswa dan berkat arahan serta bimbingan tokoh umat Hindu kota Palembang akhirnya dengan semangat kekeluargaan PD Sumatera Selatan kembali “bangkit” dan berkomitmen untuk terus melakukan proses serta turut ambil bagian disetiap gerakan perubahan didalam ruang lingkup mahasiswa Hindu khususnya di Kota Palembang.

Dengan jumlah yang sangat banyak terdaftar saat ini, yang tersebar di seluruh Perguruan Tinggi di Kota Palembang, sehingga KMHDI menjadi organisasi teraktif saat ini,apalagi KMHDI adalah satu-satunya organisasi mahasiswa Hindu di  luar kampus yang ada di Palembang, tentu hal ini dapat membawa kemudahan/keuntungan bagi organisasi. Semangat kerjasama dan kekeluargaan yang sampai saat ini masih terpelihara dengan baik juga sangat membantu kemajuan organisasi. Ditambah lagi dukungan serta kerjasama yang baik terhadap semua organisasi selalu dilakukan sehingga dapat memudahkan pergerakan organisasi.

      B. Evaluasi Kegiatan

  1. Jumlah kader yang datang dalam Rakorda kurang maksimal dikarenakan masih banyaknya kader yang belum sadar dan mau gabung di KMHDI walaupun sudah di MPAB.
  2. Komunikasi dan kerjasama atar OKP dan organisasi keumatan terjalin sangat baik.
  3. Pemahaman para kader masih kurang didalam hal persidangan sehingga masih banyak kekeliruan dalam memimpin persidangan maupun dalam hal menyampaikan pendapat.

C. Perincian Pengeluaran Dana

  1. Beli Sabun, Pulsa                                                                          = RP.     100.000,-
  2. Selama disana ditanggung PD KMHDI  SUMSEL

D. Saran Dan Rekomendasi Untuk Kunjungan Berikutnya

  1. Diharapkan untuk memberikan draf – draf yang sesuai agar tidak terjadi diskusi yang lama.
  2. Diharapkan memberikan arahan dan pendampingan minimal H-2 sudah berkomunikasi mengenai persiapan materi.

 

III. Kunjungan ke Mahasiswa Hindu Ambon Maluku

            Kunjungan ke Mahasiswa Ambon Maluku dilakukan pada tanggal 26 Juni- 2Juli 2015 dalam rangka observasi (A1), sosialisasi (A2), MPAB (Masa Penerimaan Anggota Baru) (A3) KMHDI. Hari pertama saya berjumpa dengan Pembimas dan Ketua PHDI di Kota Ambon, saya mengkomunikasikan berapa jumlah umat Hindu, mahasiswa Hindu, dan berapa organisasi keumatan serta bagaimana potensi keumatan serta keorganisasian di kota Ambon. Sesuai data awal yang saya peroleh sebelum saya datang ke ambon Maluku yang di kirim oleh Tomhisa, hari ini sekaligus mengkroscek dengan pembimas dan PHDI Maluku, saya berkesimpulan data yang dikirim sudah benar, sehingga perlu diadakan sosialisasi dan MPAB KMHDI di kota Ambon.  

            Pada malam minggu tanggal 27 juni 2015 pukul 20.00 WIT kita adakan Sosialisasi KMHDI di Pure Mandara kota Ambon yang di hadiri 12 mahasiswa, 2 calon mahasiswa, 6 orang umat Hindu Ambon, dan bapak Pembimas serta PERADAH Maluku sehingga jumlah  dalam acara sosialisasi 23 orang. Di dalam acara sosialisasi materi yang disampaikan adalah visi misi dan tujan serta semboyang organisasi. Selain itu juga di jelaskan mekanisme masuk KMHDI dan bagaiman cara pembentukan KMHDI terutama di Ambon. Didalam acara sosialisasi semua peserta sangat antusias mendengarkan serta aktif bertanya mengenai keluh kesah bagaimana cara membagi atara kuliah dengan berorganisasi. Selain itu juga yang menjadi pertanyaan bagaimana memperoleh dana karena mahasiswa di kota Ambon kebanyakan masih menengah ke bawah. Tanpa terasa waktu pun menunjukkan pukul 23.00 WIT artinya sudah 3 jam kita secaara serius mensosialisasikan apa itu KMHDI, karena biar bagaimanapun kita manusia seperti halnya sebuah gelas, jika terus di kasih air maka kita akan penuh dengan demikian kita seyogyanya harus bertahap dan berkesinambungan dalam mempelajari KMHDI, biar tidak lupa atau tumpah seperti gelas yang kepenuhan.

