“Membumikan Ajaran Dharma Dalam Setiap Langkah”

Om Swastyastu
Om anubadrah kertavo yantu wiswatah ( Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru)
Yang saya hormati semua umat yang menekuni dharma di alam semesta ini , dimana selalu mengucap syukur dan bhaktinya kepada semua mahluk yang merupakan bagian dari Tuhan. Sehingga kita sebagai mahluk beragama sepatutnya tak henti-hentinya mengucap syukur dan sujut bhakti kehadapan Ide Sang Hyang Widhi. Didalam kesempatan ini sekaligus hari penyambutan hari Raya Galungan ijinkanlah saya mengangkat tema “Membumikan Ajaran Dharma Dalam Setiap Langkah” . Didalam kehidupan manusia di bumi ini, kita banyak sekali bersinggungan dengan hal-hal yang membuat kita terikat dan terbelenggu oleh maya atau kegelapan. Terbukti dari mulai bergeserannya pola pikir manusia yang lebih mengutamakan hal duniawi dan material sehingga telah hampir mengikis habis para pencari dan penekun spiritual . Dengan demikian kita sebagai manusia yang merupakan mahluk sempurna dibandingkan ciptaan Tuhan yang lainnya di Alam Semesta ini, kita sepatutnya sudah mulai menggunakan kelebihan kita yaitu berpikir dan menimbang nimbang (wiweka) apa yang harus kita lakukan dalam berbuat didalam kehidupan di dunia ini agar tercapai tujuan hidup yang sesuai dengan ajaaran dharma yaitu moksartam jagdhita ya ca iti dharma. Tujuan hidup manusia tidak akan tercapi ketika ia masih belum menyadari apa yang harus di perbuat untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dimata tuhan, Sehingga membumikan ajaran dharma dalam setiap langkah adalah jawaban. lalu pertanyaanya apa sajakah ajaran dharma itu??? Umat sedarma yang berbahagia ajaran dharma dalam kitab suci weda tentulah sangat banyak, namun dalam kesempatan ini saya ingin menitik beratkan pada nilai-nilai universal hindu dan pelaksanaannya.
Adapun nilai universal tersebut adalah sebagai berikut 1. Tat twam asi ( kamu adalah aku/ aku adalah kamu) kata ini seakan menjadi sarapan disetiap harinya bagi kita sebagai umat hindu karena seringnya kita dengar di televisi,kita lihat banyak orang menulis di media sosial. tetapi apa pada kenyataannya dan pelaksanaanya banyak yang bisa menulis dan tau arti namun tak bisa melaksankannya , terbukti dari masih banyaknya diantara kita yang tidak memanusiakan manusia , menyakiti,menyiksa dan bahkan membunuh. Apakah itu yang disebut tat twam asi . tentulah tidak. 2. Wasu dewa kutumbhakam (semua mahluk bersaudara) kata ini menjadi slogan dalam setiap pertemuan para elit untuk membangun persatuan dan kesatuan namun dalam pelaksanaan kesehariannya mereka masih saling jatuh menjatuhkan, saling jegal , saling kotak mengkotakan, bahkan sampai memutus hubungan keluarga sehingga tidak bertegur sapa antara satu dengan yang lainnya. Apakah ini yang namanya persaudaraan?? Tentu bukan. Dari dua ilustrasi nilai ajaran dharma diatas membuktikan kita masih jauh dari kebahagian dharma jauh dari tujuan hidup. Sehingga perlu lebih belajar, lebih menerima, karena semua orang adalah guru semua tempat adalah sekolah dan semua proses adalah pelajaran . Dengan demikian apapun yang kita pelajari, kita ketahui dan pahami serta kita harus bisa implementasikan dalam kehidupan beragama maupun bermasyarakat. Sehingga ajaran ajaran dharma tidak hanya sebagai teori dan slogan saja. Kebenaran tak pernah mencari pengikut, dan kebenaran akan selalu menang.
Demikian kata-kata singkat untuk sebagai bahan bacaan dan evaluasi diri, semoga bermanfat dan mohon maf jika ada kata yang keliru, ambil yang baik lalu tularkan kepada yang lain dan buang yang jelek. Kepada Tuhan saya mohon ampun akhir kata samasta loka sukino bhawantu (semoga semua mahluk berbahagia)
Om santih,santih,santih Om

Komentar Anda