PP KMHDI Laksanakan Diklat Kewirausahaan Nasional di Mataram

Pemprov Nusa Tenggara Barat mengetensi kegiatan Diklat Kewirausahaan Nasional yang diinisiasi Presidium Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) yang diselenggarakan di Gedung Graha Bhakti Praja. Kegiatan tersebut dianggap dapat bersinergi dengan program penumbuhan wirausaha baru dan koperasi berkualitas yang merupakan program unggulan Pemprov yang tertuang dalam RPJMD Provinsi NTB tahun 2013 – 2018.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H. Muhamad Nur SH MH, mengatakan Pemprov telah menargetkan penumbahan wirausaha baru sebanyak 5.000 unit. Bahkan, peningkatan klasifikasi wirausaha baru menjadi usaha mikro sebanyak 2.000 unit akan terus dipacu peningkatan.

Karenanya, ia merasa senang dan bangga melihat semangat yang tinggi dari kalangan generasi muda untuk ikut berperan dan siap menjadi wirausaha, enterpeneur atau technopreneur yang dapat dipastikan akan berhasil kedepannya

“Jadi kegiatan ini sangat positif. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dilaksanakannya acara diklat kewirausahaan nasional yang dapat bersinergi dengan program unggulan Pemprov ini,” ungkap Sekda saat membacakan sambutan Gubernur, Kamis (12/2) kemarin.

Menurutnya, dukungan seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan baik oleh pemerintah pusat, swasta, BUMN, kalangan akademisi dan aktifitas yang tumbuh dari masyarakat. Harapannya, akan muncul sinergitas dukungan penumbuhan kewirausahaan agar menjadi suatu gerakan kewirausahaan secara menyeluruh.

“Dari gerakan kewirausahaan akan bermuara menstimulus kelompok – kelompok masyarakat yang sadar akan pentingnya keberadaan koperasi dalam mendukung perkembangan usahanya,” ujar Sekda.

Menyinggung tantangan menghadapi ekonomi dunia yang semakin global, yaitu dibukanya perdagangan bebas masyarakat ASEAN (MEA) pada tahun 2015 ini, Nur mengungkapkan Pemerintah Pusat maupun daerah dituntut untuk lebih memprioritaskan dukungannya terhadap pemberdayaan KUMKM untuk bisa memiliki daya saing global.

Menurutnya, hal tersebut jelas selaras dengan visi misi NTB, salah satunya yaitu menumbuhkkan ekonomi berbasis sumber daya lokal dan mengembangkan investasi dengan mengedepankan prinsip berkelanjutan yang didukung oleh program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif KUKM dengan tetap berorientasi pada penumbuhan wirausaha baru dan peningkatan kualitas UMKM yang berdaya saing, penciptaan iklim usaha kumkm yang kondusif, peningkatan kualitas kelembagaan koperasi, serta pengembangan sistem pendukung bagi usaha KUMKM.

“Langkah ini tidak lain guna mewujudkan 1.000 koperasi berkualitas dan 500 koperasi simpan pinjam syariah (KSP Syariah) kedepannya di NTB,” jelas Sekda.

Di tempat sama, Deputi Menteri Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ir. I Wayan Dipta, Msc, dalam sambutannya mengatakan menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan masyarakat perlu dilakukan, karena jika tidak maka Indonesia akan tergilas di era ekonomi pasar bebas.

Oleh karena itu, Pemerintah berkomitmen agar gerakan kewirausahaan tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Wirausaha kita masih 1,65 persen dari 240 juta penduduk, masih kecil, kita perlu minimal 2 persen,” katanya saat membacakan sambutan Menkop dan UKM AAN Puspayoga.

Wirausaha bisa bergerak di sektor apa pun. Ia mencontohkan, di Provinsi Bali sektor pariwisata masih terbuka lebar misalnya berwirausaha untuk menjadi pemandu wisata. Sementara untuk keluarga nelayan dan petani, pihaknya akan secara rutin memberikan pelatihan kewirausahaan sebagai salah satu upaya untuk membantu percepatan swasembada pangan.

“Kami komit akan terus melakukan pelatihan kepada calon wirausaha untuk menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan generasi muda. Langkah kita ini bertujuan menyongsong MEA, kami menyadari bahwa kewirausahaan merupakan salah satu usaha untuk menghadapi tantangan di era pasar bebas,” tandasnya
Sumber : http://posbali.com/pemprov-dan-pusat-atensi-seminar-kewirausahaan-kmhdi/

Komentar Anda