            Setelah sosialisasi usai maka dilanjutkan diskusi tidak formal dan perkenalan personal agar terjadi ikatan emosional dan rasa memiliki bahwa kita adalah sama-sama yang mampu ikut berorganisasi serta mengisi pengetahuan dengan jalan berorganisasi, dan akhirnya pun kita tidur. Tanpa terasa haripun sudah pagi , kita melaksanakan pembersihan Pure dan persiapan untuk melaksanakan MPAB serta mandi. Pukul 08.00 WIT kita kumpul di Aula Pure Mandara untuk melaksanakan MPAB, dalam acara tersebut dihadiri semua organisasi keumatan yang ada di Maluku (Pembimas, PHDI,WHDI, PERADAH, banjar, ketua TNI POLRI). Dalam laporan ketua panitia (tomhisa) menyampaikan kegembiraannya karena sudah hampir 2 tahun mendambakan organisasi kemahasiswaan untuk ada di Maluku, namun baru hari ini bisa terhujud sehingga kami sangat menyambut baik akan kehadiran Presidium KMHDI di Maluku hari ini.

Di lajutkan sambutan PHDI Maluku (Gede Mustapa) beliau menyampaikan, bahwa berorganisasi jangan dilihat dari besar kecilnya jumlah anggota tapi apakah kita ada organisasi, itu yang perlu, masalah banyak atau tidaknya tidaklah terlalu penting di Maluku ini, karena anggaran kali ini tidak akan ada yang cair kalu tidak ada orang yang mengatasnamakan organisasi untuk meminta dan mencaikan angaran  itu. Senada dengan bapak Pembimas (Sukardi) bahwa organisasi kemahasiswaan atau ormas yang sah dan terdaftar di KESBANGPOL itu ada anggaran baik di pemerintah Provinsi maupun di Pembimas dalam hal ini perpanjangan dari Kementrian Agama. Sehingga dalam sambutan saya menyampaikan, kami KMHDI adalah fasilitator untuk semua mahasiswa seluruh Indonesia, yang menjalankan organisasi adalah teman-teman di daerah maka kami hanya bisa mempasilitasi untuk pembentukan , selanjutnya mau aktif atau tidak adalah teman sendiri yang tentukan, selain tiu juga kami menitipkan teman-teman KMHDI kepada bapak PHDI dan Pembimas serta seluruh umat Maluku untuk selalu mengingatkan mereka untuk aktif berkegaitan dan berkomunikasi kepada seluruh organisasi yang ada di Maluku maupun kami yang ada di pusat. Dengan berakhirnya sambutan- sambutan kami melasanakan makan bersama dan foto bersam serta sembahyang bersama. Selanjutnya kami lanjutkan dengan materi MPAB, yaitu penyampaian materi tentang panca sradha, jati diri dan idologi KMHDI serta pengenalan surat menyurat dan proposal. Setelah 3 jam menerima materi dan tanya jawab maka diadakan pelantikan anggota baru KMHDI. Sehingga acara kita tutup pukul 15.00 WIT.

      Sehari kemudian saya diajak kunjungan ke pulau Seram oleh Pembimas dalam rangka pengukuhan suku Naulu di desa Nuanea Kabupaten Seram Bagian Barat. Kunjungan dilakukan selama 4 hari dari tanggal 29 Juni- 2 Juli  2015. Dalam kunjungan tersebut pengukuhan dihadiri seluruh organisasi keumatan di Maluku (PHDI,WHDI,PERADAH,PSN,PERADAH) dan pemerintah kecamatan maupun kabupaten yang mewakili, serta pak Dewa Ketut Suratnaya dari Media Hindu. Selain itu juga ada penelitian yang dilakukan oleh STAHN Gede Puja Mataram serta rombongan, menyaksikan pengukuhan dan mensosialisasikan beasiswa atau kuliah gratis di kampus STAH. Suku asli yang hadir sekitrar 40 kk dan dihadiri juga suku Wahulu dari kabupaten lain serta umat hindu jawa dan bali di daerah transmigrasi lainnya. Lalu setelah diadakan diskusi dan penguatan secara agama dan adat bahwa Hindu memang sebagai wadah dari semua adat sehingga selama 2 hari, 2 malam kita selalu adakan diskusi hingga larut malam. Dan akhirnya kita pulang untuk kembali ke kota Ambon yang dibutuhkan waktu hingga 12 jam dengan naik trevel dan kapal laut.

    Kondisi Objektif Mahasiswa Hindu Maluku

. Provinsi Maluku merupakan provinsi mayoritas beragama kristen dan katolik. Di daerah Maluku sering sekali terjadi komplik SARA, bahkan pada tahun 2010 lalu terjadi perang besar dan serentak antara agama islam dan kriten diseluruh kota maupun desa di provinsi Maluku. Sehingga troma konflik tersebut masih menyisakan api-api kecil yang sewaktu-waktu bisa saja melutus kembali. Namun disisi lain umat Hindu di kota Ambon dan kabupaten kota yang ada disekitar Maluku tersebar bukan saja umat Hindu Jawa maupun Bali tetapi masih berpahan kesukuan. Suku asli yang masih menyatakan dirinya sebagai Hindu seperti wahulu, Naulu dan Batik. Mereka masih tinggal di daerah pedalaman dan belum diakui oleh pemerintah sehingga kolom agama dalam KTP dikosongkan. Dengan demikian, mahasiswa yang kuliah ke kota, terutama ke kota Ambon masih sangat sedikit, ditambah lagi di dalam universitas atau pun perguruan tinggi belum mengakui Hindu ada di Maluku, karena Hindu yang dikenal selama ini di Maluku adalah Hindu Bali dengan tempat sucinya disebut PURE. Namun berbeda dengan suku asli yang mengatakan Hindu dengan tempat suci yang disebut BALIHO itu belum mendapat pengakuan di daerah setempat. Sehingga perlu desakan dan dukungan dari berbagai pihak agar suku asli ini di akui pemerintah Maluku dan kabupaten kota yang ada di Maluku.

Selain itu juga masih ada praktek misionaris dalam kampus ketika mahasiswa suku asli masuk perguruan tinggi atau universitas di Maluku dalam pelajaran agama mereka di suruh memiliah agama islam atau Kristen, sehingga demi mendapat nilai mereka rela masuk agama lain. Ada juga yang tidak tau Hindu seperti apa sehingga dalam pemikiran mereka masuk agama lain itu sama saja yang penting adat dan suku saya masih bisa dilakukan. Hal–hal tersebut lah yang melatar belakangi mahasiswa Hindu yang sudah sedikit makin sedikit, apalagi ditambah tidak adanya pendataan dan pendidikan yang dilakukan Pembimas maupun PHDI Maluku sehingga mereka seperti itik yang dilepas di suatu tempat baru tanpa induknya. Baru setahun ini Pembimas menghubungi mahasiswa yang ada di Ambon dilakukan pendataan dan belajar mekidung di rumah Pembimas serta menginap di Pura ketika malam minggu. Sehingga mulai sedikit demi sedikit mahasiswa diarahkan kembali ke Agama Hindu.

      B. Evaluasi Kegiatan

  1. Jumlah kader yang datang dalam sosialisasi dan MPAB masih sangat sedikit meskipun itu sudah semua mahasiswa yang sudah kembali ke Hindu di Maluku.
  2. Komunikasi dan kerjasama atar dan organisasi keumatan terjalin sangat baik.
  3. Antusias para kader yang sangat tinggi dalam mengikuti sosialisasi dan MPAB.

C. Perincian Pengeluaran Dana

  1. Tiket pesawat Jakarta- Maluku                                                     = Rp.  1.800.000,-
  2. Beli Sabun, Pulsa dan Londry                                                      = RP.     150.000,-
  3. Naik taksi bandara Maluku menuju pure 60 KM                              = Rp.     150.000,-
  4. Kunjungan ke Pulau Seram naik kapal laut dan trevel PP               =  Rp     600.000,- +
  5. Konsumsi selama di Maluku dan Seram di tanggung oleh Pembimas

                                                                                                  Total       Rp. 2.700.000-

D. Saran Dan Rekomendasi Untuk Kunjungan Berikutnya

  1. Diharapkan untuk memberikan buku saku dan Buku-buku KMHDI
  2. Diharapkan membawa JAS atau atribut KMHDI untuk suatu kebanggan mereka.

 

IV. Kunjungan ke PD KMHDI SULAWESI TENGGARA

            Kunjungan ke PD KMHDI SULTRA dilakukan pada tanggal 3-7 Juli 2015 dalam rangka Lokasabha atau pergantian pengurus. Kunjungan dilakukan dengan menggunakan Pesawat Lion Air, dari Maluku menuju SULTRA dimana di Makasar mengalami transit selama 5 jam dari jam 07.00-12.00. sesampainya disana di jemput oleh 3 motor dengan 4 orang pukul 14.30 langsung menuju sekretariat yang di tempuh dengan kecepatan 60 KM/jam selama 30 menit. Sesampainya disana saya disambut oleh kader kader sekitar 20 orang. Dan dilanjutkana dengan makan sore sebelum berangkat ke Pura Kendari, karena tepat hari itu ada piodalan Pure Kendari yang nyejer selama 3 hari dan hari itu adalah Penyineban Piodalan Purname Sasih Kase. Sesampainya di Pure saya diajak melihat pegelaran tari-tarian dan kecak serta janger, dan kebetulan malam itu saya mendapat saweran yang membuat diri saya gemetar Karen tak terbiasa dengan hal itu. Lalu setelah janger usai kita diajak makan malam sebelum sembahyang dan setelah sembahyang ikut Nyimpen sampai pukul 01.00 WITA. Sehari sebelum pelaksanaan Sabha diadakan persiapan dan pendampingan dalam menyiapkan materi dan draf-draf untuk keperluan Lokasabha. Selanjutnya Lokasabha dilaksanakan tanggal 4-5 Juli 2015 yang dilaksanakan di Wantilan Pura Kota Kendari, dengan dihadiri sebagian organisasi keumatan Hindu (Peradah,PHDI ) dan seluruh Perwakilan PC yang ada di Sultra (PC Bau-Bau, Pc Kolaka, PC Konawe, PC Kendari).

            Di dalam acara pembukaan tersebut semakin menarik waktu sambutan dari bapak PHDI Provinsi SULTRA (Ketut Puspa Adnyana) yang menyampaikan bahwa berorganisasi itu bukan sekedar kumpul dan beretorika, tetapi pelaksanaan dari apa yang di rencanakan dan bagaimana solusi dari kendala-kendala yang terjadi di lapangan. Sehingga organisasi tidak hanya menjadi organisasi papan nama atau organisasi papan stampel. Setelah sambutan-sambutan usai maka berakhir pula pembukaan, dilanjutkan dengan persidanngan – persidangan. Didalam persidangan berjalan lumayan alot karena banyaknya perdebatan perdebatan dari masing peserta sidang yang merupakan bumbu dalam persidangan sehingga pimpinan sidah sangat diperlukan dalam menjalankan persidangan. Dari pembahasan tatib, mendengarkan LPJ pengurus dan menyusun langkah-langkah strategis untuk dasar pemilihan dan dasar penyusunan program kerja kepengurusan selanjutnya. Peserta sidang sangat antausias dalam mengikuti jalannya persidangan sehingga larut malam pun tak mengendurkan semngat pesrta  sidang. Tak teras pukul 00.00 pun terlewati dan peserta sidang sepakat melanjutkan persidangan sampai selesai dan kepengurusan baru dilantik dan  penutupan.

            Dalam pencalonan ketua ada 7 bakal calon yang masuk bursa pencalonan, namun setelah diadakan tes administrasi dan kelayakan hanya 3 yang masuk menjadi calon ketua PD KMHNDI SULTRA. Ketiga calon itu ( Ketut Yuni, Tu Dak, Ketut Ariawan ). Namun yang menarik adalah dari ketiga calon tersebut sebenarnya hanya ingin menjadi calon bayangan yang pada intinya ada bakal calon yang didambakan untuk memimpin SULTRA kedepan, tetapi karena calon yang didambakan tersebut mengundurkan diri dalam tes administrasi dan menyatakan ketidak sanggupannya, sehingga membuat semua peseta sidang menjadi diam dan membisu, akhirnya siding di tunda 1 kali 15 menit. Setelah sidang di tunda akhirnya dari ketiga calon tersebut menyampaikan visi misi, namun lagi-lagi karena ketidak persiapannya tersebut mereka bertiga hanya menyampaikan visi misi yang sangat sedikit, akhirnya sidang di pending lagi dan ada insiden banting kursi dari alumni dan tim Formatur juga marah pada peserta siding. Dengan hapir menyatakan lokasabha di ulang oleh presidium yang hadir pada saat itu, bahwa ketika ketiga calon tidak ada yang siap, maka Lokasabha akan di batalkan sampai waktu yang tidak ditentukan, Akkhinya lobi-lobi dilakukan dan mendapakan kesepakatan bahwa dari ketiga calon siap untuk menjadi ketua. Setelah mendengarkan penyampaian Visi-Misi kedua kalinya masing-masing calon  dilakukan lobi diatara ketiga calon, namun tidak menemukan kata mupakat sehingga tim Formatur selanjutnya melakukan voting. Dari ketiga calon maka terpilih lah Ketut Yuni Astuti sebagai pemenang. Dengan terpilihnya Ketut Yuni sebagai ketua, maka tibalah saatnya penyusunan pengurus PD KMHDI SULTRA dan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus periode 2015 2017. Dan dilanjutkan penutupan serta perpisahan sampai pukul 08.00 WITA dan kembali ke rumah masing-masing.

    Kondisi Objektif PD KMHDI SULTRA

Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia selanjutnya disingkat dengan (PD KMHDI) SULTRA, merupakan organisasi kemahasiswaan tingkat Provinsi yang menjadi perpanjangan tangan PP dalam mengkoordinir PC yang ada di SULTRA yaitu, Kendari, Konawe, Bau-Bau Dan Kolaka. Organisasi KMHDI berkomitmen untuk terus melakukan proses serta turut ambil bagian disetiap gebrakan perubahan didalam ruang lingkup mahasiswa Hindu khususnya di Provinsi SULTRA. Dengan jumlah yang sangat banyak terdaftar saat ini, yang tersebar di seluruh Perguruan Tinggi di SULTRA, sehingga KMHDI menjadi organisasi teraktif saat ini,apalagi KMHDI adalah satu-satunya organisasi mahasiswa Hindu di  luar kampus yang ada di SULTRA tentu hal ini dapat membawa kemudahan/keuntungan bagi organisasi. Semangat kerjasama dan kekeluargaan yang sampai saat ini masih terpelihara dengan baik juga sangat membantu kemajuan organisasi. Ditambah lagi dukungan serta kerjasama yang baik terhadap semua organisasi selalu dilakukan sehingga dapat memudahkan pergerakan organisasi.

     B. Evaluasi Kegiatan

  1. Jumlah kader yang datang dalam Lokasabha kurang maksimal dikarenakan pelaksanaan Lokasabha tidak mengundang seluruh mahasiswa yang ada di SULTRA.
  2. Komunikasi dan kerjasama atar OKP belum terjalin sedangkan dengan organisasi keumatan terjalin sangat baik.
  3. Antusias para kader yang sangat tinggi dalam mengikuti Lokasabha sehingga larut malam sampai pagi pun tak jadi masalah.
  4. Pimpinan sidang terlalu main-main dalam memimpin jalanya sidang.

C. Perincian Pengeluaran Dana

  1. Tiket Pesawat Maluku-SULTRA                                                   = Rp.  1.400.000,-
  2. Beli Sabun Pulsa dan Londry                                                       = Rp.     150.000,-+
  3. Selama disana ditanggung PD KMHDI  SULTRA

                                                                                                   Total    Rp. 1.550.000,-

D. Saran Dan Rekomendasi Untuk Kunjungan Berikutnya

  1. Diharapkan memberikan arahan untuk mengundang seluruh OKP dan seluruh Mahasiswa Hindu yang ada di SULTRA.
  2. Diharapkan memberikan arahan dan pendampingan minimal H-1 sudah ada di daerah yang akan di kunjungi.

 

V. Kunjungan ke PC KMHDI KENDARI

            Kunjungan ke KMHDI Kendari dilakukan setelah acara Lokasabha KMHDI SULTRA selesai, yaitu tanggal 7 Juli 2015 pukul 16.00-20.00 WITA. Dengan membawa sepeda motor bersama rombongan menuju Pura Kendari kita berkumpul dalam rangka ngerujak bersama dan konsulidasi serta mendengarkan keluh kesah PC KMHDI Kendari mengingat hampir sebagiian pengurusnya masuk dalam jaajaran pengurus PD KMHDI SULTRA periode 2015-2017. Pukul 17.00 kita ngerujak bersama dan ada juga anggota sibuk berolah raga karena disana ada fasilitas olahraga seperti Bulu Tankis, Tenismeja dsb. Setelah selesai ngerujak barulah kita mulai berdikusi, diawali dari penyampaian ketua KMHDI kendari yaitu Edi Sudnyanayasa. Bahwa di Kendari mahasiswanya banyak tetapi jarang yang mau gabung di KMHDI dan ketika masuk dalam kepengurusan mereka sangat sulit diatur bahkan gak memdengarkan arahan ketua.

            Jadi dalam diskusi tersebut saya menyampaikan untuk mengatasi masalah yang bapak sampaikan, langkah pertama yang di lakukan adalah RAPIM, setelah itu sosialisasi program kerja ke pengurus, sosialisasi ke kampus- kampus dan jalin terus kebersamaan. Karena semua orang ingin di horrmati, ingin di sanjung dan diletakkan di depan, namun sedikit orang yang mau mengerti bagaimana menjalin kebersamaan itu sehingga kita sama- sama dihormati dan disanjung dan sama-sama di depan.

    Kondisi Objektif PC KMHDI KENDARI

Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Kendari selanjutnya disingkat dengan (PC KMHDI Kendari), merupakan organisasi kemahasiswaan tingkat Kota yang menjadi basis pergerakan mahasiswa Hindu di Kendari Organisasi yang dalam perjalanannya baru berumur 6 bulan ini mengalami banyak tantangan dan hambatan salah satunya adalah adanya perebutan anggota antara PD dengan PC. Namun dengan jumlah yang cukup banyak terdaftar saat ini, yang tersebar di seluruh Perguruan Tinggi di Kota Kendari, sehingga KMHDI menjadi organisasi pengkaderan yang sangat subur, tentu hal ini dapat membawa kemudahan dan keuntungan bagi organisasi.

Namun disisi lain Kmhdi Kendari masih mencari jati dirinya dikarenakan masih banyaknya pengurus yang belum mengetahui tufoksinya sebagai pengurus maupun anggota sehingga ada sesorang yang mendominasi karena merasa mempunyai banyak masa padahal itu tidak lah pantas dilakukan oleh bawahan.

B. Evaluasi Kegiatan

  1. Jumlah kader yang terdaftar sangat banyak namun belum aktif semua.
  2. Masih kurangnya pemahaman berorganisasi di setiap mahasiswa Hindu.  
  3. Sarana dan prasarana organisasi yang belum memadai, seperti sarana dan prasarana yang belum terarsipkan secara baik.

C. Perincian Pengeluaran Dana

           Selama disana ditanggung PC KMHDIKendari

 

D. Saran Dan Rekomendasi Untuk Kunjungan Berikutnya

  1. Diharapkan untuk setiap kunjungan menyempatkan untuk berbincang secara serius 4 mata dengan Ketua maupun Skretaris agar tak terjadi kles atar pengurus sedangkan kita gak tau
  2. Diharapkan memberikan arahan dan Himbauan untuk selalu berkomunikasi baik dengan OKP dan organisasi keumatan di daerahnya maupun ke Pusat.

 

VI. Kunjungan ke PC KMHDI KONAWE

            Kunjungan ke PC KMHDI Konawe dilakukan setelah Lokasabha PD KMHDI SULTRA, pada tanggal 8-11 Juli 2015 dalam rangka Sabha atau pergantian pengurus. Empat hari sebelum pelaksanaan Sabha yaitu tagala 8 Juli pukul 20.00 WITA diadakan persiapan dan pendampingan dalam menyiapkan materi dan draf-draf untuk keperluan Sabha di Pure, karena sudah sekitar 6 bulan vakum dan SK molor sampai 3 bulan maka draf dan hal-hal lain disiapkan oleh PP dalam hal ini WASEKUM PP yang mempersiapkan dan pengurus KMHDI Konawe cukup menyiapkan LPJ dan pengerahan masa saja. Selanjutnya tangal 9-10 saya mengunjungi kediaman Wakil Sekertari PP KMHDI (Putu Pande Hari Sugih Bali) di daerah Abuki dalam rangka sembahyang Sugian Jawe Dan Sugian Bali. Disana saya berkunjung ke Pure Waktu Sugian Bali Yaitu hari Jumat dan sembahyang bersama dengan umat, pada kesempatan itu saya meminta waktu untuk menyampakan makna dari hari raya Sugian dan memberikan motivasi kepada generasi muda terutama adik-adik SD – SMA, karena kebetulan di desa itu tak ada Pasraman dan pelajaran agama tidak di diperoleh  di bangku sekolah, akhirnya saya menghimbau kepada ketua Adat, Pemangku dan Parisade serta Sesepuh untuk membentuk Pasraman, denagan demikian dari sana kita dapat pelajaran dan nilai agama. Selain itu juga saya di ajak nampah celeng di kediaman Bapak Pande dalam rangka Sugia Bali karena dari pada kita kerja terus lebih baik kita bersyukur dengan cara memotong babi.

Selanjutnya Sabha dilaksanakan tanggal 11 Juli 2015 yang dilaksanakan di Pure Kota Konawe, dengan dihadiri Bapak Sekretaris PHDI Kabupaten Konawe dan 6 Pengurus PDKMHDI SULTRA. Acara pembukaan dilakukan sangat sederhana dengan di hadiri hanya 11 anggota KMHDI konawe. Setelah sambutan – sambutan usai maka berakhir pula pembukaan, dilanjutkan dengan persidanngan – persidangan. Didalam persidangan cukup butuh waktu 5 jam dari pukul 19.00 – 24.00. Dalam pencalonan ketua ada 3 bakal calon yang masuk bursa pencalonan, namun setelah diadakan tes administrasi dan kelayakan hanya 2 yang masuk menjadi calon ketua PC KMHNDI Konawe. Ketiga calon itu ( Pandi,Ade ). Setelah mendengarkan penyampaian Visi-Misi masing-masing calon  dilakukan lobi diatara ketiga calon, namun tidak menemukan kata mupakat sehingga Tim Formatur selanjutnya melakukan voting. Dari Kedua calon maka terpilih lah Gede Pandi Aprijal sebagai pemenang dengan jumlah suara 6 suara. Dengan terpilihnya Gede Pandi Aprijal sebagai ketua, maka tibalah saatnya penyusunan pengurus PC KMHDI Konawe dan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus periode 2015- 2017. Dan dilanjutkan penutupan serta perpisahan sampai pukul 02.00 pagi dan kembali ke rumah masing-masing.

    Kondisi Objektif PC KMHDI KONAWE

Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia selanjutnya disingkat dengan (PC KMHDI) Konawe, merupakan organisasi kemahasiswaan tingkat Kabupaten yang menjadi basis pergerakan mahasiswa Hindu di Konawe. Dengan semangat kekeluargaan PC Konawe berkomitmen untuk terus melakukan proses serta turut ambil bagian disetiap gebrakan perubahan didalam ruang lingkup mahasiswa Hindu khususnya di Kabupaten Konawe.

Dengan jumlah yang sedikit terdaftar saat ini, yang tersebar di seluruh Perguruan Tinggi di Kabupaten Konawe, dengan demikian KMHDI sangat sulit untuk mengumpulkan anggota dan ditambah lagi dengan jarak kampus dengan rumah sangat dekat jadi anggota lebih memilih rumah dari pada berorganisasi. Semangat kerjasama dan kekeluargaan yang sampai saat ini masih terpelihara dengan baik, namun perlu pemimpin yang mampu memenejemen mereka untuk berkumpul dan bersatu untuk melakukan kegiatan dan melaksanakan program kerja. Ditambah lagi belum adanya kerjasama yang baik terhadap semua organisasi  keumatan maupun OKP lain, sehingga dapat mempersulit pergerakan organisasi.

     B. Evaluasi Kegiatan

  1. Jumlah kader yang datang dalam Sabha sangat sedikit dikarenakan kepercayaan anggota menurut terhadap pengurus.
  2. Komunikasi dan kerjasama atar OKP dan organisasi keumatan belum terjalin.
  3. Pemahaman para kader masih kurang didalam hal persidangan sehingga masih banyak kekeliruan dalam memimpin persidangan maupun dalam hal menyampaikan pendapat.

C. Perincian Pengeluaran Dana

  1. Beli sabun, pulsa                                                               = Rp.   150.000,-
  2. Tiket kendari- Jakarta                                                         = Rp.    900.000,-
  3. Makan dan  Transportasi Selama disana ditanggung Putu Pande Hari Sugi Bali

                                                                                         Total    Rp.1.050.000,-

D. Saran Dan Rekomendasi Untuk Kunjungan Berikutnya

      Diharapkan untuk mejalin komunikasi terlebih dahulu takutnya gak ada yang menyambut dan menyapa.

 

VII. Kunjungan ke PD KMHDI Lampung

            Kunjungan ke KMHDI Lampung dilakukan pada tanggal 24-29 Juli 2015 dalam rangka pendampingandan persiapan sebagai tuan rumah RAKORNAS XII KMHDI. Dengan Mengunjungi KMHDI Lampung maka secara langsung dapat mengunjungi PC KMHDI Bandar Lampung  karena sekretariat mereka gabung. Kunjungan KMHDI lampung dilakukan dari Palembang karena kenbetulan seminggu sebelumnya, saya mudik ke palembang melaksanakan perayaan hari raya Galungan dengan keluarga. Kunjungan kali itu menaiki Trvel Mobil Avansa dengan jarak tempuh 600 KM selama 10 jam. Setelah sampai disana saya langsung berkordinasi dengan SC maupun ketua panitia untuk merapatkan Panitia sejauh mana persiapan dan langkah apa yang perlu disiapkan untuk RAKORNAS KMHDI. Namun karena besoknya adalah Hari Raya Kuningan yang notabene semua kader KMHDI ikut ngayah dan menjadi panitia di Pure Way Lunik atau Pure Kerti Buana yang merupakan Pure Provinsi Lampung dengan di Sung-Sung seluruh umat Lampung. Selain itu, Kuningan adalah odalan pura Way Lunik sekaligus Kuningan hari itu diadakan Ngenteg Linggih dan diadakan nyejer selama 3 hari, sehingga rapat baru bisa dilaksanakan setelah hari piodalan tersebut. Dengan demikian saya pun ikut ngayah dan merayakan hari raya Kuningan di Pure Way Lunik, disana saya ikut mecaru, mendem waktu acara Ngenteg Linggih serta menjadi Pendarma Wacana dengan tema “Cintailah Semua Mahluk Di Dunia Ini Dan Perdalam Pengetahun Weda Suci dalam diri”. Setelah beberapa hari disana akhirnya kami pun rapat dan mendengarkan progres masing-masing panitia. Dengan kesimpulan bahwa audensi dan pengalian dana yang harus di tingkatkan serta peserta yang hadir harus di update kedatangannya. 

Akhirnya pada tanggal 29 saya mencari tiket kereta api karena kalau naik trevel harganya sanmgat mahal walaupun kereta lebih lama dibandingkan trevel. Setelah sembahyang bersama Puname Karo dan Agni Hotra dengan Ide Pandande Sebali Tianyar Arimbawe di Pure Way Lunik pukul 20.30 WIB Saya pamit pulang menuju Muara Enim karena ada acara Entas-Etas atau Ngeruat Bumi yang dilakukan di Situs Candi Bumi Ayu oleh umat SUMSEL. Walaupun tidak diundang secra resmi KMHDI tetapi saya selaku putra daerah dan kebetulan keberadaan saya berdekkatan denngan acara tersebut akhirnya saya memutuskan untuk hadir dalam acara tersebut. Dalam acara tersebut dihadiri dirjen bimas hindu (Prof Windnye), PHDI Pusat (Astono Candra), DPD RI daerah Bali (Arya Weda Karna), GUBERNUR SUMSEL yang diwakili bidang priwisata, Bupati Kab.Pali, seluruh organisasi keumatan dan umat Hindu di SUMSEL serta ORMAS di Kabupaten pali. Acara itu di liput oleh bali TV yang sekaligus di hadiri oleh pemilik Bali TV (IBG. Satria Narada)

    Kondisi Objektif PD KMHDI Lampunng

Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Lampung selanjutnya disingkat dengan (PC KMHDI Lampung), merupakan organisasi kemahasiswaan tingkat Provinsi yang berdampingan dengan KMHDI lainya yang ada di lampung. Dengan di dukung 2 cabang PD KMHDI Lampung dan PC KMHDI Metro menjadi central yang menghasilkan generasi-generasi muda Hindu yang berkualitas. tentu hal ini dapat membawa eksistensi yang lebih bagi organisasi. Organisasi yang berkualitas adalah organisasi yang bisa menciptakan kader-kadernya untuk teerjun ke masyarakat tanpa harus belajar bermasyarakat lagi. KMHDI Lampung sudah membuktikan itu dengan terlihatnya alumni yang sudah banyak jadi pengusaha dan bahkan jadi anggota dewan baik tingakat kabupaten kota maupun provinsi.Untuk itulah kaderisasi KMHDI, memerlukan suatu kesinambungan dalam pelaksanaannya

Selain itu juga KMHDI LAMPUNG di dukung oleh banyak umat Hindu di Lampung yang merupakan umat Hindu terbesar setelah bali, dengan demikian KMHDI tidak saja memfokuskan diri pada mahasiswa, tetapi pada adik SD-SMA yang akan menjadi mahasiswa akan datang. Dengan demikian kaderisasi kita tidak hanya pada tahapan mahasiswa tapi adik pelajar sehingga Hindu di Lampung bisa lebih baik.

B. Evaluasi Kegiatan

  1. Komunikasi dan kerjasama atar PP dan PD PC serta komisariat terjalin baik.
  2. Kader-kader sangat religus.
  3. Sarana dan prasarana organisasi yang lengkap hanya saja perlu perawatan.

C. Perincian Pengeluaran Dana

  1. Tiket trevel keberangkatan                                                = Rp.   225.000
  2. Tiket Kereta Api Pulang                                                   = Rp.   150.000
  3. Beli sabun, pulsa dan londry                                             = Rp.   150.000,-
  4. Makan dan Selama disana ditanggung PD KMHD Lampung

                                                                                      Total     Rp.525.000,-

        D. Saran Dan Rekomendasi Untuk Kunjungan Berikutnya

Diharapkan memberikan arahan dan Himbauan untuk selalu berkomunikasi baik dengan OKP dan organisasi keumatan dan pimpinan pusat.

           Demikianlah laporan Kunjungan Presidium saya  dibuat. Semoga dengan laporan ini, proses kaderisasi  dapat dilakukan  secara  berkesinambungan serta sistematik dan dapat menabah wawasan serta menjadi acuan kedepatnya sehingga proses kaderisasi bisa berjalan dengan baik.

 

SELAIN KUNJUNGAN, YANG SUDAH DILAKUKAN ADALAH SBB:

  1. Diklat Kewirausahaan Nasional di Lombok NTB dihadiri bapak asisten Mentri UMKM  #21-2-15
  2. Diklat Politik regional Bali dengan Karang asem dan Buleleng sebagai Panitia dihadiri Gede Sasek Suardika (DPD RI daerah Bali)  dan alumni yang ada di Bali #12-3-15
  3. Mengunjungi Pure-Pure yang ada di Jakarta (Rawamangun, Halim, Ci Jantung, Lenteng Agung, Cinere, Ci Landak). #setiap waktu
  4. Mengikuti pelatihan Advokasi Hukum yang di selenggarakan PERADAHA INDONESIA sebagai narasumber komisioner MA (Dewa Gede Palguna) #17-5-14
  5. Rakornas XII KMHDI di Lampung dihadiri Ketua MPR RI (Zulkipli Hasan) dan asiten deputi kemenpora #27-8-15

 

Komentar Anda